PEKANBARU - Kondisi jalan di Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru mendapat sorotan karena dinilai belum memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mobilitas warga.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tenayan Raya-Kulim, Sovia Septiana meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mempercepat perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
Sorotan itu disampaikan setelah Sovia menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses masa sidang III Tahun 2025/2026.
Dari 12 titik reses yang dikunjungi, persoalan infrastruktur jalan menjadi salah satu keluhan paling dominan yang disampaikan warga Kelurahan Tuah Negeri.
Kondisi tersebut dinilai ironis. Sebab, wilayah Tuah Negeri berada tidak jauh dari kawasan perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru di Tenayan Raya.
Namun, sejumlah ruas jalan di kawasan permukiman warga masih berupa tanah dan hanya mendapat pengerasan sederhana.
"Dari 12 titik reses, salah satunya di Kelurahan Tuah Negeri. Di sana masyarakat paling banyak menyampaikan keluhan soal infrastruktur jalan," kata Sovia Septiana, Selasa (21/7/2026).
"Padahal lokasinya dekat dengan Kantor Wali Kota, tetapi kondisi jalannya masih sangat memprihatinkan," sambungnya.
Bagi masyarakat, persoalan jalan bukan sekadar masalah kenyamanan berkendara.
Ketika hujan turun, ruas jalan yang masih berupa tanah liat berubah menjadi licin dan berlumpur.
Kondisi itu turut menyulitkan anak-anak yang harus melewati jalan tersebut untuk menuju sekolah.
Sovia menyebut, warga bahkan harus melakukan berbagai cara agar anak-anak tetap dapat beraktivitas tanpa terlalu terganggu kondisi jalan.
"Jalannya masih tanah liat, paling hanya pengerasan saja. Kalau hujan, anak-anak yang berangkat sekolah sampai harus memakai kantong plastik untuk melindungi sepatu mereka. Sesampainya di sekolah, pakaian dan sepatu mereka tetap terkena percikan lumpur," ungkapnya.
Menurut dia, kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut akses dasar masyarakat, termasuk kelancaran mobilitas anak-anak menuju sekolah.
Sovia mengaku prihatin melihat kondisi yang harus dihadapi warga setiap kali hujan turun.
Ia berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi dalam forum reses, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang konkret.
"Jujur kasihan dan sedih melihatnya, di sana banyak anak-anak sekolah yang setiap hari melewati jalan tersebut," ujarnya.
"Kami berharap daerah Tuah Negeri menjadi perhatian pemerintah sehingga masyarakat bisa menikmati akses jalan yang lebih baik," tambahnya.
Sovia menilai pembangunan infrastruktur di Kota Pekanbaru perlu dilakukan secara merata.
Kawasan yang berada di luar pusat kota, menurutnya, tetap memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses infrastruktur yang layak.
Ia secara khusus meminta Pemko Pekanbaru memberikan perhatian terhadap sejumlah wilayah di Tenayan Raya dan Kulim yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dasar.
"Kami berharap Pemko memperhatikan daerah Tenayan Raya dan Kulim yang masih minim pembangunan infrastruktur," tuturnya.
"Jangan karena tidak berada di pusat kota, kemudian pembangunannya tertinggal. Harus ada pemerataan," tegasnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas jalan di kawasan permukiman tidak hanya akan mempermudah mobilitas warga, tetapi juga mendukung akses pendidikan, aktivitas ekonomi, serta pelayanan masyarakat.
Aspirasi warga Tuah Negeri tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Perbaikan jalan di kawasan pinggiran diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan sehingga kualitas infrastruktur tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di kawasan pusat kota.