www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Corona Masih Ganas, Gubri Imbau Masyarakat Tidak Gelar Lomba Peringatan HUT ke-75 RI
 
Pakar Ekonomi: Perlu Perubahan Paradigma untuk Mengatasi Kesenjangan
Sabtu, 27 Juli 2019 - 12:31:28 WIB
Diskusi Produktif yang digelar oleh Pusat Sumber Belajar Dompet Dhuafa Pendidikan (PSB DD Pendidikan)
Diskusi Produktif yang digelar oleh Pusat Sumber Belajar Dompet Dhuafa Pendidikan (PSB DD Pendidikan)

BOGOR-Banu Muhammad, Pakar Ekonomi Islam Universitas Indonesia, memaparkan sebuah gagasan untuk dapat mengatasi ketimpangan ekonomi yang tengah terjadi di negeri ini.


Pemaparan tersebut ia lakukan pada acara Diskusi Produktif yang digelar oleh Pusat Sumber Belajar Dompet Dhuafa Pendidikan (PSB DD Pendidikan) pada Kamis (24/7/2019), di Kemang, Bogor.

“Perubahan paradigma atau shifting paradigm harus dilakukan. Apa saja paradigma yang harus diubah? Kembali ke agama dengan memperbaiki kualitas manusia, berislam secara kafah, memperbaiki tata kelola ekonomi dan menegakkan perintah agama,” papar Banu, seperti dalam rilis yang diterima halloriau.com, Sabtu (27/7/2019).

Banu sendiri hadir sebagai pembicara pada acara yang mengangkat tema Ketimpangan Ekonomi: Majunya Ilmu Modern Atau Kerakusan Manusia (Science and Quranic Perspective) tersebut.

Gagasan Banu diungkapkannya lantaran dirinya menilai sistem ekonomi dunia saat ini sangat sekuler. Menurut Banu, tujuan utama aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat dunia adalah memenuhi self interest. Self interest tersebut menjadi identik dengan shelfishness di mana keuntungan personal menjadi fokus utama dan mengalahkan kemanfaatan sosial. Hal inilah yang menciptakan ketimpangan ekonomi.

Di masa mendatang, lanjut Banu, nilai-nilai keislaman harus ada pada setiap aktivitas ekonomi juga aktivitas lainnya sehari-hari. “Zakat harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat, salah satunya untuk menopang dana pendidikan dalam konteks kebutuhan sosial”, lanjutnya. Banu juga menghimbau agar masyarakat memiliki visi akhirat dalam melaksanakan kegiatan ekonominya.

Sebagaimana diketahui, dewasa ini ketimpangan ekonomi baik di Indonesia maupun di dunia, makin menjadi. Hal ini dibuktikan dengan survey yang dirilis oleh Oxpam International pada 2016 lalu. Survey tersebut menyebutkan bahwa 1% individu terkaya dari total penduduk Indonesia menguasai 49% dari total seluruh kekayaan yang ada di negeri ini.

Lembaga yang sama juga merilis survey pada tahun 2017, menyebutkan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-6 dalam kategori distribusi kekayaan terburuk di dunia. Sedangkan di tingkat dunia sendiri, masih pada tahun 2017, tercatat 8 orang terkaya menguasai kekayaan yang hampir sama dengan akumulasi harta yang dimiliki oleh 3,5 milyar penduduk atau setengah dari total penduduk dunia.

Sebagai salah satu kontribusi terhadap upaya memecahkan permasalahan ketimpangan ekonomi, PSB DD Pendidikan menggelar Diskusi Produktif tersebut.

“Tujuan yang ingin dicapai dari acara ini adalah untuk membedah pemikiran mengenai sistem ekonomi dunia. Selain itu, kami juga ingin membedah bagaimana pandangan science dan Alquran terhadap ketimpangan ekonomi yang terjadi,” ungkap Dian Sumantri, Koordinator Perpustakaan PSB DD Pendidikan, selaku koordinator acara.

Acara yang dihadiri oleh 25 orang dari berbagai kalangan ini berlangsung lancar. Antusiasme peserta membuat diskusi berjalan seru. Semoga pengetahuan yang didapat dari acara ini bisa diaplikasikan sebagai upaya menekan ketimpangan ekonomi dari unsur terkecil masyarakat yaitu diri sendiri. (rilis)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiEkonomi Syariah Bisa Jadi Solusi Hadapi Pandemi Covid-19
IlustrasiDiprediksi Imbas Corona, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal II-2020 Minus 5,32%
Rumah Yatim Cabang Riau memberinya bantuan kepada Bu Yet.Di Tengah Himpitan Ekonomi Tak Menyurutkan Semangat Herni Mendirikan Sekolah
  IlustrasiPegawai Swasta Dapat Bantuan Rp 600 Ribu, Apa Tujuannya?
IlustrasiUMKM akan Jadi Fokus Awal Dalam Pemulihan Ekonomi Riau
IlustrasiPandemi Covid-19 Bikin Riau Terpaksa Sesuaikan Pertumbuhan Ekonomi Jadi 1,43 -2,14 Persen

 
Berita Lainnya :
  • Corona Masih Ganas, Gubri Imbau Masyarakat Tidak Gelar Lomba Peringatan HUT ke-75 RI
  • Kontak Erat Pasien dan Nakes di Pekanbaru Jadi Prioritas Tes Swab
  • Menurun Dibanding Kemarin, Hari Ini Riau Tambah 29 Kasus Baru Covid-19
  • Capella Honda Apresiasi Abdi Negara di Momen Kemerdekaan Indonesia
  • Pemko Pekanbaru Ungkap Alasan Sesungguhnya Razia Masker Gencar Digelar
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Rotte Foundation Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved