www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Korsleting Listrik, Rumah Nelayan di Desa Alai Ludes Terbakar, Tersisa Baju di Badan
 
Rentang 2016 - 2018, Investasi Masuk ke Meranti Capai Rp85,18 miliar
Selasa, 27 November 2018 - 21:27:55 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

SELATPANJANG  - Rentang tahun 2016-2018 jumlah investasi yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebanyak Rp85, 18 miliar.

Bentuk investasi dalam kurun waktu dua tahun tersebut bermacam macam, mulai dari sektor perhotelan, peternakan, penjualan, dan usaha pelayaran.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Iklim dan Promosi Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kepulauan Meranti, Yuliendri menjelaskan saat ini bisnis perhotelan   menjadi sektor yang paling banyak berinvestasi yang dianggap menguntungkan karena tingginya tingkat kunjungan tamu luar daerah.

Berdasarkan data nilai investasi di dinas tersebut, pada tahun 2016  PT Mas Artha Sarana yang bergerak pada usaha penjualan minyak berinvestasi sebesar Rp 1,75 Miliar.

Pada tahun 2017 nilai investasi mencapai Rp24,83 miliar, diantaranya investasi Red 9 Hotel mencapai Rp1 miliar, PT Tujuh Saudara Sejahtera yang bergerak di bidang penjualan minyak berinvestasi sebesar Rp2 miliar, PT Mutiara Rezeki yang juga bergerak di bidang yang sama berinvestasi sebesar Rp3,7 miliar, PT Meranti Sofia Jaya Mandiri sebesar Rp1,8 miliar.

PT San San Hotel berinvestasi sebesar Rp1,1 miliar, PT Era Mas Marindo yang bergerak di bidang pelayaran berinvestasi sebesar Rp4,77 miliar, PT Pertanian Sukses Meranti yang bergerak di bidang perkebunan karet berinvestasi sebesar Rp3 miliar, PT Rubber Indo yang bergerak di bidang yang sama berinvestasi Rp1,5 miliar.

PT Limindo Mandiri Jaya, perusahan yang bergerak di bidang angkutan laut domestik berinvestasi sebesar Rp3 miliar,  PT Oldstar yang bergerak di bidang penjualan barang rumah tangga berinvestasi sebesar Rp2 miliar.

Sedangkan pada tahun 2018, nilai investasi mencapai Rp58, 6 miliar diantaranya Cv Agung Kencana (Aka Meranti Hotel) berinvestasi sebesar Rp9,060 miliar, Cv Diva Pratama Sejahtera (Hotel Diva) berinvestasi sebesar Rp11, 5 miliar, penambahan fasilitas Grand Meranti Hotel yang berinvestasi sebesar Rp8,2 miliar, PT Indobaru Graha Meranti (Indobaru Hotel) berinvestasi sebesar Rp14,5 miliar, PT Agro Mas Sakti yang bergerak dibidang penjualan minyak kelapa berinvestasi sebesar Rp1,5 miliar dan PT Mitra Meranti Sukses yang bergerak dibidang penjualan Minol berinvestasi sebesar Rp1,2 miliar.

Yuliendri menjelaskan angka investasi tersebut sesuai yang tertera pada izin prinsip yang diisi oleh pemohon yang diajukan dan diisi pada Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE).

"Nilai investasi tersebut diisi langsung oleh pemohon, jadi tidak ada rekayasa," kata Yuliendri.

Lebih lanjut dikatakan, pada tahun 2018 ini ada dua perusahan yang mencatatkan penanaman modal pada aplikasi, walaupun sudah lama beroperasi. Perusahaan tersebut adalah PT Lili Anugerah (Hotel Lili) nilai investasi sebesar Rp5 miliar dan New Furama Hotel dengan nilai investasi​ Rp2,5 miliar.

"Dua perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan itu baru mendaftar penanaman modal mereka dan sudah  di sistem, sedangkan mereka sudah lama beroperasi," kata Yuliendri.

Diakuinya investasi di Meranti belum maksimal, karena banyaknya sarana dan prasana yang belum memadai.

"Kita akui jumlah investasi yang masuk sejauh ini belum maksimal. Hal itu dikarenakan masih minimnya sarana dasar di Meranti, listrik maupun air bersih dan yang lainnya," kata Yulianti.

Sebagai upaya meningkatkan jumlah penanaman modal itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti masih melakukan program Free Tax atau pembebasan pajak dalam jangka waktu tertentu bagi investor baru yang menanamkan modalnya.

Penulis : Ali Imroen
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
Kadis PMPTSP Riau, Helmi D saat konferensi persTriwulan Pertama 2020, PMA Riau Capai Rp5 Triliun, Naik Dibanding Tahun Lalu
Ilustrasi.Pertumbuhan Investor Baru di Riau Naik 4,08 Persen di Kuartal I
Pimpinan Cabang RFB Pekanbaru, Liwan (kiri).Investasi Emas Berjangka Kian Bersinar, Locogold Rifan Financindo Berjangka Kian Menarik
  Direktur Indragiri Exchanger, Handa Fadillah S. SosBesok, Indragiri Exchanger Luncurkan Program Baru, Ini Penjelasannya...
Mahmuzin TaherJelang Ramadan dan Idul Fitri, Mahmuzin Taher Subsidi Biaya Angkut Barang dari Jakarta ke Selatpanjang
IlustrasiDimodali dengan Dana Besar, Sejumlah BUMD Riau Tak Beri Keuntungan

 
Berita Lainnya :
  • Korsleting Listrik, Rumah Nelayan di Desa Alai Ludes Terbakar, Tersisa Baju di Badan
  • Mahasiswa STIT Al-Kifayah Riau Salurkan Bantuan Bibik Ikan Lele pada Masyarakat
  • Gubri Kembali Akan Evaluasi Pejabat Eselon II Pemprov Riau
  • Gubri Sebut Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Riau Kebanyakan OTG
  • Marc Marquez Dipastikan Absen di MotoGP Australia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Rotte Foundation Kunjungi Metro Riau Group
     
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved