BENGKALIS - PT SPM (Sakato Pratama Makmur) melaksanakan Program Rehabilitasi Kawasan Konservasi Pascakebakaran dengan menamam 58.100 batang bibit tanaman hutan pada areal konservasi yang terdampak kebakaran konservasi perusahaan pada hari Kamis, Tanggal 30 Juli 2026di Dusun Air Raja Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan rehabilitasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari komitmen PT SPM dalam memulihkan fungsi ekologis kawasan konservasi, menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki kualitas lingkungan, serta memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan serapan karbon.
Kegiatan ini selain dihadiri oleh Direktur PT SPM Bagyo Raharjo juga dihadiri oleh Camat Bandar Laksamana diwakili Bagian Pemerintahan Muhammad Faizal. S.Sos, M.Si , Kapolsek Bukit Batu Kompol Ali Imran SH, perwakilan Koramil, KPH Bengkalis, Polhut, perangkat desa, tokoh masyarakat, Relawan dan Mahasiswa, mitra perusahaan, serta jajaran manajemen dan karyawan PT Sakato Pratama Makmur.
Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Rehabilitasi Berbasis Pemulihan Ekosistem
Program rehabilitasi ini dilaksanakan melalui penanaman 58.100 batang bibit dengan komposisi berbagai jenis tanaman hutan yang memiliki nilai ekologis tinggi dan sesuai dengan karakteristik kawasan gambut serta hutan dataran rendah di Kabupaten Bengkalis, diantaranya yaitu:Meranti (Shorea spp), Jelutung (Dyera polyphylla), Geronggang (Cratoxylum arborescens), Pulai Rawa (Alstonia pneumathopora), Tampui (Baccauurea macrocarpa), Balam (Palaqium burchii), Pasir-pasir (Ilex Pleiobrachiata), Kelat (Eugenia-sp), Kelumpang (Sterculia foetida), Geronggang (Cratoxylum arborescents)
Pemilihan jenis tanaman tersebut mempertimbangkan aspek kesesuaian habitat, kemampuan adaptasi terhadap kondisi lahan, nilai konservasi, serta potensi dalam mempercepat proses pemulihan ekosistem alami.
Selain kegiatan penanaman, PT SPM juga akan melaksanakan program pemeliharaan tanaman, penyulaman, pemantauan pertumbuhan, pengendalian gulma, perlindungan terhadap gangguan satwa maupun aktivitas manusia, serta penguatan sistem pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar rehabilitasi memberikan hasil yang optimal.
Direktur PT Sakato Pratama Makmur, Bagyo Raharjo dalam sambutannya menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan fondasi utama dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan.
"Hari ini bukan sekadar kegiatan penanaman pohon. Hari ini adalah wujud nyata komitmen PT Sakato Pratama Makmur untuk menghijaukan dan memulihkan ekosistem yang pernah mengalami gangguan akibat kebakaran agar tetap terjaga. sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan generasi mendatang," sebutnya.
Pihaknya berkomitmen memastikan seluruh bibit yang ditanam akan dipantau dan bisa memperoleh pemeliharaan secara berkelanjutan hingga mampu tumbuh menjadi tegakan hutan yang sehat. "Kami juga akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kawasan konservasi dari ancaman kebakaran dengan mendirikan posko-posko disekitar kawasan ini untuk menekan angka kebakaran maupun kerusakan lainnya, yang masing-masing anggota posko terdiri dari berbagai elemen, termasuk MPA dan Tokoh masyarakat," ujarnya.
Camat Bandar Laksamana yang diwakili oleh Bagian Pemerintahan Muhammad Faizal menyampaikan apresiasi atas langkah nyata PT Sakato Pratama Makmur dalam memulihkan kawasan konservasi.
"Pemerintah Kecamatan Bandar Laksamana memberikan penghargaan dan mengucapkan terima kasih kepada PT Sakato Pratama Makmur atas kepedulian dan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Rehabilitasi kawasan konservasi pasca kebakaran ini merupakan langkah strategis dalam mengembalikan fungsi ekologis hutan sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim, perlindungan sumber daya alam, dan pembangunan berkelanjutan,” sebutnya.
Kapolsek Bukit Batu menekankan pentingnya menjaga kawasan rehabilitasi agar tidak kembali mengalami kebakaran. Pihaknya mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif PT Sakato Pratama Makmur yang melakukan rehabilitasi pascakebakaran.
"Mari kita untuk saling menjaga dan mengingatkan kembali masyarakat kiat, mari kita jaga lingkungan kita supaya Indah dan lestari. Alam akan menyayangi kita kalau kita menyayangi alam. Kepolisian akan terus mendukung upaya penghijauan kembali kawasan yang bekas terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan melalui patroli,” katanya.
Pelaksanaan rehabilitasi turut melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, karyawan, relawan lingkungan, mahasiswa serta masyarakat sekitar kawasan konservasi.
Pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap kawasan konservasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui pendekatan partisipatif.
PT SPM meyakini bahwa keberhasilan rehabilitasi kawasan konservasi tidak hanya bergantung pada perusahaan, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pemantauan terhadap tingkat keberhasilan penanaman melalui evaluasi berkala, penyulaman tanaman, serta penguatan kerja sama dengan pemerintah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen menuju pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. (rls)