www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Begini Bentuk Kursi Pesawat Anti-Corona, Diklaim Aman Buat Penumpang
 
Kimia Farma Sebut BPJS Kesehatan Masih Utang Rp 400 Juta
Selasa, 07 Mei 2019 - 19:59:03 WIB
Ilustrasi Kimia Farma
Ilustrasi Kimia Farma

JAKARTA - PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan masih menunggak pembayaran kepada perusahaan sekitar Rp400 miliar per kuartal I 2019. Angka itu masih terus berjalan (on going) dan mempengaruhi jumlah piutang pendapatan perseroan.

Direktur Keuangan Kimia Farma IGN Suharta Wijaya mengatakan piutang ini terdiri dari dua jenis, yakni piutang langsung dan tidak langsung. Dari segi bisnis farmasi, BPJS Kesehatan tentu perlu membayar obat yang telah diberikan rumah sakit. Namun, BPJS Kesehatan juga perlu bertanggung jawab atas beberapa biaya pengobatan di klinik kelolaan Kimia Farma.

"Tapi angka piutang tersebut sifatnya on going, jadi tentu piutangnya terus bertambah hingga sekarang seiring kewajiban yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan," jelas Suharta, Selasa (7/5/2019) seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Ia memahami bahwa saat ini BPJS Kesehatan tengah mengalami masalah likuiditas. Bahkan, pemerintah sampai harus mempercepat pencairan iuran BPJS Kesehatan bagi Peserta Bukan Iuran (PBI) sebesar Rp8,4 triliun di awal tahun. Namun tak dapat dipungkiri hal itu turut mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.

Pada kuartal I 2019, perseroan sejatinya membukukan pertumbuhan pendapatan 21,79 persen secara tahunan dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,81 triliun. Hanya saja, perusahaan mengalami penurunan laba sebesar Rp20,63 miliar, atau turun 44,56 persen dibanding tahun kemarin Rp37,21 miliar.

Suharta bilang, penurunan laba terjadi karena ada kenaikan beban bunga bank yang mencapai 218,23 persen. Jika piutang tersebut dibayar tepat waktu, harusnya perusahaan masih bisa mengamankan laba.

"Salah satu yang menekan laba tersebut adalah biaya bank yang tinggi, sehingga memang mengantisipasinya adalah dengan mendapatkan piutang tersebut," jelas dia.

Kendati demikian, Suharta mengatakan BPJS Kesehatan sudah beritikad baik untuk membayar seluruh piutangnya. Tahun ini, lanjut dia, pembayaran piutang BPJS Kesehatan dianggap lebih baik. Sebab, piutang pendapatan dengan masa di atas tiga bulan semakin sedikit.

"Kami juga sudah bertemu BPJS Kesehatan dan sudah jauh membaik sistem pembayarannya. Kami harapkan bisa terus seperti ini, di mana piutang yang punya masa aging tiga bulan secepatnya dibayar," papar dia. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
BPJS Kesehatan.Iuran BPJS Naik Bikin Bahaya, Banyak yang Turun Kelas
Ilustrasi.Jatuh Tempo 31 Desember 2019, Utang BPJS Kesehatan ke RS Capai 14 Triliun
IlustrasiIngat! Iuran BPJS Kesehatan Sudah Naik, Berikut Rinciannya
  IlustrasiJakarta Futures Exchange Peduli Covid-19
Ilustrasi: Uang basah.Bagi Warga yang Duitnya​ Rusak Terendam Banjir Bisa Ditukar Gratis Loh !
SPBU milik Pertamina.Jakarta Dikepung Banjir, 7 SPBU Pertamina Terpaksa Tutup

 
Berita Lainnya :
  • Begini Bentuk Kursi Pesawat Anti-Corona, Diklaim Aman Buat Penumpang
  • Bahaya Sampah Plastik di Laut
  • Tagihan Listrik Warga Kota Selatpanjang Membengkak, Ini Tanggapan PLN
  • Smartfren Hadirkan eSIM Khusus untuk Galaxy S20 series, Fold dan Z Flip
  • Agar Pelanggan Tak Alami Lonjakan Tagihan, Ini Skema dari PLN
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Polda Riau Semprot Disinfektan di Kantor PT RFB
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved