Dumai
Pemkab Dumai | DPRD Dumai | MAKLUMAT
 
 
+ INDEX BERITA

19:30 - Hasil Swab Test, Satu PDP ...
16:23 - Pemko Dumai Siapkan Rp40 M...
13:00 - Hasil Rapid Test di Dumai:...
19:59 - Sekda Dumai Herdi Salioso ...
15:22 - Cegah Penularan Covid-19, ...
19:46 - Lagi, 64 TKI Dipulangkan d...
17:15 - Cegah Covid-19, Pertamina ...
19:52 - Belajar di Rumah Diperpanj...
19:34 - Hari Ini Sebanyak 46 TKI d...
17:54 - Perbanyak Fasilitas Cuci T...
14:54 - Wawako Beri Donasi Dukung ...
10:16 - Belajar di Rumah Diperpanj...
19:25 - Hari Keempat, 57 TKI Asal ...
11:16 - Disinfeksi di GPdI Alhayat...
19:44 - Lagi, 67 TKI dari Malaysia...
17:45 - Satu Lagi PDP Virus Corona...
14:45 - Imbas Lockdown Malaysia, R...
09:56 - Jumlah PDP Virus Corona di...
18:49 - 61 TKI dari Malaysia Tiba ...
18:22 - Cegah Corona, Polres Dumai...
 
Awal 2020, Dinkes Dumai Temukan Delapan Kasus DBD
Selasa, 21/01/2020 - 19:12:57 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:

DUMAI - Di awal tahun 2020 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai temukan 8 kasus positif Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Awal tahun ini kami mendapat laporan dari RSUD Dumai, ada 8 orang positif DBD," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Syahrinaldi di dampingi Kabid pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Dumai, Nurbaiti di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Syahrinaldi menghimbau masyarakat untuk tetap waspada agar tidak terjangkit DBD. Karena menurutnya, angka DBD terus naik dari tahun ke tahun.

Kabid P2P Dinkes Dumai, Nurbaiti menambahkan, angka DBD di Kota Dumai terus meningkat dari tahun ke tahun, meski demikian angkanya belum menyentuh angka kejadian luar biasa (KLB).

"KLB ditetapkan apabila peningkatan terjadi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Alhamdulillah Dumai belum sentuh KLB DBD," ucapnya.

Diterangkannya, sepanjang tahun 2018 jumlah positif DBD sekitar 300 orang, tahun 2019 angkanya meningkat menjadi 445 orang. 

Di awal tahun 2020 data dari RSUD Dumai ada 8 orang dilaporkan positif DBD, dan telah menjalani perawatan di RSUD Kota Dumai.

Syahrinaldi menambahkan, atas temuan positif DBD di awal 2020, Dinkes Dumai langsung turun kelapangan memimpin gotong royong dan sosialisasikan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk melibatkan pihak Kelurahan, dan Puskesmas.

"Kamis (23/1/2020) kami akan melakukan gotong royong di Kelurahan Dumai Kota dan Kelurahan Rimbas Kampung, sebelumnya kami sudah melaksanakan gotong royong di Kelurahan Bukit Datuk dan Kelurahan Pangkalan Sesai. Gotong royong sebagai upaya pencegahan penyakit DBD," terang Syahrinaldi.

Selain Goro, juga dibagikan bubuk abate kepada masyarakat secara gratis untuk membunuh jentik-jentik di dalam bak penampungan air.

Syahrinaldi menilai, DBD akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih.  Nyamuk Aedes aegypti suka berkembang biak di lingkungan yang kotor. Untuk itu kegiatan goro ini penting untuk menekan angka DBD.

Dalam kegiatan goro, kami menemukan kaleng bekas, dan plastik bekas air mineral yang menampung air mineral di dalamnya ditemui jentik-jentik. Ini sangat berbahaya, sebab nyamuk Aedes berkembang biak di tempat-tempat tersebut.

"Tidak bosan-bosannya kami mengimbau masyarakat agar rutin membersihkan bak penampungan air hujan, mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan. Sebab, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air yang bersih seperti di air hujan yang tertampung didalam bak maupun kaleng kaleng bekas,"  tegasnya.

Telur nyamuk Aedes aegypti bisa bertahan selama enam bulan. Jika musim hujan tiba telur mulai berubah menjadi larva, pupa, dan tahap dewasa. Rentang hidup nyamuk dewasa dapat berkisar dari dua minggu sampai satu bulan tergantung pada kondisi lingkungan.

Nyamuk Aedes aegypti sangat cepat berkembang biak di musim hujan, memanfaatkan genangan air atau bak-bak penampungan air hujan.

Itu sebabnya kenapa kami mengajak warga Dumai menggiatkan kegiatan goro dan mensukseskan program PSN atau pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus. 

"3M Plus adalah menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah. Plus-nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti menaburkan bubuk Abate pada bak penampungan air," sebutnya.

Terakhir Nurbaiti mengatakan bahwa Dumai merupakan daerah endemik DBD.

"Ada 7 Kecamatan, semuanya endemik DBD, namun yang paling banyak ditemukan kasus DBD di Kecamatan Dumai Timur, Kecamatan Dumai Selatan dan Kecamatan Dumai Kota. Masyarakat harus waspada jika ditemukan tanda-tanda terkena DBD segera ke Puskesmas atau ke RSUD," pungkasnya. 

Penulis: Bambang
Editor: Yusni Fatimah

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 250 Santri Pulang dari Jawa Dicek Kesehatan di Purna MTQ Pekanbaru
  • Walikota Diminta Serius, Pekanbaru Bakal Jadi Percontohan Penanganan Corona di Riau
  • Gak Sembarangan, Begini Cara Memakai Hand Sanitizer yang Benar untuk Cegah Covid-19
  • Gugus Tugas Covid-19 Inhil Berlakukan Penutupan Jalan Swarna Bumi Wujud Physical Distancing
  • Pengusaha Muda Apresiasi Langkah Gubernur Anies Cepat Tanggap dan Terbuka Hadapi Covid-19
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved