www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Jenazah TKI Ilegal yang Ditemukan Tewas Mengapung Teridentifikasi, Warga Batu Bara
 
Ini Solusi Alternatif Atasi Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi Riau
Selasa, 23/07/2019 - 06:33:33 WIB
Ikan laut.
Ikan laut.

PEKANBARU - Sektor ekonomi kelautan diharapkan bisa menarik perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk menjadi salah satu alternatif jawaban atas tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

Anggota Komisi III DPRD Riau, Firdaus, ekonomi kelautan mestinya bisa jadi alternatif bagi Pemprov Riau untuk mengangkat perekonomian daerah. Tapi upaya itu musti didukung oleh tindakan berkesinambungan.

"Di saat turunya harga sawit, pemerintah musti jeli menengok sektor-sektor menjanjikan lainya. Sektor ekonomi kelautan sangat terbuka untuk terus dioptimalkan, sepanjang ada keseriusan untuk itu," ujar Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini kepada Gatra.com, akhir pekan lalu.

Kata Firdaus, pengoptimalan sektor ekonomi kelautan dapat dilakukan dengan mendorong pembangunan infrastruktur pendukung dan kemudian dibarengi upaya mengamankan kekayaan laut yang dimiliki oleh Riau.

"Membangun akses antar desa di area Pesisir itu penting, Begitu juga dengan upaya menghadirkan pelabuhan perikanan pantai. Tapi yang juga harus dicermati adalah bagaimana melindungi sektor bahari Riau. Pencurian ikan oleh nelayan dengan alat tangkap cantrang harus diantisipasi," pintanya. 

Adapun ekonomi kelautan merupakan kegiataan ekonomi yang dilakukan di kawasan pesisir dan lautan yang menggunakan jasa-jasa lingkungan kelautan untuk menghasilkan barang.

Saat ini geliat ekonomi kelautan di Riau terkendala oleh sejumlah hal seperti:penjualan ikan di tengah laut, nihilnya pelabuhan satu pintu, pencurian ikan, hingga akses jalan antar desa yang perlu ditingkatkan.

Perekonomian Riau sendiri saat ini dihadapkan dengan meredupnya pilar-pilar utama penyokong kegiatan ekonomi, seperti perkebunan sawit dan sektor minyak dan gas. 

Bila lini usaha kelapa sawit direpotkan oleh anjloknya harta Tandan Buah Segar (TBS), sektor migas Riau dihadapkan dengan realita menurunya kemampuan produksi. 

Tahun lalu realisasi lifting minyak Riau menembus angka 83 juta barel, tapi tahun ini ditaksir hanya berkisar 80 juta barel.(*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi.Hingga November 2019, Neraca Perdagangan Riau Surplus 9,7 Miliar Dolar AS
Ilustrasi.Nilai Ekspor Riau November 2019 Capai US$ 1.05 Miliar, Turun 3,39 Persen
Lokasi drilling MSTB-06 yang tengah dilakukan pengeboran di Kecamatan Tebingtinggi Barat​.EMP Malacca Strait SA Bor Tiga Sumur Migas Baru di Tebingtinggi Barat
  IlustrasiTiongkok Negara Tujuan Utama Ekspor Nonmigas Riau
IlustrasiBPS Ungkap Neraca Perdagangan Riau hingga Oktober 2019 Surplus 8,76 Miliar Dolar AS
Presiden Direktur Pertamina EP,  Nanang Abdul Manaf. Tingkatkan Produksi, Pertamina EP Raup Laba USD604 Juta

 
Berita Lainnya :
  • Jenazah TKI Ilegal yang Ditemukan Tewas Mengapung Teridentifikasi, Warga Batu Bara
  • Istri Larang Minum Miras, Pria Ini Malah Gantung Diri
  • BMKG Deteksi 13 Hotspot di Riau, Paling Banyak di Bengkalis
  • Virus Corona Masuk Malaysia, 3 Orang Terjangkit
  • Tim SAR Gabungan Temukan Tas dan 7 Life Jaket Korban Kapal Tenggelam di Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Citimall Dumai Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved