www.halloriau.com

Ekonomi
BREAKING NEWS :
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pjs Bupati Rohul Ajak Tegakkan Keadilan dan Lawan Covid-19
 
Harga BBM di Riau Lebih Mahal Dibanding Daerah Lain, Sebab...
Selasa, 07 Januari 2020 - 08:26:41 WIB
SPBU milik Pertamina.
SPBU milik Pertamina.

PEKANBARU - Pengamat Ekonomi Universitas Riau Dahlan Tampubolon menegaskan harga Pertamax, atau umumnya Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di Riau masih terbilang tinggi dibanding provinsi lain, seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

"Pertamax yang menjadi standar BBM bagi kendaraan, harganya di Riau Rp9.600 per liter. Ini masih mahal dibanding dengan provinsi tetangga, Sumatera Barat dan Jambi yang harganya Rp9.400, bahkan Sumatera Utara hanya Rp9.200 per liter," kata Dahlan Tampubolon menanggapi penyesuaian harga BBM di Pekanbaru, Senin.

Dahlan menjelaskan meski per tanggal 5 Januari 2020, diberlakukan penyesuaian harga untuk BBM secara nasional, yang menurunkan harga eceran Pertamax di Riau dari harga semula Rp10.250 menjadi Rp9.600 per liter, termasuk BBM subsidi lainnya. Namun harga itu masih terbilang mahal, bagi daerah yang notabene penghasil Migas terbesar itu.

Walau ada penyesuaian harga oleh pemerintah dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) umum jenis Bensin dan Solar yang disalurkan melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Namun masyarakat Riau belum mendapat hak satu harganya.

Sebut Dahlan, secara umum penurunan sebesar Rp650 per liter (untuk pertamax) dan Rp700 (untuk dexlite) akan mendorong kenaikan daya beli masyarakat. Pemerintah pusat telah melaksanakan BBM satu harga, artinya untuk BBM subsidi (penugasan) harga yang ditetapkan sama di seluruh wilayah NKRI. Demikian pula dengan BBM nonsubsidi akan diberlakukan harga relatif sama.

"Namun kenyataannya, Riau negeri penghasil minyak bumi justru masyarakatnya tidak menikmati BBM satu harga secara nasional itu," ujarnya.

Dahlan menjelaskan hal ini dikarenakan pemerintah di Provinsi Riau, termasuk pemerintah kabupaten dan kota masih mematok Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) yang tinggi ketimbang provinsi lain.

"PBB -KB Riau masih tetap 10 persen, kecuali BBM subsidi dan Pertalite," tegas Dahlan, dilansir dari antara.

Padahal, sambung dia, dalam UU 28/2009, ditentukan batas PBB-KB minimal 5 persen hingga 10 persen. Provinsi lain bisa memberlakukan batas minimal yakni 5 persen bagi PBB-KB sehingga masyarakat terbantu.

"Pajak utama Riau dari PKB, BBN-KB dan PBB-KB, sedangkan pajak yang lain relatif kecil. Apalagi PAD dari laba BUMD, gak jelas. Hanya Bank Riau Kepri yang masih memungkinkan mengisi pundi-pundi PAD Riau," tuturnya.

Kuncinya, jelas Dahlan, Provinsi Riau masih mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari bagi hasil sumberdaya alam berupa minyak dan gas. Tidak kreatif mengelola sumber-sumber lainnya yang masih berpotensi lebih besar.

"PAD utama Provinsi hanya dari pajak. Sedangkan dari retribusi relatif kecil, karena banyak pengurusan perizinan berada di kabupaten/ kota," pungkasnya.(*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Dengan semangat membuncah para ibu anggota KWT bahu membahu membersihkan lahan sebagai kebun komunal baru.Ibu-Ibu Kelurahan Tubo Ternate Utara Semangat Hijaukan dan Berdayakan Daerahnya
Pertamina EP  Lirik Field rutin memonitor perkembangan programDi Tengah Masa Pandemi, Pertamina EP Lirik Field Dukung Program Pulsa Cacing
Pertamina Dumai uji performa (road test) penggunaan D-100 dalam campuran bahan bakar kendaraan. Diuji 200 KM, D-100 Hasilkan Performa dan Emisi Lebih Baik
  SPBU.SPBU Pertamina Beri Cashback 30 Persen di Hari Pelanggan Nasional
Pertamina EP Asset 2 hingga 31 Juli mencatatkan hasil produksi minyak sebesar 17572 BOPD dan gas sebesar 328.86 MMSCFD. Sambut HUT Kemerdekaan RI, Pertamina EP Dapat Tambahan Produksi
IlustrasiKelola Blok Rokan, Pertamina Targetkan Sumbang 60 Persen Produksi Minyak RI

 
Berita Lainnya :
  • Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Pjs Bupati Rohul Ajak Tegakkan Keadilan dan Lawan Covid-19
  • Warga Peranap Inhu Tewas Terlilit Tali Lembu
  • Azwendi Ikut Awasi Penyerahan KPM-PKH di Tenayan Raya
  • Satpol PP Dumai: Kesadaran Masyarakat Gunakan Masker Mulai Tinggi
  • Gubri Sebut Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Riau Meningkat karena Banyak Swab Mandiri
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Exit Meeting Pelaksanaan Audit BPKP
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved