www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Cek Harga Emas Antam Hari Ini di Pekanbaru
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Jutaan Hektare Permukiman di Riau Masih Berstatus Hutan, DPRD Kawal Revisi RTRW Hingga Tuntas
Rabu, 08 Juli 2026 - 20:14:57 WIB
2,2 juta hektare kawasan hutan di Riau diusulkan dilepas.(ilustrasi/int)
2,2 juta hektare kawasan hutan di Riau diusulkan dilepas.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - DPRD Riau mendorong percepatan penyelesaian revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengusulkan pelepasan sekitar 2,2 juta hektare kawasan hutan yang saat ini telah berubah fungsi menjadi permukiman, lahan pertanian, fasilitas pendidikan, kantor pemerintahan hingga jaringan infrastruktur.

Usulan tersebut disampaikan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Riau sebagai langkah untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus menghapus berbagai hambatan pembangunan yang selama ini muncul akibat tumpang tindih status kawasan.

Pimpinan Bapemperda DPRD Riau, Edi Basri menjelaskan, angka 2,2 juta hektare merupakan hasil pendataan terbaru yang dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten/kota.

Menurutnya, data tersebut jauh lebih besar dibandingkan pembahasan RTRW sebelumnya yang hanya mencatat sekitar 80 ribu hektare lahan bersertifikat berada di dalam kawasan hutan.

"Setelah dilakukan pendataan dari desa, kecamatan hingga pemerintah kabupaten dan kota, terkumpul sekitar 2,2 juta hektare," kata Edi Basri, Rabu (8/7/2026).

"Di dalamnya terdapat perkampungan, lahan pertanian masyarakat, sekolah, kantor pemerintahan, jalan hingga jalan tol yang secara administrasi masih berstatus kawasan hutan," sambungnya.

Edi menjelaskan, inventarisasi tersebut berasal dari berbagai laporan pemerintah daerah yang dipadukan dengan aspirasi masyarakat saat anggota DPRD Riau melaksanakan reses.

Hasilnya menunjukkan bahwa banyak wilayah yang selama puluhan tahun telah dihuni masyarakat dan digunakan untuk aktivitas ekonomi maupun pelayanan publik, tetapi secara administrasi masih tercatat sebagai kawasan hutan.

Kondisi tersebut dinilai telah menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari sulitnya pengurusan legalitas lahan hingga terhambatnya pembangunan fasilitas umum.

Karena itu, DPRD Riau menilai revisi RTRW menjadi langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Dalam proses penyusunan revisi RTRW, DPRD Riau juga telah melakukan komunikasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Direktorat Planologi Kehutanan.

Namun, menurut Edi Basri, pembahasan teknis belum menghasilkan kesepakatan karena terdapat perbedaan pandangan antara kementerian terkait.

Kementerian Kehutanan masih mempertahankan kawasan tersebut sebagai kawasan hijau, sedangkan BPN berpandangan bahwa lahan yang telah berkembang menjadi permukiman seharusnya dapat dilepaskan agar memiliki kepastian hukum.

"Alasan pihak kehutanan mempertahankan status kawasan adalah karena khawatir menimbulkan persoalan hukum apabila kawasan yang sebelumnya berstatus hutan langsung diputihkan. Karena itu diperlukan keputusan pada tingkat kebijakan, bukan lagi sekadar pembahasan teknis," jelasnya.

Sebagai alternatif penyelesaian, pemerintah pusat disebut telah menawarkan skema kompromi.

Dalam skema tersebut, peta kawasan hutan tetap dipertahankan sebagai kawasan hijau, namun diberikan penanda khusus terhadap wilayah yang telah memiliki sertifikat maupun telah berkembang menjadi permukiman masyarakat.

Model tersebut dinilai dapat menjadi solusi agar revisi RTRW Provinsi Riau segera memperoleh persetujuan tanpa mengabaikan aspek hukum maupun kepentingan masyarakat.

DPRD Riau memastikan akan terus mengawal pembahasan RTRW hingga tuntas karena dampaknya dinilai sangat besar terhadap pembangunan daerah.

Selain memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, kejelasan status lahan juga diyakini mampu meningkatkan minat investasi serta mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD).

Selama ini, kata Edi Basri, masih banyak aset dan lahan yang belum dapat dikenakan pajak karena status administrasinya berada di dalam kawasan hutan.

Tidak hanya itu, sejumlah sekolah dan fasilitas umum juga mengalami kendala dalam memperoleh bantuan pemerintah akibat persoalan legalitas lahan.

"Kalau persoalan ini selesai, masyarakat mendapat kepastian hukum, potensi ekonomi bisa berkembang, penerimaan pajak daerah meningkat, dan pembangunan fasilitas umum tidak lagi terkendala status kawasan," pungkasnya.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru bertahan tinggi (foto/int)Cek Harga Emas Antam Hari Ini di Pekanbaru
Ilustrasi waspada hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Riau (foto/int)Sebagian Besar Riau Berpotensi Diguyur Hujan, Ini Peringatan BMKG
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho.Penyegaran Birokrasi Dimulai, Agung Nugroho Lantik 16 Pejabat Baru di Lingkungan Pemko Pekanbaru
ilustrasi.Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Siapa yang Akan Angkat Trofi?
Koordinator TRC RPK PT Arara Abadi-APP Group, M Sutrisno (kanan) bersama FOMHead PT Arara Abadi-APP Group, Richard Sudinardo Sihombing.(foto: barkah/halloriau.com)Impian Bisa Naik Helikopter Bawa Sutrisno Berkali-kali Bertaruh Nyawa jadi Garda Terdepan Pemadam Karhutla
  Ilustrasi Riau masih rawan Karhutla (foto/ist)Riau Terdeteksi 28 Hotspot, Bengkalis Terbanyak
Suzuki XL7.Black Sporty Jadi Senjata Baru Suzuki New XL7 Alpha Hybrid, Tampil Lebih Modern dan Elegan
ist.Mitsubishi Siapkan Kejutan Besar, Dua Model Baru Resmi Melantai Hari Ini
ilustrasi.Fantastis! Ekspor Sawit Riau Melonjak 13,54 Persen, Kuasai Lebih dari Separuh Ekspor Nonmigas
Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra SH di RT 03 RW 03, Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki.(foto: mimi/halloriau.com)Reses Perdana Aidhil Nur Putra Diserbu Aspirasi Warga Payung Sekaki, Bansos Jadi Sorotan
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved