JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menggelar kegiatan Media Test Drive Daihatsu Rocky e-Smart Hybrid di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kamis (18/9/2025). Dalam kegiatan tersebut, sekitar 40 jurnalis mendapat kesempatan menjajal langsung berbagai fitur unggulan SUV kompak yang menjadi saudara kembar Toyota Raize tersebut.
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah pengujian efisiensi bahan bakar. Pengukuran dilakukan menggunakan data real-time dari Multi Information Display (MID), metode yang umum digunakan untuk memantau konsumsi BBM dalam penggunaan sehari-hari.
Rute pengujian berlangsung di kawasan PIK 2 dengan kondisi lalu lintas yang relatif lengang dan minim stop and go. Meski demikian, jalur yang dilalui tetap menyajikan variasi kontur berupa tanjakan dan turunan. Setiap mobil diisi oleh tiga hingga empat orang selama pengujian.
Hasilnya cukup mengejutkan. Seluruh peserta media berhasil membukukan konsumsi bahan bakar di atas 30 km/liter. GridOto.com bersama dua media lain yang tergabung dalam kelompok 6 pada batch pertama bahkan mencatat angka efisiensi hingga 36,3 km/liter.
Namun, perlu dicatat bahwa hasil konsumsi BBM di sini tidak bisa dijadikan acuan untuk pemakaian sehari-hari.
Karena, ini merupakan lomba adu irit, sehingga gaya mengemudi para media yang menjadi peserta juga disesuaikan untuk mendapat nilai efisiensi tertinggi.
Jika sobat ingin mengetahui konsumsi BBM yang lebih real, sobat bisa tungguin tim test driver GridOto.com menjajal Small SUV ini.
Dari sisi performa, Rocky Hybrid mengandalkan mesin bensin WA-VEX tiga silinder berkapasitas 1.198 cc dengan siklus Atkinson yang menghasilkan tenaga 80 dk. Mesin tersebut dipadukan dengan motor listrik bertenaga 104,6 dk dan torsi 170 Nm.
SUV ini mengusung sistem hybrid serial, di mana roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai. Konsep tersebut menghadirkan karakter berkendara yang berbeda dibanding hybrid konvensional.
Selama pengujian, salah satu hal yang paling menonjol adalah kesenyapan kabin. Saat tombol start/stop ditekan, mesin bensin tidak langsung menyala sehingga mobil melaju dalam kondisi yang sangat hening. Pada kecepatan rendah, motor listrik menggerakkan roda dengan suara dan getaran yang minim sehingga sensasi berkendaranya terasa mirip mobil listrik murni (BEV).
Meski begitu, saat pedal gas diinjak lebih dalam untuk mendapatkan akselerasi lebih besar, suara mesin mulai terdengar masuk ke dalam kabin.
Fitur Smart Pedal juga menjadi salah satu teknologi yang mencuri perhatian. Pengemudi cukup menekan tombol s-pdl yang berada di sebelah kanan setir untuk mengaktifkannya, baik saat kendaraan berhenti maupun berjalan. Setelah aktif, indikator Smart Pedal akan muncul di layar MID.
Melalui fitur ini, pengemudi dapat melakukan akselerasi dan deselerasi hanya dengan memanfaatkan pedal gas. Saat pedal diinjak mobil akan melaju seperti biasa, sedangkan ketika pedal dilepas kendaraan akan melambat secara otomatis layaknya melakukan pengereman. Fitur tersebut dinilai sangat membantu saat menghadapi kemacetan dan kondisi stop and go di perkotaan.
Di balik berbagai keunggulannya, Rocky Hybrid masih memiliki satu catatan. Suspensinya terasa relatif keras ketika melintasi beberapa speed trap di kawasan PIK 2. Bantingan yang kurang empuk membuat suara benturan cukup terasa, terutama bagi penumpang yang duduk di baris kedua.