www.halloriau.com
Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

16:44 - RKUPA – RPPAS 2020 Mulai...
17:38 - Rapat bersama dengan TAPD,...
15:47 - Langgar Kesepakatan Tunda ...
17:08 - Pemkab Bengkalis Mulai Ten...
17:55 - Terkait Kondisi Dermaga Ro...
15:40 - DPRD Bengkalis Minta PLN ...
16:38 - DPRD Bengkalis Tak Keberat...
12:06 - Pansus RTRW dan RDTR DPRD ...
14:00 - Pasca Rasionalisasi, Masih...
13:46 - Pansus DPRD Bengkalis Inve...
16:11 - Soal Gaji Honorer Mulai Ad...
17:47 - Terkait PSBB di Bengkalis,...
19:32 - Pemkab Bengkalis Tender Ko...
15:51 - Soal Rasionalisasi APBD, D...
18:10 - DPRD Bengkalis Apresiasi P...
17:34 - DPRD Bengkalis Gelar Parip...
17:48 - TPP Terkendala Perbup Penj...
09:35 - Bupati Ditahan, DPRD Bengk...
15:56 - Di Luar Badan Kehormatan, ...
15:32 - Sampaikan Aspirasi, Tokoh ...
 
DPRD Bengkalis Minta PLN Perbaiki Pola Komunikasi; Masyarakat Sudah Susah, Jangan Dibuat Resah
Selasa, 16 Juni 2020 - 15:40:16 WIB
DPRD Bengkalis saat menggelar hearing dengan PLN terkait dengan naiknya tagihan listrik.
DPRD Bengkalis saat menggelar hearing dengan PLN terkait dengan naiknya tagihan listrik.
TERKAIT:

BENGKALIS – DPRD Bengkalis meminta kepada jajaran PLN, khususnya PLN Rayon Bengkalis agar memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat. 

Kondisi masyarakat akibat pandemi Covid-19 sudah sudah, karena itu jangan sampai masyarakat dibuat resah akibat dari persoalan tagihan listrik yang tidak wajar.

“Kita minta PLN untuk mendatangi pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan listrik yang tidak wajar, menenangkan mereka dan  memberi solusi penyelesaian masalah ini. Selain itu juga memperbaiki pola komunikasinya dengan masyarakat agar tidak timbul keresahan di tengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang kondisinya sedang susah, menjadi makin resah di tengah kondisi Covid-19,” ujar Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Syahrial.

Pernyataan itu disampaikan  Syahrial, saat hearing bersama jajaran PLN Rayon Bengkalis, terkait dengan keresahan di tengah-tengah masyarakat akibat tingginya tagihan listrik yang dinilai sudah tidak wajar. Menurut politisi  dari partai Golkar ini,  PLN perlu melakukan investigasi di lapangan untuk mencari tahu sumber masalahnya, apakah karena faktor human error atau karena adanya kerusakan  pada sistem.

"Kami mendapat aduan dari masyarakat tentang tagihan listrik yang sebagian dinilai tidak masuk akal karena ada kasus dimana pelanggan tidak mengkonsumsi listrik yang tinggi tetapi dibebankan kenaikan listrik hingga 100%, harus ada penjelasan dari pihak PLN dan diberikan solusinya,” ujar Syahrial dalam hearing yang berlangsung Senin kemarin (15/6/2020).

Sementara itu, Manager PLN ULP Bengkalis Danang Nur Hardianto memberi penjelasan, tidak ada kenaikan tarif rupiah per Kwh dan tidak ada istilahnya subsidi silang seperti yang diberitakan. Lonjakan tarif listrik murni akibat lonjakan pemakaian listrik oleh pelanggan dikarenakan adanya kebijakan WFH oleh pemerintah dan masyarakat lebih banyak beraktifitas di rumah. 

Selain itu, penyebab lainnya berasal dari kebijakan pemerintah dalam hal memutus mata rantai Covid-19 dengan tidak melakukan pencatatan stand meter setiap pelanggan selama 2 bulan, yang dihitung hanya rata-rata pemakaian.

"Pada bulan Juni PLN kemudian mengutus petugas untuk melakukan pencatatan langsung di lapangan sehingga muncul pemakaian secara real termasuk 2 bulan sebelumnya yang belum tercatat, karena itulah kelonjakan pembayaran terjadi" kata Danang.

Berkali-kali Danang mengatakan, tidak benar adanya kenaikan tarif listrik atau subsidi silang yang menyebabkan tagihan listrik membengkak. Hanya saja, PLN memahami keresahan dimasyarakat terkait fenomena kenaikan tagihan listrik ini.

Menurut Danang, setelah melakukan verifikasi, memang banyak ditemukan faktor human error dalam persoalan ini. Dan oleh karena itu PLN melakukan komunikasi dengan pelanggan untuk memberi solusi.

Ia menambahkan, PLN Pusat juga telah menyikapi terkait lonjakan tarif ada kebijakan yaitu dengan cicilan, apabila kenaikan mencapai 100 hingga 200 persen maka 40% dapat dibayarkan terlebih dahulu dan sisa 60% dapat dicicil maksimal 3 kali cicilan.

Penulis: Zulkarnaen
Editor: Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sudah 48 Orang Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu di Korea Selatan
  • Dunia Pers Riau Berduka, Wartawan Berdedikasi Itu Mendahului Kita
  • Tegakkan Disiplin Prokes Covid-19, Polsek Tanah Putih dan Koramil 02 Terus Lakukan Operasi Yustisi
  • Libur Cuti Bersama, Sekda Kepulauan Meranti Imbau ASN Tak Keluar Daerah
  • Dari 294 Kasus Baru Covid-19 Riau Hari Ini, Pekanbaru Sumbang 121
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved