www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
63 Pengunjung MP Club Positif Narkoba, Pemko Pekanbaru Buka Opsi Penutupan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Masih Mengkhawatirkan, DPRD Pekanbaru Minta Sekolah Tatap Muka Dievaluasi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:50:44 WIB
Kabut asap di Pekanbaru masih mengkhawatirkan.(foto: kompas.com)
Kabut asap di Pekanbaru masih mengkhawatirkan.(foto: kompas.com)

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru didesak segera mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah menyusul kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat akibat kabut asap, Selasa (13/10/2026).

Keselamatan pelajar dinilai harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan kegiatan belajar mengajar.

Terlebih, sejumlah siswa dilaporkan dipulangkan lebih awal karena kondisi udara yang memburuk.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru, Syamsul Bahri, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk menentukan skema pembelajaran yang sesuai dengan kondisi terkini.

"Memang dilema kondisi kabut asap yang cukup tebal beberapa hari ini. Pastinya berdampak pada aktivitas belajar siswa. Buktinya, hingga Selasa siang tadi, sejumlah pelajar terpaksa dipulangkan lebih awal, akibat kondisi udara yang tidak sehat," ujar Syamsul.

Kabut asap dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan Pekanbaru, termasuk Rumbai dan Panam.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap paparan polusi, terutama bagi anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah.

Syamsul memahami, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung terlalu lama berpotensi menghambat penyampaian materi dan pencapaian belajar siswa.

Namun, ia menegaskan, persoalan kesehatan tidak boleh dikesampingkan demi mempertahankan pembelajaran tatap muka.

"Di sisi lain, kita sepakat kesehatan anak-anak tetap harus prioritas, di tengah kondisi kualitas udara yang belum membaik sampai hari ini," katanya.

Ia meminta Pemko Pekanbaru mempertimbangkan seluruh pilihan, mulai dari penyesuaian kegiatan belajar, pembatasan aktivitas luar ruangan, hingga penerapan kembali pembelajaran daring jika kualitas udara belum memenuhi kondisi aman.

"Kita minta Pemko bijak untuk ini," tegasnya.

Urgensi perlindungan kesehatan masyarakat turut terlihat dari data Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru hingga 10 Oktober.

Lebih dari 11.000 warga tercatat mengalami gangguan kesehatan, dengan lebih dari 9.000 kasus di antaranya berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Angka tersebut menjadi peringatan bahwa dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan beraktivitas, tetapi juga berpotensi membebani kesehatan masyarakat.

Pemko Pekanbaru perlu memastikan keputusan terkait sekolah didasarkan pada pemantauan kualitas udara yang terukur, disertai koordinasi lintas organisasi perangkat daerah dan penyampaian informasi yang jelas kepada orang tua.

Tanpa kebijakan yang konsisten dan responsif terhadap perubahan kualitas udara, siswa berisiko terus terpapar polusi, sementara ketidakpastian pembelajaran dapat mengganggu kegiatan pendidikan.

Karena itu, evaluasi PTM perlu dilakukan secara berkala dengan mengutamakan keselamatan siswa, tanpa mengabaikan keberlangsungan proses belajar mengajar.

Sumber: tribunpekanbaru.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Polisi segel MP Club Pekanbaru.(foto: detik.com)63 Pengunjung MP Club Positif Narkoba, Pemko Pekanbaru Buka Opsi Penutupan
Marketing Director PT TAM Hiroyuki Oide (tengah), Head of Judge Octo Budhiarto (kiri) dan Rizaldi Parani (kanan), anggota Board of Judges IMX Appreciation & Industry Spotlight 2026.(foto: istimewa)600 Peserta Bersaing, Toyota Pilih 3 Sim Racer Indonesia ke Asia Finals 2026
Polda Riau gandeng M4CR pulihkan mangrove tingkatkan kesejahteraan warga pesisir (foto/rivo)Polda Riau Gandeng M4CR, Pulihkan Mangrove Sekaligus Tingkatkan Kesejahteraan Warga Pesisir
Ratusan mahasiswa geruduk Kantor Gubernur Riau akibat kabut asap belum reda.(foto: tribunpekanbaru.com)Kabut Asap Masih Pekat, Mahasiswa Geruduk Kantor Gubernur Riau
SHR Manager RAPP, H Mabrur AR dan Fire Department Coordinator RAPP, Sulaiman bersama Bupati Pelalawan, Zukri dalam kegiatan Helat Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Pemkab Pelalawan Apresiasi Kontribusi RAPP dalam Pemberdayaan UMKM dan Penanganan Karhutla
  ist.BRK Syariah Raih Penghargaan Kemitraan Ekosistem Keuangan Kampus di Milad ke-64 UNRI
Kabut asap di Pekanbaru masih mengkhawatirkan.(foto: kompas.com)Kabut Asap Masih Mengkhawatirkan, DPRD Pekanbaru Minta Sekolah Tatap Muka Dievaluasi
Rumah warga di Kampar nyaris amblas akibat abrasi.(foto: tribunpekanbaru.com)Rumah Warga Pulau Gadang Terancam Amblas, BPBD Kampar Pasang Tanggul Darurat
Wakil Walikota Pekanbaru,  Markarius Anwar.(foto: rri.co.id)Pemko Pekanbaru Ajak Pemuda Bersihkan Lingkungan dan Pulihkan Penghijauan Jalan
Ketua DPRD Pekanbaru, Muhammad Isa Lahamid.(foto: int)APBD-P Pekanbaru Rp3,2 Triliun Baru Cair Akhir Oktober, Banjir Mendesak Ditangani
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved