www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
 
Dampak Ekonomi Global Melambat, Pertumbuhan Kredit di Riau Masih Terbatas
Selasa, 14 Januari 2020 - 16:17:20 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Cabang Utama Pekanbaru mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,5 persen secara year-on-year (yoy) pada 2019.


Pemangkasan suku bunga dari Bank Indonesia sebesar 100 bps di sepanjang 2019 pun diharapkan dapat lebih menggenjot kredit di Bumi Lancang Kuning pada tahun ini.

Sementara itu, Bank Indonesia Perwakilan Riau mencatat pemulihan pertumbuhan kredit pada 2019 di Bumi Lancang Kuning masih terbatas. Hal itu seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global yang turut berdampak pada laju Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau.

Pemimpin Cabang BNI Pekanbaru Alkab Mansyur menyampaikan bahwa penyaluran kredit di tempatnya masih bertumbuh secara tahunan pada 2019 sebesar 6,5 persen.

"[Penyalurannya] masih mendominasi ke sektor UMKM," katanya kepada bisnis, Selasa (14/1/2020).

Adapun, dengan prospek pemangkasan suku bunga dari Bank Indonesia pada 2019, Alkap menargetkan pertumbuhan kredit di kantor cabang bank pelat merah itu bisa tumbuh 15 persen yoy pada 2020.

Diharapkan, sektor industri akan lebih bergairah sehingga dapat menggenjot penyaluran kredit perseroan.

Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Riau, per November 2019 pertumbuhan kredit di Riau berdasarkan lokasi proyek tumbuh 2,6 persen yoy  atau jauh lebih lambat ketimbang 2018 yang sebesar 20,2 persen.

Sementara itu, pertumbuhan kredit berdasarkan lokasi bank di Riau tumbuh 7,2 persen, juga turun dari posisi 7,8 persen pada 2018.

Adapun, penyaluran kredit di Tanah Melayu terpantau lebih banyak ke sektor perorangan untuk konsumsi sebesar 32,2 persen. Selanjutnya untuk sektor pertanian tersalurkan sebesar 22,1 persen, perdagangan, restoran, dan hotel sebesar 13,5 persen, perindustrian sebesar 12,3 persen, konstruksi sebesar 9,3 persen, dan lain-lain sebesar 10,7 persen.

Sementara berdasarkan penggunaannya, kredit di Riau mengalir ke modal kerja sebesar 28,2 persen, investasi sebesar 39,6 persen, dan konsumsi sebesar 32,2 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau Decymus menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit di suatu daerah biasanya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.

Mengingat pertumbuhan ekonomi Riau sejak 2013 cenderung melambat, logikanya pertumbuhan kredit pun akan ikut melempem.

“Terus yang kedua begini, ini surprise, tahun lalu kita mencatat pertumbuhan [kredit] yang sangat tinggi sampai 20 persen pada 2018. Memang betul 2019 pertumbuhan kredit kita cukup melambat, tapi itu berdasarkan lokasi proyek,” kata Decymus saat ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.

Decymus menjelaskan bahwa kredit berdasarkan lokasi proyek merupakan pembiayaan yang diberikan oleh perbankan di luar Riau. Untuk ini memang terjadi penurunan tajam per November 2019 dibandingkan pencapaian pada 2018.

Namun demikian, penyaluran kredit berdasarkan lokasi bank di Riau alias pembiayaan diberikan oleh perbankan yang ada di Riau saja justru masih terjaga di kisaran 7 persen.

Decymus pun masih mengapresiasi pertumbuhan kredit tersebut. Pasalnya, apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional pertumbuhan ekonomi tetap mampu menyamai penyaluran kredit nasional.

“Yang turun kontribusi pembiayaan di Riau itu adalah dari perbankan luar Riau. Perbankan di Riau itu justru naik dalam memberikan pembiayaan di sini. Overall, nasional yang tumbuh 5 persen dan kreditnya paling kuat 7 persen. Sedangkan Riau yang ekonominya tumbuh 2 persen-an bisa juga tumbuh 7 persen, ini hebat menurut saya,” jelas Decymus. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Walau Pekanbaru Jalankan PSBB, Penukaran Uang Kecil Tetap Bisa Dilakukan
IlustrasiLayanan Penumpang Lesu, Citilink Jadikan Penerbangan Kargo dan Charter Penunjang Bisnis
IlustrasiPertumbuhan Ekonomi Riau Diganggu Corona, Anjlok di Bawah 2 Persen
  IlustrasiAkibat Wabah Corona, Pertumbuhan Ekonomi di Riau Diprediksi Hanya 2,3 Persen
Group Head Enterprise Product & Marketing XL Axiata, Sharif Lukman Mahfoedz (kiri) bersama dengan Head of Human Resources Nutrifood, Veronica Shinta (kanan) dalam acara kerjasama XL Axiata dengan Nutrifood.XL Axiata Sediakan Layanan Solusi Smart Building untuk Nutrifood
Wagubri menghadiri Festival UMKM Riau.Wagubri Apresiasi Inovasi Serta Pendampingan BI Terhadap UMKM Riau

 
Berita Lainnya :
  • Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
  • Kasus Corona Naik Lagi, Korsel Kembali Tutup Sekolah
  • Geger, Pria di Pekanbaru Ditemukan Gantung Diri dalam Rumah Kontrakannya
  • Pemko Pekanbaru Gesa Perwako Penerapan New Normal
  • Kadiskes Meranti Berkoar-koar Anggaran Covid-19 Tidak Cair, Eh...,Ternyata Tak Diurus
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved