www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Timo Werner Cetak Rekor-rekor Baru Usai Hattrick ke Gawang Mainz
 
Hanya Mampu Pasok 30 Persen, Ketahanan Pangan Riau Rentan
Rabu, 10 Juli 2019 - 06:10:11 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Hingga kini 70 persen kebutuhan pangan di Riau berasal dari luar wilayah. Persentase terbilang tinggi itu membikin ketahanan pangan Riau menjadi rentan.  

Disisi lain,  jumlah penduduk Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. Saat ini jumlah populasi di provinsi ini mencapai angka 6 juta jiwa. 

Praktisi ketahanan pangan di Riau,  Darmansyah, mengatakan selain jumlah populasi penduduk yang kian membengkak, dan tingginya ketergantungan pasokan pangan dari luar wilayah, persoalan ketahanan pangan di Riau juga dipengaruhi oleh pola pikir masyarakat terhadap pangan alternatif. 

"Pola pikir atau mindset juga berpengaruh, masih banyak warga di Riau yang menganggap konsumsi makanan dari Sagu itu merendahkan. Padahal Sagu laik untuk dijadikan pangan alternatif," katanya, seperti dikutip Gatracom, Senin (8/7/2019). 

Tingginya angka ketergantungan pasokan pangan dari luar, membuat kelancaran jalur distribusi dari daerah asal menuju Riau menjadi sangat penting. Bahkan persoalan seperti bencana longsor di jalur distribusi, atau deraan banjir di lokasi asal pangan, dapat berimbas meroketnya harga beras di Riau. 

" Kemampuan pasokan pangan dari Riau yang hanya 30 persen menjadi persoalan serius. Munculnya pangan alternatif menjadi mendesak. Tinggal lagi komitmen pemerintah apakah akan menjadikan sagu sebagai pangan alternatif atau seperti apa," kata pensiunan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau ini. 

Gubenur Riau Syamsuar sebenarnya menyadari hal itu. Bekas Bupati Kabupaten Siak ini, selain melirik sagu sebagai pangan alternatif, juga menyerukan penanaman Padi Gogo. Syamsuar menyebut padi jenis gogo dapat menjadi solusi kendala areal pertanian di Riau. 

"Padi jenis ini bisa ditanam sebagai tanaman sela di area kebun Sawit. Ini sudah pernah dicoba di daerah Dayun Siak. Dengan adanya kebijakan Riau dapat mengurangi ketergantungan beras dari luar," katanya.

Perihal Padi Gogo,  Padi ini merupakan tanaman yang dapat dibudidayakan di lahan kering. Tanaman ini cocok dikembangkan di areal yang bercurah hujan rendah, dan dapat dipanen setelah melewati masa empat bulan. 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi gabah.Produksi Gabah Riau hanya Mencukupi 35 Persen Kebutuhan Masyarakat
Beras Bulog.Bulog Jamin Stok Beras Aman di Riau hingga Tiga Bulan ke Depan
Cabai dan beras.Harga Beras di Pekanbaru Stabil, Cabai Merah Medan Merangkak Naik
  IlustrasiDi Tengah Wabah Corona, Bulog Pastikan Stok Beras Aman
IlustrasiRiau Defisit Pangan, Produksi Beras Tahun 2019 Turun 13,13 Persen
Beras Bulog.20.000 Ton Beras Bulog Terancam Busuk, Bakal Dibuang Tapi Dilakukan Ini Dulu...

 
Berita Lainnya :
  • Timo Werner Cetak Rekor-rekor Baru Usai Hattrick ke Gawang Mainz
  • Tetap Bekerja Saat PSBB, Berikut Panduan yang Diberikan Kemenkes
  • Jelang Arus Balik, Kakorlantas: yang Sudah Mudik Dilarang Kembali
  • Jangan Bunuh Laba-laba yang Ada di Rumah, Apa Sebabnya?
  • 7 Pesona Tante Ernie, Sosok 'Pemersatu Bangsa' yang Mendadak Trending di Sosial Media
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved