PEKANBARU - Tercatat 5.006 orang terjangkit HIV/AIDS. Menakutkannya, sebanyak 552 pengidap meninggal dunia. Lalu, 4.190 di antaranya masih hidup.
Dari data itu juga diketahui sebanyak 3.929 orang masih konsisten menjalani perawatan. Dan 261 orang lainnya menghilang setelah menjalani perawatan.
Menyikapi tingginya angka kasus HIV/AIDS, Fraksi NasDem DPRD Kota Pekanbaru mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk segera menindak tempat-tempat yang dianggap memfasilitasi aktivitas prostitusi.
Itu diutarakan Ketua Fraksi Nasdem Aidhil Nur Putra, mengingat dampak keberadaan fasilitas ini diduga menjadi salah satu sebab tingginya kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru.
"Kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru sudah mulai banyak. Ada yang rawat jalan, dan bahkan banyak juga yang meninggal dunia. Tentu ini mengkhawatirkan penyebaran kasusnya," jelas Aidhil, Senin (2/11/2026).
Penindakan terhadap tempat dan fasilitas prostitusi, sebut Aidhil, menjadi salah satu langkah dalam menekan penyebaran penyakit seks menular ini. Penindakan bisa penutupan atau pengawasan ketat terhadap pengelolanya.
"Salah satu upaya, Pemko Pekanbaru melalui dinas terkaitnya dapat segera menindak fasilitas yang diduga menjadi tempat prostitusi. Misalnya panti pijat, hotel-hotel kelas melati, atau kos-kosan yang memperbolehkan pasangan tanpa ikatan pernikahan," urainya.
Sebab begitu, Aidhil menjelaskan, panti pijat yang ada hanya kedok pijat saja, sesungguhnya menyediakan jasa prostitusi. Begitu juga dengan hotel kelas melati, dengan harga yang tergolong murah dapat dipesan oleh kalangan pelajar serta minimnya pengawasan administrasi dan aturan dari pemerintah.
"Keberadaan kos-kosan yang memperbolehkan pasangan tanpa ikatan pernikahan tinggal dalam satu tempat. Kalau seperti ini bisa disalahgunakan, bisa aja menjadi tempat kumpul kebo yang berujung ke prostitusi juga," tegas Aidhil.
Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru ini pun mendesak agar penertiban ini dapat segera dilakukan Pemko Pekanbaru. Bahkan, ia akan membawa Komisi I DPRD Pekanbaru untuk turun langsung menertibkannya.
"Komisi I DPRD Pekanbaru siap untuk turun langsung menertibkan, kita akan sidak tempat-tempatnya. Kalau ditemukan tempat yang memfasilitasi prostitusi, kita bersedia untuk mengkaji temuannya, apa perlu kita rekomendasi penutupannya. Yang kita lakukan ini untuk membuat Kota Pekanbaru lebih aman tanpa penyakit masyarakat yang mengkhawatirkan," tukasnya.