Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

18:52 - Nelayan Tanjung Palas Tera...
17:25 - Diduga Kerap Jadi Tempat M...
19:25 - Pemko Dumai Klaim Angka St...
20:14 - Virus Corona Sampai ke Sin...
19:33 - Pemko Dumai Tetapkan Statu...
10:09 - Tim SAR Gabungan Turun Car...
17:36 - Wako Dumai Zul As Terima P...
14:41 - Tidak Ikut Ujian TKD, ‎5...
09:12 - Heboh Isu Virus Corona di ...
18:59 - DLHK Dumai Ajak Masyarakat...
17:33 - Pemko Bentuk Desk Pilkada ...
18:03 - Walikota Dumai Teken Perja...
10:47 - Hingga Hari Kedua, 197 Ora...
18:00 - Hari Pertama, 142 Peserta ...
12:46 - Peserta Tes SKD CPNS Dumai...
09:35 - Walikota Jamin Tidak Ada U...
18:51 - Peserta Tes SKD CPNS harus...
14:04 - Sekda Herdi Salioso Tinjau...
11:48 - Sesi Pertama SKD CPNS Duma...
10:37 - Hari Ini, BKPSDM Dumai Mul...
 
Pemko Dumai Klaim Angka Stunting Terendah di Riau
Kamis, 13/02/2020 - 19:25:17 WIB
 Walikota Dumai H Zulkifli AS.
Walikota Dumai H Zulkifli AS.
TERKAIT:

DUMAI - Pemerintah Kota Dumai mengklaim bahwa angka stunting Dumai terendah se-Riau.

Januari hingga Desember 2019 jumlahnya kurang dari 1 persen atau 290 orang anak dari total jumlah penduduk se Kota Dumai.

Angka tersebut diketahui dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

"Dari data yang di rilis oleh Dinas Kesehatan Riau, angka Stunting Dumai terendah di Riau. Januari hingga Desember 2019 jumlahnya kurang dari 1 persen atau 290 orang anak dari total jumlah penduduk se Kota Dumai," kata walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi usai Pertemuan Intevensi Terpadu dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kota Dumai, Rabu (12/22/20) di Hotel The Zuri Dumai. 

Meski angka Stunting terendah di Riau, Zul As mengaku prihatin masih ditemukan Stunting di Dumai. 

"Angkanya (Stunting) memang rendah namun saya prihatin masih ada ditemukan Stunting. Artinya masih ada anak-anak yang gagal tumbuh akibat kurang gizi," terangnya.

Dijelaskan walikota, data dari Dinas Kesehatan Dumai di tahun 2019 ada 78 kasus stunting. 

Masing-masing di Kecamatan Bukit Kapur ada 25 kasus, Kecamatan Sungai Sembilan ada 23 kasus, Kecamatan Dumai Barat ada 21 kasus, Kecamatan Dumai Selatan ada 9 kasus dan Kecamatan Dumai Timur ada 1 kasus.

Karenanya ia meminta kepada seluruh stakeholder untuk lebih serius mengatasi masalah stunting. Karena menyangkut masa depan anak-anak Kota Dumai.

"Ke depan kita harus melakukan pencegahan sejak awal. Misalnya saja bekerjasama dengan KUA dalam hal penyuluhan pranikah bersama Puskesmas. Termasuk pemenuhan gizi sejak bayi masih dalam kandungan. Karena kasus stunting ini bisa ditekan dengan pencegahan sejak pra nikah," paparnya.

Terakhir Zul As mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Dumai menghimbau kepada instansi terkait dan pihak-pihak yang berkompeten dibidangnya masing-masing untuk bergandeng tangan menyelesaikan masalah Stunting.

Sebab kasus ini kalau dibiarkan akan menjadi masalah besar bagi peningkatan kualitas dan kesejahteraan penduduk kota Dumai ke depan. 

Penulis: Bambang
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kejari Pekanbaru Terima Denda Narkoba Rp 1 Miliar
  • Hari Ini Riau Masih Berpotensi Hujan
  • BNN dan BC Dumai Ungkap Penyelundupan 10 Kg Sabu dan 30.000 Butir Ekstasi Jaringan Malaysia
  • Gubri Tegaskan Ekonomi Riau Tidak Bisa Terus-terusan Bergantung ke Migas
  • Begini Pengakuan Pria Penyelundup Puluhan Notebook di Pelabuhan Selatpanjang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved