www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Bupati Alfedri Resmikan Operasional 5 Sekolah Program Kementerian PUPR
 
Dilarang Dijual Curah, Naikkah Harga Minyak Goreng?
Senin, 07/10/2019 - 14:06:43 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Mulai 1 Januari 2020 pemerintah akan melarang peredaran minyak goreng curah. Nantinya, minyak goreng tersebut akan dijual dengan kemasan sederhana yang sudah mencantumkan informasi lengkap seperti merek dagang, produsen, berat bersih, label halal, hingga kandungan produk.

Minyak goreng tersebut nantinya harus dikemas dengan menggunakan mesin pengemasan sederhana. Salah satunya seperti Anjungan Minyak Goreng Higienis Otomatis (AMH-O) produksi PT Pindad. Lantas, apakah kebijakan tersebut bisa membuat harga minyak goreng naik?

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto mengatakan, peredaran minyak goreng curah dalam kemasan tersebut akan diawasi. Nantinya, minyak tersebut harus dijual berdasarkan harga acuan bahan pokok yang telah ditetapkan pemerintah. Adapun harga acuan minyak goreng curah atau Harga Eceran Tertinggi (HET) saat ini di angka Rp 11.000 per liter.

"Harga yang pasti pemerintah sudah ada harga acuan, kita akan kontrol di sana, nggak usah khawatir masyarakat," tutur Suhanto kepada detikcom, Senin (7/10/2019) dikutip dari Detik.

Meski minyak goreng tersebut tak boleh lagi dijual dengan kemasan literan seperti sekarang ini, kata Suhanto, kemasan sederhana yang akan diterapkan nantinya tak akan membebani harga jual.

"Kami sudah menjajaki kerja sama dengan seluruh produsen, baik mereka akan membuat kemasan-kemasan sederhana yang relatif tidak mahal dalam artian tidak membebankan harga," imbuh dia.

Selain itu, menurut Suhanto, harga minyak goreng curah fluktuatif. Pasalnya, harga minyak goreng curah mengikuti pasar internasional. Sedangkan, harga minyak goreng kemasan menyesuaikan HET dari pemerintah, sehingga lebih stabil.

"Sesuai Undang-undang Perdagangan nomor 7 tahun 2014, pemerintah berkewajiban menstabilisasi harga barang kebutuhan pokok. Nah ini kan masuk ke dalam kebutuhan pokok, minyak goreng. Nah kita melihat dengan minyak goreng curah itu realtif harganya fluktuatif mengikuti harga internasional. Pada saat naik, harga akan naik. Sehingga dengan minyak goreng dalam kemasan harga lebih stabil," papar Suhanto.

Ia menegaskan, dengan HET yang ada, maka harga minyak curah dalam kemasan tersebut akan stabil.

"Kita nggak boleh mengatakan naik, pokoknya kita sudah meluncurkan HET, itu lah kira-kira di situ (kisaran harganya)," pungkas dia. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Rombongan wartawan mendengarkan pemaparan proses produski dari ruang kontrol<br><br>Dari Kelapa Sawit ke Minyak Goreng Hingga Limbah Disulap Jadi Semen
 Ini Alasan Minyak Goreng Curah Tak Boleh Beredar Lagi
  Awalnya, minyak goreng curah dihentikan pada Maret ini.Minyak Goreng Curah Bebas Beredar hingga Akhir Tahun

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Alfedri Resmikan Operasional 5 Sekolah Program Kementerian PUPR
  • Kadiskes Riau Harap Masyarakat Waspadai Virus Corona
  • Karyawan XL Axiata Beri Edukasi Bijak Bersosial Media di 100 SMA/SMK se-Jabodetabek
  • Kapolres Rohul Pimpin Patroli Karhutla di Puncak Ranah
  • Pembunuh Nomor Satu di Dunia, Penyakit Jantung Dapat Dicegah dengan Terapkan Pola Hidup Sehat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Citimall Dumai Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved