www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Adik Positif Corona, Satpol PP Sambangi Rumah Pedangdut Via Vallen
 
Organda Dukung Pemerintah untuk Atur Promo Ojek Online
Rabu, 19 Juni 2019 - 21:06:35 WIB

PEKANBARU - Organisasi Angkutan Darat (Organda) menilai pemerintah perlu mengatur promo transportasi online secara tegas guna mengatasi persaingan jor-joran antar aplikator yang kian sengit.

Ketua Organda Makassar, Zainal Abidin mengatakan, kepada wartawan, Rabu (19/6/2019), bahwa tidak adanya pengaturan diskon bisa semakin memperdalam jurang pemisah antara industri transportasi berbasis aplikasi dengan transportasi umum tanpa aplikasi.

Menurut Organda, permasalahan promo tidak wajar ojek online tersebut tidak hanya terjadi di Jabodetabek, melainkan juga merambah daerah, sehingga  bisa berdampak buruk kepada para mitra driver ojek online di daerah. 

"Selama ini, transportasi online selalu dimanjakan. Padahal kita sama-sama transportasi yang melayani masyarakat umum. Kita lihat lagi, sejak transportasi online beroperasi, keberadaan (kami) transportasi konvensional semakin tergusur," kata Zainal. 

Diketahui, kehadiran transportasi online secara perlahan membuat konsumen transportasi konvensional juga turut bermigrasi, karena adanya perang tarif yang sangat murah hingga menjadikan para konsumen berpaling. 

Bahkan dalam prakteknya salah satu operator ojol seperti Grab menerakan tarif promo hingga Rp1 rupiah dalam satu kali perjalanan. 

"Kita sadar bahwa perkembangan teknologi juga semakin maju. Tapi setidaknya pemerintah harus mempertegas regulasi yang ada," tambah Zainal.

Zainal berharap, pemerintah mendorong perusahaan transportasi online dan konvensional untuk bisa berkolaborasi, bukan melakukan perang terbuka atau perang diskon yang mengarah ke monopoli. Kolaborasi itu dinilai akan menguntungkan semua pihak, termasuk konsumen.

Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan aturan terbaru untuk menghindari persaingan harga antar aplikator ojek online. Saat ini sudah ada Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi.

Dalam aturan itu dijelaskan tentang ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas, dan biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Kementerian Perhubungan bisa mengawasi persaingan harga ojek online. Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, Kemenhub merupakan lembaga pemerintah yang berfungsi untuk melakukan pengawasan dan pemberian sanksi. 

"Di sinilah tugas Kemenhub untuk melakukan pengawasan jangan sampai diskon yang diberikan keluar dari rentang TBB-TBA ojek online. Kemenhub wajib memberikan sanksi kepada operator yang memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut," katanya belum lama ini. 

Menurutnya, regulasi yang sudah ada mengatur tentang tarif batas bawah (TBB) dan tarif batas atas (TBA). Kementerian Perhubungan harus bisa memberikan sanksi, jika salah satu aplikator melanggar hal ini.

"Jadi, diskon itu tidak bisa diterima ketika penerapannya di bawah TBB. Kalau diskonnya bermain di antara ambang TBB-TBA itu tidak masalah. Tidak ada yang salah dengan diskon selama masih di rentang TBB-TBA. Sebab diskon salah satu daya pikat konsumen," pungkasnya. 

Penulis : Helmi
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Ilustrasi Gojek.Berkat Penumpang, Unit Darurat Gojek Selamatkan Nyawa Driver
Driver Gojek.Siap-Siap, Tarif Baru Ojol segera Berlaku di Kota-kota Berikut
Manajemen Gojek menyerahkan penghargaan sebagai apresiasi kepada mitra driver bintang limaUtamakan Layanan Prima, Gojek Apresiasi Mitra Driver Bintang Lima
  Organda Dukung Pemerintah untuk Atur Promo Ojek Online
IlustrasiTernyata Ini Sumber Pendapatan Terbesar Gojek
IlustrasiDriver Go-Jek Sering Raih Bintang 5 Siap-siap Dikirimi Uang Langsung ke Rumah

 
Berita Lainnya :
  • Adik Positif Corona, Satpol PP Sambangi Rumah Pedangdut Via Vallen
  • Timo Werner Cetak Rekor-rekor Baru Usai Hattrick ke Gawang Mainz
  • Tetap Bekerja Saat PSBB, Berikut Panduan yang Diberikan Kemenkes
  • Jelang Arus Balik, Kakorlantas: yang Sudah Mudik Dilarang Kembali
  • Jangan Bunuh Laba-laba yang Ada di Rumah, Apa Sebabnya?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved