www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Pertanyakan Tujuan PPKM, Anggota DPRD Riau: Kenapa Berlaku Malam Saja?
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Diskes Pekanbaru Diminta Prioritaskan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS
Kamis, 10 Oktober 2019 - 15:54:41 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

PEKANBARU - Tingginya kasus penderita HIV/AIDS di Kota Pekanbaru sangat disesalkan oleh kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru.


Bahkan jika tidak ada tindakan kongrit dari Dinas Kesehatan (Diskes) dan instansi-instansi terkait lainnya, maka tidak menutup kemungkinan tren kenaikan kasus HIV/AIDS akan terjadi setiap tahunnya.

Untuk itu, anggota DPRD Kota Pekanbaru Kartini berharap Pemko Pekanbaru dalam hal ini Dinas Kesehatan (Diskes) menaruh perhatian penuh bahkan memprioritaskan tindakan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada masyarakat secara konprehensif. Pasalnya selama ini di lapangan ia melihat sosilisasi mengenai apa itu HIV/AIDS, gejala, dampak, dan solusi yang harus dilakukan masih sangat minim.

"Kita minta dilakukan tindakan pencegahan yang komprehensif, lakukan sosialisasi ke berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak usia sekolah, usia produktif yakni antara 20 hingga 30 tahun yang berada di dunia kampus dan dunia kerja, bahkan sosialisasi yang kontiniu hingga tingkat keluarga, jika tidak kasus HIV/AIDS ini akan mengalami tren kenaikan setiap tahunnya," ungkap Kartini saat ditemui Kamis (10/10/2019).

Politisi PKS ini meyakini banyak diantara masyarakat yang kurang tahu dengan HIV/AIDS dan bagaimana langkah pencegahan dan solusi yang harus diambil ketika berhadapan atau mengalami langsung dengan HIV/AIDS. Maka menurut Kartini harus dilakukan sosialisasi yang maksimal baik di lingkungan masyarakat atau keluarga, lingkungan sekolah hingga lingkungan kampus dan lingkungan kerja.

"Pemerintah harus maksimal lakukan sosialisasi dan pencegahan, tentunnya juga dibarengi dengan pendekatan agama yang dilakukan oleh keluarga maupun pemerintah dengan berkoordinasi dengan dapartemen agama," tambah Kartini.

Di samping itu, Kartini juga menghimbau agar masyarakat untuk intens melakukan pemeriksaan kesehatan, bahkan jika ada diantara masyarakat yang terkena atau terdampak penyebaran HIV/AIDS ini segera melaporkan ke pusat layanan kesehatan yang ada, bahkan masyarakat tidak perlu khawatir dan takut karena status setiap pasien atau korban dari penyebaran HIV/AIDS ini akan dilindungi dengan aman.

Untuk diketahui, saat ini Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sudah lakukan validasi data HIV/AIDS untuk Triwulan III tahun 2019. Mereka perbarui data penyebaran pengidap HIV/AIDS dari puskesmas. Data diperoleh dari para pengelola HIV/AIDS di Pekanbaru. Pelaporan ini mencakup pengidap yakni Lelaki Sex Lelaki (LSL), transgender, ibu hamil hingga pasien TB.

Ada juga pengidap yang tertular karena penggunaan jarum suntik. Jumlah pengidap HIV dari 2004 hingga September 2019 mencapai 1842. Sedangkan jumlah pengidap AIDS dalam rentang tahun 2004 hingga September 2019 capai 1455.

"Kasus HIV/AIDS cendrung naik karena Pekanbaru adalah kota transit di Riau," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, Selasa (8/10/2010).

Menurutnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) pun ikut dalam upaya menekan penyebaran HIV/AIDS di Pekanbaru. Caranya dengan mengajak pasien HIV/AIDS aktif memeriksakan dirinya ke puskesmas.

Apalagi untuk layanan VCT tersedia di 21 puskesmas. "Mereka juga dibantu untuk akses pengobatan dan layanan kesehatan," terangnya.

Amin tidak lupa mengimbau agar waspadai penularan HIV/AIDS. Penularannya tidak cuma lewat hubungan seks.

"Ada penularan lewat transfusi darah dan penggunaan jarum suntik secara bergantian," ujarnya.

Penulis : Mimi Purwanti
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Ade Agus HartantoPertanyakan Tujuan PPKM, Anggota DPRD Riau: Kenapa Berlaku Malam Saja?
dokumentasiHari Ini, Nihil Warga Pambang yang Diswab Antigen
(foto: cnn indonesia) Dokter: Setelah Isoman 10 Hari Tak Perlu Lagi Tes Covid-19, Virus Sudah Mati
Polsek Bangko adakan patroli gabungan berskala besar pada Jumat (23/7/2021) malam. Polsek Bangko Patroli Gabungan PPKM dan Bagikan Semboko ke Warga yang Isoman
(Istimewa) Terpapar Covid-19 Saat Hamil, Dokter di Surabaya Meninggal, Bayinya Selamat
  IlustrasiGawat! Corona Riau Pecah Rekor 1.215 Kasus Positif
Dinas Perikanan Bengkalis8 ASN Diskan Bengkalis Positif Covid-19, Kadis Pertimbangkan untuk WFH Sebagian ASN
Kepala Rutan Rengat Refin Tua Simanullang FGD Kanwil Kemenkumham Riau, Kepala Rutan Rengat: Kami Rutin Razia
Antusias masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Mereka sempat berkerumun, namun sempat dibubarkan petugasAntusias, Vaksinasi Massal di Kepulauan Meranti Menimbulkan Kerumunan
IlustrasiCerita Pasien Kritis Covid-19 Selamat dari Kematian Setelah Bersedekah Tiap Hari
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Balai PPW Riau Monev Program Pamsimas dan IPAL Pesantren di Bengkalis
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved