Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

17:07 - Walikota Dumai Ajak Masyar...
21:32 - Terkait Pembatalan Pembera...
19:57 - Lagi, Gugus Tugas Covid-19...
10:26 - Lanal Dumai dan Kodim 0320...
18:21 - Rapid Test Covid-19 Sasar ...
13:30 - Empat Pegawai Kejari Dumai...
17:05 - Pasien Positif Corona di D...
16:10 - Di Tengah Pandemi Covid-19...
16:41 - Hari Raya Idul Fitri, 4 Pa...
14:23 - Pemko Dumai Lakukan Rapid ...
14:01 - Hore! THR PNS Kota Dumai S...
15:49 - Gubri Bersama Kapolda dan ...
08:53 - Telkomsel Serahkan Bantuan...
14:30 - Asal Terapkan Protokol Kes...
10:21 - Hari Pertama PSBB Kota Dum...
18:38 - Data Terbaru Corona di Dum...
16:57 - Diterapkan Mulai Besok, In...
13:22 - Zul As Pimpin Apel Konsoli...
11:50 - Kesaksian Pasien 01 Dumai ...
17:49 - Kabar Baik, Sebulan Lebih ...
 
Diduga Kerap Jadi Tempat Mesum, Rumah Kos Tari Disegel Satpol PP Dumai
Senin, 17 Februari 2020 - 17:25:57 WIB
Satpol PP Segel rumah kos di Jalan Siak RT 02 Kelurahan STDI Dumai Barat, Senin (17/2).
Satpol PP Segel rumah kos di Jalan Siak RT 02 Kelurahan STDI Dumai Barat, Senin (17/2).
TERKAIT:

DUMAI - Satuan Polisi Pamong Praja ‎(Satpol PP) Kota Dumai menutup lalu menyegel Rumah Kos Tari di Jalan Siak RT 02 Kelurahan Simpang Tetap Darul Ikhsan, Kecamatan Dumai Barat, Senin (17/2/2020).

Selain tidak memiliki izin, dan tidak ada IMB, tempat kost Tari diduga sering digunakan pasangan muda mudi sebagai tempat mesum.

Kepala Satpol PP Dumai HR Bambang Wardoyo mengatakan penutupan Rumah Kos Tari di Jalan Siak RT 02 kelurahaan Simpang Tetap Darul Ikhsan karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2002 tentang penyelenggaraan ketertiban umum.

"Sebelum kita segel, pemilik kosan Tari sudah diberi surat peringatan atau SP sebanyak 3 kali," kata Bambang Wardoyo.

Sebanyak 16 pintu Kosan Tari disegel karena belum memiliki izin dan belum ada IMB dan diduga sering dijadikan tempat mesum.

"Baru-baru ini warga setempat menggerebek pasangan tanpa surat nikah di dalam rumah kosan pukul 04.00 dini hari," terang Bambang.

Bambang menerangkan, penyebab paling fatal penutupan rumah kos ini, dikarenakan laporan dari masyarakat, kelurahaan hingga kecamatan kepada Satpol PP Dumai, bahwa rumah kos ini sering digerebek dan didapati pasangan tanpa surat nikah.

Menurutnya, penyegelan ini dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan, atau sampai pemilik rumah kos memiliki izin dari dinas terkait.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat, jika mendapati rumah kos yang dijdikan tempat mesum segera laporkan ke Satpol PP.

Ketua RT 02 Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan, Abdul Manan mengaku, keberadaan rumah kos tersebut sudah berdiri sekitar dua tahun lamanya.

Ia menambahakan, keberadaan Rumah Kos Tari ini memang sudah meresahkan masyarakat sekitar, pasalnya sudah tidak terhitung lagi berapa banyak pasangan tanpa surat nikah yang digrebek warga.

"Minggu lalu warga setempat berhasil menggerebek pasangan tanpa surat nikah pukul 04.00 dini hari lalu dibawa ke Poskamling," terang Ketua RT.

Diakui Ketua RT, penyewa kos ini tidak pernah melapor kepada RT, dan dari beberapa penggrebekan saat ditanya semuanya merupakan warga Dumai. "Jadi tanda tanya bagi kami, mereka tinggal di Dumai mengapa ngekos?" tanya RT heran.

Diungkapkannya, dengan telah disegelnya rumah kos Tari ini masyarakat tidak resah lagi, dan semoga pemilik kosan lebih selektif sebelum menyewakan kosannya. Jangan sampai rumah kos ini dijadikan tempat mesum.

Sementara Wan Fuspa Oktari pemilik rumah kos mengaku pasrah saat 16 pintu rumah kosnya disegel Satpol PP Dumai.

"Pasrah aja, ikuti aturan yang berlaku, saat ini saya tengah mengurus izinnya kok," lata Wanita yang akrab disapa Tari.

Diakui Tari, rumah kosannya belum ada izin. "Memang belum ada (izinnya) karena masih menunggu sertifikat tanah selesai sebagai syarat mengurus izin rumah kos," terang Tari.

Tari mengaku tidak pernah mengetahui jika penghuni  kamar kos miliknya melakukan kegiatan asusila.

"Saya gak tau kalau penyewa rumah kos melakukan kegiatan asusila, kemarin memang warga sini benberapa kali menggerebek dan didapati beberapa pasangan tanpa surat nikah," sebut Tari.

"Dan kedepan saya akan lebih selektif lagi sebelum menerima tamu yang ingin ngekos. Kalau perlu saya langsung yang melapor ke pak RT," janji Tari.

Pantauan di lapangan penyegelan rumah kos Tari disaksikan Camat Dumai Barat, Adyan, Lurah Simpang tetap Darul Ichsan, Havis, RT 02 Jalan Siak, Abdul Manan, Bhabinkamtibmas dan anggota Satpol PP Dumai.

Penulis : Bambang
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dalam Sepekan, Polsek Tambusai Utara Ungkap Pelaku Curat dan Curas
  • Pembangunan Tol Sesi Dua Bangkinang-Pangkalan Dimulai Agustus, 2 Exit Tol Dipastikan di Kampar
  • Pemkab dan KPU Rohul Siap Geser dan Tambah Anggaran Pilkada 2020
  • Di Tengah Pademi COVID 19, Guru di Kawasan PT EDI Beri Pendidikan Berbeda ke Siswa
  • Pilkada Terapkan Protokol Kesehatan, Pemkab Rohul Upayakan Pendanaan Melalui APBD
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved