Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

16:55 - Pertamina Dumai Gelar Peri...
18:39 - Walikota Dumai Perkenalkan...
16:07 - Wujud Kepedulian Terhadap ...
18:22 - Spanduk di Dumai Bertulisk...
17:32 - KPU Dumai Buka Pendaftaran...
17:40 - Kapolda Riau Ajak Masyarak...
16:25 - Kapolda Riau Lepas Peserta...
19:10 - Lima Tahun Menumpang, Kini...
16:46 - Polres dan Pemko Dumai Uji...
18:52 - Nelayan Tanjung Palas Tera...
17:25 - Diduga Kerap Jadi Tempat M...
19:25 - Pemko Dumai Klaim Angka St...
20:14 - Virus Corona Sampai ke Sin...
19:33 - Pemko Dumai Tetapkan Statu...
10:09 - Tim SAR Gabungan Turun Car...
17:36 - Wako Dumai Zul As Terima P...
14:41 - Tidak Ikut Ujian TKD, ‎5...
09:12 - Heboh Isu Virus Corona di ...
18:59 - DLHK Dumai Ajak Masyarakat...
17:33 - Pemko Bentuk Desk Pilkada ...
 
Limbah Pertamina RU II Potensi Rusak Lingkungan
Minggu, 29/09/2013 - 13:32:37 WIB

DUMAI-Kemajuan bidang industri memang memberikan dampak positif yaitu terbukanya lapangan kerja. Disisi lain perkembangan industri juga merupakan sektor yang sangat potensial sebagai sumber pencemaran yang akan merugikan bagi kesehatan dan lingkungan.
 
Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai, Basri, di ruang kerjanya kemarin mengatakan salah satu industri yang dapat mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat adalah industri perminyakan oleh kilang minyak PT. Pertamina RU II Dumai.
 
''Meski tidak terbukti mencemari parit di kelurahan Jaya Mukti, namun tidak menutup kemungkinan Perusahaan tersebut berpotensi menghasilkan limbah yang sangat berbahaya bagi Lingkungan dan Masyarakat yang tinggal di ring I. Kita akan mencari bukti-bukti baru,'' kata Basri.
 
Dijelaskan Basri, kilang minyak PT. Pertamina RU II Dumai berpotensi merusak lingkungan hidup karna salah satu dampak negatif dari kilang minyak adalah timbulnya pencemaran lingkungan oleh limbah yang berbentuk gas, padatan atau cairan yang timbul dari proses dan pengolahan minyak.
 
Lanjutnya, limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri tentunya dapat mencemari lingkungan, sehingga masyarakat di sekitar kilang minyak terancam kesehatannya. 

''Limbah gas, padat maupun cair dapat berpengaruh terhadap lingkungan dan kesehatan manusia bila tidak ditangani dengan baik dan benar,'' sebut Basri.
 
Oleh karena itu, menurut Basri pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan Sidak ke Kilang Minyak PT. Pertamina RU II Dumai untuk melihat alur pengolahan limbah apakah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, karena menurut Basri sidak ini untuk menguji kebenaran alur pengolahan limbah yang pernah disampaikan Managemen Pertamina RU II ke KLH Dumai.
 
Basri menegaskan pengolahan limbah diatur oleh UU Nomor  23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, PP Nomor 85 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3), Permen Lh Nomor  18  Tahun 2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah B3.
 
Selain itu ada juga Permen Lh Nomor 30 Tahun 2009 tentang Tata Laksana Perizinan Dan Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Serta Pengawasan Pemulihan Akibat Pencemaran Limbah B3 Oleh Pemerintah Daerah dan UU Nomor  32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
 
Atas dasar UU dan PP tersebut Basri berjanji akan membawa awak media dalam melaksanakan Sidak di Kilang Minyak Pertamina RU II Dumai, hal ini dilakukan berkaitan banyaknya laporan terkait dugaan pembuangan limbah yang dilakukan pihak Pertamina RU II Dumai yang dapat mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Tegasnya
 
Sementara, warga yang tinggal di ring I Kilang Minyak PT Pertamina RU II Dumai tepatnya di Kelurahan Tanjung Palas kecamatan Dumai Timur mengeluhkan debu yang turun akibat aktifitass kilang minyak di perusahaan BUMN itu.
 
Seperti yang diungkapkan salah satu warga yang enggan disebut namanya, ia mengaku setiap pagi menjumpai debu halus berwarna hitam di teras rumahnya. 

''Akibat polusi udara itu banyak warga mengeluh akibat penyakit sesak nafas dan batuk-batuk. Meskipun ada pengobatan gratis tapi kami khawatir polusi ini berakibat buruk bagi kesehatan kami,'' katanya.   
 
Menurutnya sebelumnya pernah dilakukan pengukuran kadar udara oleh Sucofindo, dan masyarakat menyaksikan langsung. Hanya saja hasil dari sampel yang diambil tidak pernah disampaikan kepada masyarakat dan terkesan menutupi kebenaran hasil tes itu. Terangnya. (Bambang/MRNetwork)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Ribuan Korban di Kampar Diduga Ditipu Investasi Bodong Sapi Perah, Desak Polda Riau Beri Tindakan
  • Hallo Food, Aplikasi Lokal Karya Anak Kepulauan Meranti
  • Bupati Suyatno Hadiri Jejamu Toluk Gong Raja Bejamu
  • Hari Peduli Sampah, DLHK Riau Apresiasi Bank Sampah RAPP
  • Tenti Ekasari Terpilih Sebagai Ketua GenPI Riau, Bupati Sukiman Beri Ucapan Selamat
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved