Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

17:43 - Antisipasi Kenaikan Kasus ...
17:06 - Tekan Covid-19, Syamsuar A...
23:07 - Satpol PP Dumai Warning PK...
20:15 - Hadapi Lonjakan Wisatawan ...
18:30 - 14 Pasien Covid-19 di Duma...
17:35 - Walikota Dumai Minta OPD P...
15:58 - Satu Lagi Tenaga Medis di ...
17:15 - Pasien Covid-19 di Rutan K...
15:19 - Pegawai Kejari Dumai Jalan...
12:30 - Pertamina Gelar Doa Bersam...
21:27 - TP PKK Dumai Gelar Penilai...
18:20 - Banjir Rob Masih Landa Dum...
16:51 - Pasien Covid-19 di Dumai T...
16:22 - Banjir Rob di Dumai, Walik...
13:52 - Capaian PBB Kota Dumai hin...
13:04 - Babinpotmar Posmat TNI AL ...
19:16 - Wako Dumai Kampanyekan Ger...
18:51 - Hari Ini 13 Pasien Covid-...
18:09 - Sejak September, Sudah 229...
18:56 - Angka Kasus Covid-19 di Du...
 
Banjir Rob di Dumai, Walikota Sebut Akibat Pemanasan Global
Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:22:59 WIB
Banjir air Rob di Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota, Minggu (18/10/2020).
Banjir air Rob di Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota, Minggu (18/10/2020).
TERKAIT:

DUMAI - Sejak Sabtu hingga Minggu (17-18/10/2020) sebagian besar wilayah Kota Dumai terendam banjir akibat air rob atau pasang air laut. Tidak hanya menggenangi jalan, pasang air rob juga menggenangi rumah-rumah warga.

Wargapun meminta Pemerintah merumuskan kebijakan agar ke depan banjir air rob tidak menggangu rumah-rumah warga, seperti membuat tanggul atau pintu air.

"Ini bukan banjir air hujan, tapi akibat pasang air laut, orang sini menyebutnya pasang keling terjadi per dua minggu cuma bulan ini puncaknya, terjadi pagi hari dan malam," kata Adi warga Jalan Hasanuddin, Minggu (18/10/2020).

Adi berharap, Pemerintah Kota Dumai membuat tanggul atau pintu air untuk mencegah air naik ke darat.

"Kami yakin pintu air bisa menjadi solusi. Dibuat otomatis, ketika air pasang pintu air tertutup, sebaliknya saat surut terbuka," ungkapnya.

Menjawab keluhan warga, Walikota Dumai H Zulkifli As, mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir, sama-sama menyaksikan bahwa Kota Dumai dilanda banjir rob. Dan kondisinya tidak seperti biasanya. Luapannya datang berulang kali, dan intensitasnya pun cukup banyak.

"Jika kita perhatikan, sebetulnya ada beberapa hal yang menyebabkan banjir rob ini terjadi. Pertama, masalah pemanasan global, pembabatan hutan mangrove, topografi wilayah dan lain sebagainya," kata Wako.

Dalam 5 tahun terakhir, setiap tahunnya Pemerintah Kota Dumai selalu mengusulkan agar Pemerintah Pusat peduli dengan Kota Dumai dengan memberikan bantuan alokasi khusus guna menanggulangi persoalan abrasi, pembuatan tanggul raksasa, hingga pembudidayaan kembali hutan mangrove untuk mencegah banjir rob ini.

"Kalau berdasarkan kajian yang kita lakukan, biaya yang dibutuhkan untuk penanggulangan banjir di Kota Dumai Rp400 - 500 miliar," ucapnya.

"Walaupun sampai tahun ini apa yang kita perjuangkan dan yang kita usulkan tersebut belum mendapat prioritas dari Pemerintah Pusat. Semoga di tahun-tahun yang akan datang, apa yang kita usulkan tersebut dapat direalisasikan Pemerintah Pusat," ucapnya.

"Saya juga berharap pada masyarakat Kota Dumai untuk tetap bersatu dan bersama-sama bekerja keras guna mendukung kebijakan Pemerintah, minimal dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong membersihkan sedimentasi parit tempat tinggal," ucapnya.

Kebijakan Pemerintah tanpa dukungan masyarakat tidak akan ada artinya. Untuk itulah, ia mengharapkan dukungan penuh dan partisipasi semua pihak menghadapi musibah banjir ini.

Di Perubahan APBD 2020 ini, Pemerintah Kota Dumai sudah menganggarkan sejumlah anggaran untuk program pengerukan parit dan sungai. Semoga OPD terkait dapat segera mengeksekusinya dengan maksimal, sehingga hasilnya bisa diraskan langsung oleh masyarakat Dumai secara luas.

Penulis : Bambang
Editor : Fauzia

 

 


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Butuh Pembinaan dan Pemasaran, Petani Aren di RTB Kesulitan Pasarkan Gula Aren
  • Ada Penambahan 290 Kasus Baru Corona di Riau Hari Ini
  • Kebiasaan Baru Masyarakat Bengkalis; Hampir 80 Persen Sediakan Tempat Cuci Tangan
  • Selama Pandemi Transaksi QRIS Mandiri Syariah Naik 16 %
  • Pasien Baru Corona Indonesia Tambah 3.732, Total Positif 389.712
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved