www.halloriau.com
14:00 - Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas 2 Luka Berat | 13:28 - Riau Akan Distribusikan 15.240 Vaksin Covid-19 untuk 3 Daerah Ini | 12:32 - Abaikan Prokes Covid-19, Kerumunan Warga Penerima BLT Dibubarkan | 18:21 - Kadiskes Riau: Rapid Test Antigen Swab Syarat Perjalanan Keluar Daerah | 18:21 - Penahanan Yan Prana, Kejati Beralasan Tersangka Menghilangkan Barang Bukti | 16:00 - Setdaprov Riau, Yan Prana Jaya ditahan Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Riau
 
Pakar Ekonomi Menilai Perang Tarif Ojol harus Distop Demi Kepentingan Nasional
Minggu, 23 Juni 2019 - 20:17:42 WIB
Ojol.
Ojol.

PEKANBARU - Terkait persaingan tarif Ojek Online (Ojol) yang kian memanas antara dua aplikator di Indonesia, Gojek dan Grab dikhawatirkan akan merembes pada kepentingan nasional. Jika diliat Peraturan Menteri (PM) No. 12 tahun 2019 tidak memberikan dampak yang signifikan sebagai solusi polemik ini.

Menurut Gunawan Benjamin selaku Pengamat Ekonomi asal Sumatra Utara, kepada wartawan, Minggu (23/6/2019), di Pekanbaru, perang tarif ini lebih baik diakhiri demi menjaga kepentingan bangsa.

"Peraturan yang dikeluarkan Kementrian Perhubungan terkait batas tarif pada PM No. 12 tahun 2019 masih jauh dari harapan. Justru yang terjadi ada operator Ojol yang melakukan jor-joran lewat promo. Saya menilai ini sangat brutal," terangnya. 

Dalam hal ini, Gunawan menyebut peran pemerintah lebih diutamakan​ demi kelangsungan kepentingan nasional. Diantaranya, melindungi kesejahteraan mitra driver. Lalu kepentingan konsumen juga harus diutamakan. Dan pemerintah (regulator) harus utamakan kepentingan Ojol milik anak bangsa. 

"Jangan hanya menyerahkan sepenuhnya ke mekanisme pasar, yang justru malah menghadirkan para pesaing baru," sebut Gunawan. 

Salah satu aplikator, Grab dinilai terlalu berlebihan dalam memberikan promo. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga keekonomiannya yang mengacu pada regulasi di atas. 

"Saya yang juga turut menjadi pelanggan kedua ojek online tersebut, menilai ada salah satu ojek online yang secara sengaja memberikan banyak promo. Saya menilai promo yang diberikan tersebut bahkan jauh lebih murah dari harga keekonomiannya. Saya mengacunya ke PM 12 tahun 2019 untuk  menghitung harga keekonomian tarif ojek online," sambungnya. 

Menurutnya, idealnya untuk jarak 3 km bisa menghabiskan biaya sekitar Rp5.400 sampai Rp6.900. Tetapi karena menggunakan promo, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp3.000 saja. 

Dia berpendapat, aplikator tersebut telah menyatakan perang terbuka. Di sisi lain, aturan main yang diterapkan belum komprehensif dalam mengatur ojek online. Jika nantinya akan ada yang kalah, maka salah satu diantaranya pasti akan melakukan monopoli. 

"Monopoli ini kan berbahaya bagi konsumen. Kalau perang harga saat ini pastinya akan menguntungkan konsumen. Tetapi kita juga perlu memikirkan kesejahteraan mitra ojol itu dalam hal ini ya driver ojolnya. Aturan itu sudah seharusnya tidak melindungi salah satu pihak saja," tandasnya. 

Terpisah, Andre Sebastian selaku Public Relation Manager Grab saat dihubungi halloriau.com, malam ini belum memberi respon. Upaya yang dilakukan konfirmasi melalui pesan singkat WhattApp juga tidak dibalas. 

Penulis : Helmi 
Editor: Yusni Fatimah




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
 

BERITA LAINNYA    
IlustrasiInna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Belum Usai Pandemi Melanda Negeri, Kini Ibu Pertiwi Berduka Lagi
Pelaku perjudian Togel yang diamankan pihak kepolisian Polres Kepulauan Meranti.Setelah Chip Higgs Domino, Berturut-turut Polisi Ringkus Pemain Judi Togel di Selatpanjang
Penyerahan bantuan Alquran dan buku tulis.Warga Sakai Terima Program DMPA dan Alquran Juzz Amma PT AA APP Sinar Mas
  Kadiskes Riau, Mimi Yuliani NazirHari Ini, Riau Bertambah 123 Kasus, Pasien Sembuh 150 Orang
Satgas Covid-19 Kota Dumai dan Management Hotel Sonaview Hotel Dumai gelar keterangan Pers terkait berakhirnya kerjasama sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19 di Dumai.Hotel Sonaview Dumai Tidak Lagi Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Pihak Gakkumdu bersama JPU saat melakukan rapat koordinasi terkait penanganan kasus politik uang di Kantor Bawaslu Kepulauan Meranti, Rabu (20/1/2021).Tidak Penuhi Unsur, JPU Tolak Dugaan Kasus Politik Uang Pasangan H Adil-Asmar
Komentar Anda :

 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved