www.halloriau.com
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
14:00 - Kecelakaan Maut Terjadi Lagi di Tol Pekanbaru-Dumai, 5 Orang Tewas 2 Luka Berat | 13:28 - Riau Akan Distribusikan 15.240 Vaksin Covid-19 untuk 3 Daerah Ini | 12:32 - Abaikan Prokes Covid-19, Kerumunan Warga Penerima BLT Dibubarkan | 18:21 - Kadiskes Riau: Rapid Test Antigen Swab Syarat Perjalanan Keluar Daerah | 18:21 - Penahanan Yan Prana, Kejati Beralasan Tersangka Menghilangkan Barang Bukti | 16:00 - Setdaprov Riau, Yan Prana Jaya ditahan Jaksa Penyidik Pidsus Kejati Riau
 
Legislatif Riau Turut Kritisi Proses Relokasi Pedagang STC
Jumat, 28 Februari 2020 - 12:48:52 WIB
Ade Hartati
Ade Hartati

PEKANBARU- Proses relokasi pedagang esk Plaza Sukaramai ke Sukaramai Trade Center (STC) yang berakhir ricuh antara pedagang dan pihak tim yustisi beberapa hari yang lalu menuai kritikan dari berbagai pihak, tidak terkecuali dari anggota legislatif di DPRD Provinsi Riau.

Dimana menurut Ade Hartati, anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi PAN ini menilai pesoalan antara pedagang dan pihak pengelola harus dicari penyelesaian. Dan pihak Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bisa menjembatani keinginan pedagang dengan duduk bersama bermusyawarah.

"Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi. Kita paham dengan kondisi pedagang yang mayoritasnya hanya berjualan untuk menyambung kehidupan mereka sehari-hari. Untuk itu, kita berharap pemeritah harusnya di pihak pedagang, dan bukan kepada segelintir orang yang jelas-jelas mengambil keuntungan. Sudah sepatutnya ini sebagai pembelajaran kedepan agar pasar direvitalisasi oleh pemerintah, dan bukan pihak ketiga," ungkap Ade Hartati, Jumat (28/2/2020).

Ketika disinggung adanya penertiban tahap dua yang berlangsung, hari ini,  Ade meminta Pemerintah Kota bisa berdiskusi dan mencari solusi guna menghindari segala macam aksi dan tindakan kekerasan seperti kejadian sebelumnya.

"Jangan sampai bentrok, harus duduk bersama. Jangan benturkan aparat penegak hukum dengan pedagang, semuanya sama-sama mencari nafkah. Jangan coreng budaya Melayu kita dengan kekerasan," beber Ade Hartati lagi.

Mantan dosen di salah satu uiversitas negeri di Pekanbaru ini juga mengatakan dirinya sudah menemui secara langsung para pedagang dan mendapatkan beberapa fakta yang sangat tidak elok, dan tidak berpihak kepada pedagang.

"Ada yang menyebut pengelola mewajibkan pedagang membayar 30 persen dimuka sebelum melakukan pelunasan. Namun setelah itu dilakukan, keluar syarat baru menjadi 100 persen untuk mendapatkan kunci. Pedagang diminta berhutang? gak masuk akal," katanya.

Ade juga menyebut, ada opsi atau permintaan dari pedagang yang selama ini menyewa di lokasi tersebut yang dinilai sangat rasional untuk saat ini bisa dipenuhi.

"Mereka minta ditunda hingga usai lebaran, saya rasa itu masuk akal. Disamping mereka bisa mencari pendapatan lebih saat jual beli menjelang hari besar dan tentunya ini bisa membayar salah satu syarat untuk menyewa," ucapnya.

Poltisi PAN tersebut juga menyentil pihak-pihak yang seolah pro dan lahir dari rakyat, namun menusuk dari belakang. Apalagi sampai menyebut relokasi secepatnya pedagang STC guna penataan kota Pekanbaru.

"Jangan cerita penataan, itu sudah tidak relevan kita sampaikan hari ini. Pengerjaan proyek pasar itu sudah terlambat sekian tahun tapi pada diam, giliran penggusuran tepuk tangan," cetusnya.

Penulis : Mimi Purwanti
Editor : Fauzia



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA TERKAIT    
IlustrasiKontak Erat dengan Gubri Saat Paripurna di DPRD Riau Diminta Swab
Massa memasang tali mencegah masuknya provokator. FOTO: Antara.Berjalan Damai, Demonstran Tolak UU Ciptaker Pasang Tali Cegah Penyusup, DPRD Riau Janjikan Ini...
IlustrasiAktivis Lingkungan Hidup Ini Soroti Jikalahari yang Kerap Kritisi Pemerintah Atasi Karhutla
  DPRD Riau.Ikut Pilkada, PAW Enam Anggota DPRD Riau dalam Proses
Demo tolak UU Cipta Kerja di DPRD Riau kemarin.Pengamat: Gubri Seharusnya Muncul di Tengah Ricuhnya Demonstrasi UU Cipta Kerja
DPRD Riau.Klaster Covid-19 DPRD Riau Bikin Pembahasan APBD P Belum Jelas

BERITA LAINNYA    
IlustrasiInna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun, Belum Usai Pandemi Melanda Negeri, Kini Ibu Pertiwi Berduka Lagi
Pelaku perjudian Togel yang diamankan pihak kepolisian Polres Kepulauan Meranti.Setelah Chip Higgs Domino, Berturut-turut Polisi Ringkus Pemain Judi Togel di Selatpanjang
Penyerahan bantuan Alquran dan buku tulis.Warga Sakai Terima Program DMPA dan Alquran Juzz Amma PT AA APP Sinar Mas
  Kadiskes Riau, Mimi Yuliani NazirHari Ini, Riau Bertambah 123 Kasus, Pasien Sembuh 150 Orang
Satgas Covid-19 Kota Dumai dan Management Hotel Sonaview Hotel Dumai gelar keterangan Pers terkait berakhirnya kerjasama sebagai tempat isolasi pasien positif Covid-19 di Dumai.Hotel Sonaview Dumai Tidak Lagi Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19
Pihak Gakkumdu bersama JPU saat melakukan rapat koordinasi terkait penanganan kasus politik uang di Kantor Bawaslu Kepulauan Meranti, Rabu (20/1/2021).Tidak Penuhi Unsur, JPU Tolak Dugaan Kasus Politik Uang Pasangan H Adil-Asmar
Komentar Anda :

 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved