www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Usai Absen Tiga Balapan, Fermin Aldeguer Unggah Sinyal Comeback di MotoGP Aragon 2026
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Kabut Asap Kiriman dari Pelalawan Mulai Selimuti Pekanbaru, DPRD Minta Penanganan Cepat
Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:29:23 WIB
Kabut asap kiriman dari Pelalawan mulai selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)
Kabut asap kiriman dari Pelalawan mulai selimuti Pelalawan.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Menurunnya kualitas udara di Kota Pekanbaru hingga masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap mendorong berbagai pihak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain mengurangi aktivitas di luar ruangan, warga juga diminta menggunakan masker guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan.

Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP mengatakan, kondisi kabut asap yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah.

"Kita minta masyarakat lebih waspada terutama ketika beraktivitas di luar rumah," ujar Hamdani, Selasa (18/8/2026).

"Sebaiknya gunakan masker mengingat saat ini kualitas udara sudah mengalami penurunan akibat adanya aktivitas Karhutla dan menimbulkan kabut asap," sambungnya.

Menurut Hamdani, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru diduga merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Provinsi Riau.

Meski demikian, ia menilai instansi terkait perlu memastikan secara langsung sumber kebakaran agar langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Ia meminta pemerintah bersama aparat terkait meningkatkan pemantauan terhadap lokasi yang diduga menjadi sumber asap.

"Kita minta instansi terkait untuk melihat dan memantau betul kondisi asap ini sumber kebakarannya dimana," ucapnya.

"Kalau di Pekanbaru tentunya harus ditindak dan dilakukan penanganan secara langsung agar kondisi kebakaran tidak semakin parah," tegas politisi PKS tersebut.

Selain penanganan, Hamdani juga menyoroti pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan, kondisi lahan yang kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran sehingga pengawasan di kawasan rawan perlu diperkuat.

Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan agar api tidak meluas.

"Potensi terjadinya kebakaran lahan sangat mudah terjadi, untuk itu harus dilakukan pengawasan ekstra di lapangan," tutur Hamdani.

"Kepada masyarakat juga kita himbau, ketika melihat adanya aktivitas kebakaran lahan segera melaporkan kepada pihak terkait agar kebakaran bisa segera ditangani dan tidak menyebar lebih luas," sambungnya.

Sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru yang selama ini dikenal rawan terjadi kebakaran lahan antara lain Kecamatan Rumbai, Payung Sekaki dan Tenayan Raya.

Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru,  Gita Dewi Siregar menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru diduga berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Pelalawan.

"Berdasarkan pantauan titik panas memang terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah Pelalawan, Kecamatan Kerumutan," kata Gita.

Ia menambahkan, pola arah angin mendukung perpindahan asap menuju Kota Pekanbaru.

"Untuk arah angin lebih dominan dari arah tenggara hingga selatan. Kondisi ini memungkinkan adanya kiriman asap dari Pelalawan yang terbawa ke Pekanbaru," jelasnya.

"Jarak pandang terendah pagi tadi sempat 500 meter, namun sudah mulai membaik menjadi 3 kilometer," tutup Gita.

Penulis: Mimi Purwanti
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Fermin Aldeguer.(foto: int)Usai Absen Tiga Balapan, Fermin Aldeguer Unggah Sinyal Comeback di MotoGP Aragon 2026
26 ton garam disemai untuk basahi lahan Riau.(ilustrasi/int)Enam Helikopter Siaga, OMC Riau Terus Digeber Tekan Karhutla
RSD Madani Pekanbaru digeledah polisi terkait dugaan korupsi.(foto: int)7 Jam Geledah RSD Madani Pekanbaru, Polda Riau Sita 323 Dokumen Terkait Dugaan Korupsi
Menu MBG sup ayam di Kampar diduga racuni ratusan siswa dan guru.(ilustrasi/int)Diskes Kampar Telusuri Menu Sup Ayam MBG yang Diduga Racuni 151 Siswa dan Guru di Tapung Hulu
Dua orang jadi tersangka kasus karhutla di Bengkalis.(illustrasi/int)Kasus Kebakaran Lahan di Desa Damai Bengkalis, 2 Orang Jadi Tersangka
  Pabrik BAIC.(foto: int)BAIC T1 Segera Dirakit di Indonesia, Produsen Minta Relaksasi Aturan TKDN
Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: int)PSPS Pekanbaru Bakal Hadapi Persela di Surajaya? Ini Kabar Terbarunya
Pemadaman karhutla.(ilustrasi/int)Karhutla Belum Usai, Titik Api Baru Bakar Lahan Warga di Penyaguhan Inhu
RITEX 2026 buka peluang bisnis pariwisata Riau ke pasar nasional dan internasional (foto/riki)RITEX 2026 Buka Peluang Bisnis Pariwisata Riau ke Pasar Internasional
Kabut asap selimuti Kota Pekanbaru.(ilustrasi/int)Kualitas Udara Memburuk, PDPI Riau Ingatkan Warga Pekanbaru soal Bahaya Paparan Asap
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved