Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

16:41 - Hari Raya Idul Fitri, 4 Pa...
14:23 - Pemko Dumai Lakukan Rapid ...
14:01 - Hore! THR PNS Kota Dumai S...
15:49 - Gubri Bersama Kapolda dan ...
08:53 - Telkomsel Serahkan Bantuan...
14:30 - Asal Terapkan Protokol Kes...
10:21 - Hari Pertama PSBB Kota Dum...
18:38 - Data Terbaru Corona di Dum...
16:57 - Diterapkan Mulai Besok, In...
13:22 - Zul As Pimpin Apel Konsoli...
11:50 - Kesaksian Pasien 01 Dumai ...
17:49 - Kabar Baik, Sebulan Lebih ...
16:45 - Selama PSBB, Walikota Duma...
14:31 - Senin Mulai Diberlakukan, ...
13:49 - Polemik Bansos Covid-19 Ko...
18:06 - Sekda: PSBB Dumai Akan Dit...
17:39 - WOM Finance Dumai Sumbangk...
17:02 - Satu Lagi Pasien Covid-19 ...
15:17 - Sekda Ungkap Meski Anggara...
14:40 - Sekda Dumai Pimpin Rapat P...
 
Wawako Beri Donasi Dukung Tenaga Medis Bikin APD Lawan Corona
Senin, 30 Maret 2020 - 14:54:32 WIB
 Wawako Dumai Eko Suharjo SE meninjau pembuatan APD oleh Komite Keperawatan RSUD Dumai.
Wawako Dumai Eko Suharjo SE meninjau pembuatan APD oleh Komite Keperawatan RSUD Dumai.
TERKAIT:
 
  • Wali Kota: APBD Dumai 2020 Sudah Bisa Digunakan
  • Walikota Klaim Realisasi APBD Kota Dumai sudah 90 Persen
  • RAPBD Dumai 2020 Tunggu Verifikasi Gubernur
  •  

    DUMAI - Persediaan alat pelindung diri (APD) yang dikenakan dokter dan perawat di RSUD Dumai untuk menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona (Covid-19) menipis.

    Padahal APD menjadi kebutuhan mutlak bagi dokter dan petugas medis untuk menangani PDP Virus Corona, mereka berada di garda terdepan melawan COVID-19, tidak bisa bekerja tanpa APD.

    Untuk menjawab kekurangan APD di RSUD Dumai, Komite Keperawatan RSUD Dumai membuat sendiri APD.

    APD yang mereka buat adalah masker, face shield, apron, alat pelindung kepala, alat pelindung mata dan muka, serta penutup sepatu.  

    Perlengkapan tersebut dibuat menggunakan biaya yang dikumpulkan secara swadaya oleh komite keperawatan RSUD Kota Dumai.

    "Kami dari komite keperawatan berinisiatif membuat APD secara mandiri. Tujuannya untuk menutupi kekurangan APD sebab persediaan APD kami di RSUD sangat menipis," kata Rika Widyana Ketua Komite Keperawatan RSUD Dumai didampingi Desy, kepala ruangan IGD, Senin (30/3/2020) di RSUD Dumai.

    Selain sumbangan dari Persatuan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) Kota Dumai, juga ada bantuan dari kolega perawat.

    "Uang yang terkumpul kami pergunakan untuk membeli bahan-bahan pembuatan APD. Alhamdulillah kami sudah menyiapkan 100 pasang APD terdiri dari masker, face shield, apron, alat pelindung kepala, alat pelindung mata dan muka, serta penutup sepatu," ungkapnya.

    Lanjutnya, APD yang dibuat juga dinyatakan layak oleh Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya infeksi pada petugas.

    "Jadi sebelum membuat APD kami sudah berkoordinasi dengan PPI untuk standarisasi APD yang kami buat," tambahnya.

    Inisiatif membuat APD sendiri dilakukan mengingat saat ini susah untuk mendapatkan APD.

    Sebanyak, 100 pasang APD akan segera didistribusikan ke ruangan, khususnya untuk ruang isolasi PDP virus Corona.

    Selain untuk membuat APD, uang yang terkumpul juga digunakan membeli puding dan suplemen tenaga medis, membeli perlengkapan mandi di IGD khusus bagi PDP virus Corona. 

    "Kami berharap Pemerintah memperhatikan kami disini. Dan himbauan kami kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar rumah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini," pintanya.

    Kelangkaan APD di Kota Dumai ternyata menyita perhatian Wakil Walikota Dumai Eko Suharjo SE.

    Senin (30/3/2020) Wawako Dumai meninjau langsung pembuatan APD oleh komite perawat di RSUD Kota Dumai.

    Menurut Wawako, kelangkaan APD terjadi di hampir setiap rumah sakit seluruh Indonesia, tidak terkecuali di Kota Dumai. Untuk itu Pemerintah mendukung apa yang telah dilakukan komite keperawatan RSUD Dumai membuat APD sendiri menggunakan dana yang dikumpulkan secara swadaya.

    Wawako Dumai turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini. Pada kesempatan itu Wawako memberikan bantuan uang tunai Rp10 juta secara pribadi.

    "Tujuan mereka membuat APD untuk membantu para dokter dan perawat menangani PDP virus corona. Ini tugas mulia, tugas kemanusiaan yang harus di dukung, untuk itu saya turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan ini," kata Eko Suharjo.

    Dia juga berpesan kepada dokter dan perawat yang berada di garda terdepan, agar selalu menjaga kesehatan. 

    "Tugas mereka merupakan tugas yang sangat mulia, tidak kenal lelah, tetap sabar dan mau mengorbankan waktunya, menjadi garda terdepan melawan COVID-19, semoga mereka selalu diberi kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.

    Penulis: Bambang
    Editor: Yusni Fatimah




    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Empat Hari Berturut-turut Pekanbaru Nihil Tambahan Kasus Corona
  • China Akhirnya Akui Simpan Virus Corona di Laboratorium, Sebut Mustahil Terjadi Kebocoran
  • BMKG Deteksi 16 Hotspot di Sumatera, 2 Titik Ada di Riau
  • Hari Ini Riau Nihil Kasus Baru Corona, Total Pasien Positif Masih 111 Orang
  • Hari Raya Idul Fitri, TMC di Riau Tetap Dilaksanakan, Total Volume Hujan Capai 33,8 Juta M3
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved