www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pemkab Inhil Serahkan 4.500 Sertifikat Tanah
 
Promo Jor-joran Ojek Online Jadi Predator Driver Ojol
Rabu, 29 Mei 2019 - 04:52:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Promo ojek online yang jor-joran menurut para driver lebih baik dihapuskan karena dapat menjadi predator bagi mereka sebagai mitra perusahaan penyedia jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut.

"Dari sisi konsumen itu sangat membantu. Tapi dari segi driver, ini kebijakan yang tidak produktif. Promo Grab itu besar-besaran. Bagi konsumen sangat menguntungkan. Contohnya OVO. Ini mematikan kami yang memakai aplikasi Gojek," kata Muhammad Rahman Tohir Ketua Forum Komunikasi Driver Ojek Online Indonesia, Selasa (28/5/2019). 

Para driver menurutnya, sebelumnya sudah cukup bahagia dengan adanya regulasi ojek online yang mengatur tentang tarif batas bawah dan batas atas. Hanya saja, lanjut dia, hingga kini belum menjadi solusi karena masih adanya persoalan promo yang jor-joran.

"Seperti dalam kasus Grab itu, dampak bagi kami selaku driver ojek online itu sangat terasa, driver gojek sepi penumpang. Karena semua konsumen pada naik Grab," kata dia. 

Untuk mengatasi persoalan ini, pihaknya berharap pemerintah turun tangan dalam mengatur soal tarif itu hingga batasan promo yang diberlakukan.

Aksi promo jor-joran, menurut Ardito Bhinadi Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Industri Skala Kecil, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPN Veteran Yogyakarta, harus dilarang di Indonesia, karena melanggar keadilan dan keseimbangan pasar dan berpotensi memicu persaingan usaha yang tidak sehat. 

"KPPU seharusnya cepat bertindak jika memang terbukti ada perusahaan ojol melakukan strategi predatory pricing, sanksinya jangan hanya berupa denda yang ringan (Perusahaan itu) harus dilarang beroperasi sampai bersedia mematuhi peraturan yang berlaku dan menerapkan perilaku persaingan usaha yang sehat," kata dia.

Penerapan sanksi berat diperlukan karena sanksi denda yang ringan tidak akan membuat efek jera kepada pelaku. Apalagi denda yang dibayarkan relatif sangat kecil bila dibandingkan keuntungan jangka panjang yang diperoleh perusahaan.

"Sanksi penghentian operasional akan lebih rasional dan membuat efek jera karena usahanya akan berhenti sehingga terancam tutup usaha," sambung dia.

Predatory pricing adalah strategi yang biasa digunakan oleh suatu perusahaan yang ingin melakukan penetrasi pasar dan menguasai pasar alias monopoli. Strategi ini tentunya harus didukung dengan modal yang kuat dan besar.

Strategi tersebut bila dijalankan akan membahayakan pasar ojol. Pihak yang tidak memiliki modal kuat akan kalah bersaing karena konsumen akan memilih ojol dengan tarif lebih rendah dan murah. 

"Lama kelamaan perusahaan lain akan tutup. Setelah perusahaan lain tersingkir atau diakuisisi, maka perusahaan tersebut secara perlahan akan menaikkan tarifnya. Konsumen terpaksa tetap memakai layanan karena sudah tidak ada pilihan lagi," tambahnya.

Dalam pada itu, terkait dengan perilaku predatory pricing tersebut, dia menilai, KPPU harus cepat bertindak dan mengambil keputusan yang tepat agar pasar tidak semakin rusak atau terdistorsi dengan adanya perilaku usaha yang tidak sehat oleh salah satu pelaku pasar.

Pasar atau harga wajar tarif ojol menjadi sulit dicapai karena masyarakat yang sudah terbiasa dengan subsidi, bayar sangat murah di luar kewajaran. 

"Jadi akan sulit untuk mencabut promo atau subsidi berlebihan tersebut. Akibatnya akan ada gejolak ketika subsidi atau tarif diberlakukan normal. Ini namanya pelaku usaha tidak mendidik konsumen, jika terus-menerus perang promo. Tatanan pasar dan sosial masyarakat bisa rusak," tutupnya. 

Penulis : Helmi
Editor : Fauzia

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Sembako.Stok dan Harga Sembako di Pekanbaru Aman Jelang Idul Adha
Hotel di Pekanbaru.Bisnis Perhotelan di Pekanbaru Mulai "Menggeliat" di Tengah Penerapan New Normal
Warga Pekanbaru tampak datangi kantor PLN mempertanyakan lonjakan tagihan yang naik drastis.Warga Pekanbaru Keluhkan Tagihan Listrik Naik Drastis, Biasa Rp200 Ribu Malah Jadi Rp800 Ribu
  Tol Permai.Segera Beroperasi, Tol Pekanbaru – Dumai Tingkatkan Konektivitas Kawasan Industri di Provinsi Riau
 Ketua PWI Riau, Zulmansyah Sekedang beserta anggota hadir saat pembagian sembako untuk masyarakat Kota Pekanaru bersama Komunitas Generasi Penggerak (GERAK) Pekanbaru. Paket bantuan terdiri dari sembako, seperti beras, minyak makan, gula, kecap, dan mie instan.Peduli Masyarakat Terdampak Pandemi, XL Axiata Bagikan Sembako di Pekanbaru
Direktur Indragiri Exchanger (IE) Handa FadillahMember Berkembang Pesat, Kantor Pusat Indragiri Exchanger Akan Pindah ke Pekanbaru

 
Berita Lainnya :
  • Pemkab Inhil Serahkan 4.500 Sertifikat Tanah
  • Pemerintah Tanggung Biaya Penyuntikan Vaksin Covid-19 Senilai Rp 65,9 Triliun
  • Sempena HUT ke-63 Riau, AMSI Taja Webinar Merayu APBN
  • Cabuli dan Sayat Bocah hingga Tewas, Pria di Siak Terancam Hukuman Mati
  • Viral Pernikahan Ayah Mertua dan Ibu Kandung, Suami Jadi Kakak Tiri, Bikin Bingung
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Rotte Foundation Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved