www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pemko Dumai Belajar Prodamas ke Kota Kediri
 
Kisah Buwas "Berdarah-darah" Putar Otak Harus Bayar Utang Impor Beras Bulog
Jumat, 01/11/2019 - 20:56:35 WIB
Dirut Perum Bulog Budi Waseso.
Dirut Perum Bulog Budi Waseso.

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menceritakan kisah 'berdarah-darahnya' perusahaan pelat merah tersebut dalam menjaga keberlangsungan perusahaan.

Bulog harus menyerap beras lokal produksi petani dan juga melakukan impor beras untuk memenuhi memenuhi penugasan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Bulog sampai harus berutang untuk membiayai pegasan tersebut.

Akibat utang tersebut, bahkan Bulog harus menanggung bunga utang sebesar Rp 10 miliar/hari. Belum cukup beban membayar utang dan bunga utang, Bulog juga harus memenuhi kebutuhan operasional Rp 6 miliar/hari.

"Kita dapat penugasan dari negara untuk impor beras contohnya, ini kan beras CBP, tapi yang mengimpor dan membeli Bulog, uangnya pinjam, utangnya Bulog," ungkap Buwas dalam acara Ngopi BUMN, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (1/11/2019) dikutip dari Detik.

Sayangnya, penjualan beras Bulog seret karena tak terserap pasar. Sehingga pendapatan perusahan pun tersendat dan terancam tak bisa bayar utang.

Buwas pun putar otak untuk mengatasi seretnya penjualan beras tersebutn dengan melakukan sejumlah inovasi salah satunya adalah menjual beras premium.

"Untuk komersial juga harus bicara kualitas. Tidak bisa hanya kuantitas dan berharap pada masyarakat. Tidak bisa, harus kita yang bergerak. Maka saya membuat program. Dan saya membuat produk beras premium dari beberapa jenis beras berkualitas termasuk kemasannya, mereknya. Nah terbangun inovasi-inovasi di kalangan anggota saya," tutur Buwas.

Inovasi lain yang dilakukan Bulog adalah mengembangkan produk beras fortivikasi atau beras bervitamin. Selain itu, Bulog juga membuat tepung dari bahan baku bekatul yakni bulir beras, atau yang biasa dikenal dengan dedak.

"Ternyata ada poduk kualitas yang dihasilkan dari beras, yaitu bekatul atau dedak. Itu dulu untuk pakan ayam dan ikan. Tapi orang asing yang mengerti kualitas pangan mereka mengkonsumsi itu dedek. Lihat saja di Ranch Market harga bekatul itu mahal. Timbul pemikiran saya kita memproduksi beras kok itu kita abaikan, padahal punya nilai ekonomis dan jelas nilai vitamin yang tinggi karena itu ada di kulit ari-nya beras. Akhirnya saya bilang Direksi coba pikir ini akan jadi produk kita. Tapi tidak baku, bagaimana kaau kita bikin jadi tepung, bahan dasar kue pengganti terigu," urainya.

Jualan Online

Kemudian, untuk memasarkan produk-produk inovasinya tersebut, Bulog juga melakukan penjualan melalui platform online.

"Sekarang saya sudah produksi banyak bagaimana saya memasarkan ini supaya masyarakat tahu? Maka kita buat panganandotcom, lapaknya di e-commerce Shopee," ucap Buwas.

Toko virtual Bulog di platform e-commerce tersebut sudah mulai buka lapak sejak 25 Oktober 2019. Menurut Buwas, antusiasme masyarakat terhadap toko virtual tersebut cukup baik.

"Ini responnya positif, jumlahnya meningkat terus. Hari demi hari meningkat. Maka kemarin kan baru soft lainchng, kita publish. Maka kita lihat reaksinya tenyata luar biasa," terang Buwas.

Namun, toko virtual Bulog panganandotcom di Shopee baru bisa diakses ke area Jabodetabek. Nantinya, jangkauan toko virtual tersebut akan diperluas ke seluruh Indonesia dan tak hanya Shopee, Bulog juga akan membuka lapaknya di berbagai platform e-commerce di Indonesia.

"Ini sudah dibangun, tapi sementara ini pilot projectnya jabodetabek dulu silakan sudah bisa diakses. E-commerce salah satunya ke Shopee kerja samanya, tapi ini baru muai. Next kita akan rangkul semua, jadi masyarakat akan mudah melalui aplikasi apa saja akan dapat," tutur dia.

Ke depannya, Bulog juga berencana memberikan akses panganandotcom terhadap masyarakat penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Jika masyarakat tersebut tak memiliki smartphone untuk mengakses layanannya, maka nantinya di setiap wilayah itu akan ada alternatif agar setiap warga penerima BPNT bisa memesan paket-paket BPNT melalui RT/RW.

"Dia akan mengakses mana saja boleh dengan sistem ini terbangun maka masyarakat penerima BPNT akan mudah memperoleh pangan. Bagaimana peran RT/RW? Peran RT/RW yang nanti mendata, yang mengakses itu ke pada Bulog. Nanti kita melebar ke panganandotcom. Jadi bisa door to door," papar Buwas. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Bawang putih Harga Bawang Putih Meroket, DPP Pekanbaru Koordinasi dengan Bulog
Beras Bulog.20.000 Ton Beras Bulog Terancam Busuk, Bakal Dibuang Tapi Dilakukan Ini Dulu...
Beras.Perlu Perkuat Ketahanan Pangan, Riau Selalu Defisit Beras 425 Ribu Ton per Tahun
  Cabai dan beras.Harga Beras di Pekanbaru Stabil, Cabai Merah Medan Merangkak Naik
Beras Bulog.Bulog Riau Lampaui Target Serapan Padi Petani Tahun Ini
Dirut Perum Bulog Budi Waseso.Kisah Buwas "Berdarah-darah" Putar Otak Harus Bayar Utang Impor Beras Bulog

 
Berita Lainnya :
  • Pemko Dumai Belajar Prodamas ke Kota Kediri
  • Pemprov Riau Akan Berupaya Kembalikan Kejayaan Sektor Perikanan
  • Asisten II Setdakab Siak Buka Turnamen Futsal Cup "Tribute to Mail"
  • Koperasi Berkat Ridho Bersama Sinar Mas Agribusiness and Food Lakukan Peremajaan Kebun Sawit
  • Kurangi Sampah Plastik, Zul As Ajak Masyarakat Budayakan Gunakan Tumbler
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    APPI Riau Gelar Forum Grup Discussion
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved