www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
PPL Desa Mekar Sari Olah Repu Sagu Jadi Pakan Ternak Benilai Ekonomis
 
Asap Pengaruhi Penghasilan Petani di Pekanbaru
Rabu, 14/08/2019 - 15:30:04 WIB
Kangkung
Kangkung
TERKAIT:

PEKANBARU - Kota Pekanbaru diselimuti kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) beberapa minggu terakhir. Selain mempengaruhi kesehatan, kabut asap juga mempengaruhi tanaman Petani di Kota Bertuah.

Widiyanto, salah satu petani di Jalan Kartama I, mengaku mulai merasakan dampak kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru akhir-akhir ini. Ia menyebut, hasil panen sayuran menjadi tidak maksimal.

Ia mencontohkan, tanaman Pare yang Ia tanam. Ukuran Pare menjadi tidak normal dari biasa. "Berpengaruh, karena debu-debu kabut asap ini. Buahnya berkurang, buahnya itu jadi tidak lurus, daunnya keriting seperti itu ciri-cirinya," kata Widiyanto, Rabu (14/8/2019).

Selain Pare, sayuran seperti Kangkung maupun Bayam juga mengalami penurunan harga. Saat ini, Sayur Bayam hanya dihargai Rp500 dan Kangkung Rp800 perikat. Normalnya, kedua sayuran ini dihargai Rp1.000 perikat.

"Tidak mau besar kayak bayam dan kangkung itu. Kalau cuaca Bagus 20 hari bisa panen. Dengan cuaca kayak gini 25 hari baru bisa panen," jelasnya.

Ia berharap hujan bisa segera turun di Pekanbaru agar kabut asap bisa sedikit berkurang. "Untung enggak, tapi balik modal saja. Karena, dibantu sayuran lain seperti selada dan sawi. Selada Rp4 ribu perikat, itulah lagi," jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru Mutia Eliza membantah  hal itu. Ia menyebut, kabut asap tidak mempengaruhi kondisi tanaman. Biasanya, yang berpengaruh pada tanaman itu adalah musim kemarau.

"Kalau panas memang ada pengaruh. Tapi kalau asap tidak ada pengaruh. Karena kan perlu air kalau tanaman itu," jelasnya.

Ia menyebut, beberapa daerah saat ini memang dilanda musim panas. Seperti di daerah Jawa. Kenaikan harga kebutuhan yang terjadi bukan karena kabut asap. Melainkan memang sedang musim kemarau.

"Jadi memang mereka ada yang gagal panen. Cabe harganya naik karena pasokan kurang. Itu yang mengakibatkan harga melonjak. Sekarang sudah turun juga, karena sudah selesai lebaran. Waktu lebaran kemaren harganya lumayan tinggi. Hapir Rp100 ribu perkilo," jelasnya.

Penulis : Delvi Adri
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • PPL Desa Mekar Sari Olah Repu Sagu Jadi Pakan Ternak Benilai Ekonomis
  • Ingin Suami Sembuh, Isteri Rela Disetubuhi Dukun Cabul
  • Masjid Cheng Ho Rohil Diyakini Mampu Datangkan 5.000 Pengunjung Setiap Bulan
  • Jelang Porkab I Rohil, Cabor Sepak Bola dan Futsal Matangkan Persiapan
  • Kepala BKPM RI Kunjungi Pulau Rupat, Survai Bangun Perkebunan Tebu
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Sapa Pelanggan Telkomsel di GraPARI Mal Ska Pekanbaru
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved