BANGKINANG – Komisi II DPRD Kabupaten Kampar mengingatkan potensi terjadinya kekosongan stok obat di RSUD Bangkinang mulai Agustus 2026 apabila tidak ada penambahan anggaran dalam waktu dekat.
Peringatan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama manajemen RSUD Bangkinang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu.
Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, mengatakan anggaran belanja obat RSUD Bangkinang pada tahun 2026 sebesar Rp6,7 miliar. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp4,7 miliar telah terealisasi sehingga tersisa sekitar Rp2 miliar.
Sementara itu, kebutuhan belanja obat rumah sakit diperkirakan mencapai Rp1 miliar setiap bulan. Dengan kondisi tersebut, anggaran yang tersisa diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan operasional hingga Juli 2026.
“Jika melihat kebutuhan saat ini, kemungkinan stok obat hanya cukup sampai Juli. Yang kami khawatirkan adalah terjadi kekosongan obat pada Agustus sebelum APBD Perubahan disahkan,” ujar Tony.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh tidak tersedianya dana pemerintah daerah, melainkan karena keterbatasan pagu anggaran belanja obat yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Komisi II DPRD Kampar menilai Pemerintah Kabupaten Kampar perlu segera mengambil langkah antisipatif agar pelayanan kesehatan masyarakat tidak terganggu akibat keterbatasan ketersediaan obat.
Salah satu solusi yang didorong DPRD adalah melakukan pergeseran anggaran pada Juni 2026 guna menambah pagu belanja obat bagi RSUD Bangkinang.
Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila proses pergeseran anggaran tidak dapat dilakukan dalam waktu yang dibutuhkan.
Tony menegaskan bahwa ketersediaan obat merupakan komponen utama dalam pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Jangan sampai pelayanan masyarakat terganggu hanya karena keterbatasan anggaran obat. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
DPRD berharap langkah cepat dapat segera diambil sehingga kebutuhan obat di RSUD Bangkinang tetap terpenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tidak mengalami kendala hingga akhir tahun anggaran.(adv)