www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Data Covid-19 di Inhu: 2 Orang dari 464 ODP Reaktif saat Tes Rapid
 
Rokhmin Dauhari Sampaikan Problem Ekonomi Bangsa, Salah Satunya Negara Berpendapatan Menengah ke Bawah
Selasa, 15 Oktober 2019 - 21:56:14 WIB
Prof Rokhmin Dahuri
Prof Rokhmin Dahuri

JAKARTA - Prof Rokhmin Dahuri didaulat menjadi keynote speach pada acara seminar nasional bertajuk “Perubahan Paradigma Dunia Usaha Berbasis Transformasi Digital” di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Selasa (15/10/2019). Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut memaparkan sejumlah solusi.

Solusi yang disampaikan oleh guru besar IPB ini menyangkut sejumlah problematika perekonomian bangsa.

Salah satu yang menjadi paparannya yakni, Indonesia masih sebagai negara berpendapatan menengah bawah (lower — middle income country), dengan pendapatan nasional kotor atau Gross National Income (GNI) sebesar 3.870 dolar AS per kapita berdasarkan data Kemenko Perekonomian tahun 2019) belum menjadi negara makmur (high-income country), dengan pendapatan nasional kotor diatas 12.165 dolar AS per kapita (Bank Dunia, 2018).

“Selain itu, berdasarkan pada kapasitas IPTEK, kita bangsa Indonesia pun belum berstatus sebagai negara maju. Karena, kapasitas IPTEK bangsa Indonesia sampai sekarang masih berada di kelas tiga. Artinya, lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nasional berasal dari impor. Sedangkan, negara maju adalah mereka yang kapasitas IPTEK nya mencapai kelas satu yaitu lebih dari 75 persen kebutuhan IPTEK nya dihasilkan oleh bangsanya sendiri,” papar Prof Rokhmin Dahuri dalam kata sambutannya.

Selain soal IPTEK, Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu menyebut sektor primer seperti pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pertambangan sebagian besar dikerjakan secara tradisional belum secara optimal dikembangkan menjadi industri berskala nasional.

“Sektor sekunder misalnya manufacturing, processing dan packaging itu produktivitasnya juga masih rendah, sementara akses UMKM terhadap lahan usaha permodalan sarana produksi juga minim,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rokhmin mengajak insan perguruan tinggi mengasah jiwa kewirausahaan (entreprenuership), yaitu suatu kemampuan untuk merubah sesuatu yang tidak atau kurang ada gunanya menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat, bernilai tambah, dan bernilai ekonomi.

“Dalam bahasanya Pak Ciputra, seorang entrepreneur adalah yang mampu mengubah sampah menjadi berkah. “An entrepreneur is someone who spots an opportunity and acts to make it into a commercial success” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga Prof Rokhmin Dahuri mengajak para alumni perguruan tinggi memanfaatkan tranformasi teknologi informasi yang ditandai oleh revolusi industri 4.0 untuk terjun ke dunia usaha mengembangkan sektor produksi dan ekonomi real untuk menciptakan lapangan kerja.

“Seluruh rakyat Indonesia, termasuk Civitas Academica dan segenap alumni perguruan tinggi, sangat mendambakan segera terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang maju, adil-makmur, dan berdaulat sesuai dengan cita-cita Kemerdekaan NKRI. Seluruh alumni muda jadilah entrepreneur. PTN di Indonesia harus bersatu menjawab berbagai problematika diatas” tutupnya.

Dalam seminar itu juga turut memberikan sambutan antara lain, Bahlil Lahadalia (Ketum HIPMI), Andre Rahadian, SH, MBA (Ketum ILUNI UI), Oddy Joinaldi (pengusaha pertanian dan peternakan).

Seminar dibuka oleh Prof. Dr. Dhodik Nurochmat, Wakil Rektor IPB. Dan dihadiri pula oleh Fathan Kamil, Ketum DPP HA (Himpunan Alumni) IPB serta hampir semua Ketua DPD HA IPB Provinsi seluruh Indonesia. (rilis)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Pedagang oleh-oleh terdampak sepinya pembeli.Pedagang Oleh-oleh Nelangsa karena Corona, Biasanya Rp3-5 Juta Per Hari, Kini Rp300 Ribu Saja Sulit
Ilustrasi.Imbas Corona, Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 2,97 Persen
IlustrasiAkibat Wabah Corona, Pertumbuhan Ekonomi di Riau Diprediksi Hanya 2,3 Persen
  Corona. FOTO: google Melemahnya Ekonomi Masyarakat Indonesia Akibat Pandemi Virus Corona
Musrenbang melalui video conference yang dipimpin langsung Gubernur Riau Syamsuar.Target Pertumbuhan Ekonomi Riau Tahun 2021 Sebesar 2,93 - 3,2 Persen
Ilustrasi.Malapetaka Corona: Setengah Miliar Orang Diprediksi Jatuh Miskin, RI harus Waspada!

 
Berita Lainnya :
  • Data Covid-19 di Inhu: 2 Orang dari 464 ODP Reaktif saat Tes Rapid
  • Terkait Pembatalan Pemberangkatan Haji, Kemenag Dumai akan Surati CJH
  • Sikapi Pelajar SMP Aniaya Bocah 4 Tahun di Rohul, Psikolog Heleni Filtri Berharap Ada Pendampingan
  • Lagi, Gugus Tugas Covid-19 Dumai Rapid Test Pedagang Pasar Tradisional
  • Koorpus AMKR Apresiasi Satgas Penangganan Covid-19 di Provinsi Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved