Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

19:52 - Abdi Tandatangani Pengumum...
23:24 - Total Kasus Covid-19 di Be...
19:28 - Tingkatkan Kesadaran Masya...
15:12 - MTQ ke-45 Bengkalis Resmi ...
16:21 - Mandau Peringkat Pertama K...
22:45 - Positif Covid-19 di Bengka...
16:54 - Terkait Pendirian Klinik ...
19:22 - BPBD Bengkalis Salurkan Ho...
18:18 - Bappeda Gelar Pertemuan Ko...
15:04 - Herawati Syahrial Kunjungi...
14:51 - DKP Gelar Lomba Cipta Menu...
16:51 - Soal Cabup Bengkalis Posit...
13:23 - DWP Bengkalis Beri Bingkis...
20:27 - Satu Pasien Covid-19 Asal...
16:29 - Upaya Pencegahan Covid-19,...
16:11 - Kunker ke Mandau, Pj Bupat...
20:36 - Kasus Positif Covid-19 di ...
16:55 - Jaga Netralitas, Kades se-...
15:02 - KONI Bengkalis Bakal Milik...
22:07 - Jumlah Kasus Positif Covid...
 
Pupuk Subsidi di Siak Kecil Langka, Petani Minta Solusi
Selasa, 22 September 2020 - 14:06:54 WIB
Bagus Santoso, Gatot Riono, Astud Iponi, Heri pada acara sosialisasi pupuk subsidi.
Bagus Santoso, Gatot Riono, Astud Iponi, Heri pada acara sosialisasi pupuk subsidi.
TERKAIT:

SIAK KECIL - Para petani di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis banyak mengeluh akibat langkanya pupuk bersubsidi dari Pemerintah. Masa tanam dan panen tahun ini tidak mendapatkan pupuk subsidi sama sekali.

Hal tersebut terungkap pada acara sosialisasi pupuk subsidi yang ditaja Koperasi Petani Sawit Inti Damai Abadi (Kopasanda) bekerjasama dengan UPT Tanaman Pangan Siak Kecil . 

"Kami petani ini sebenarnya manut saja apa maunya pemerintah, tapi tolonglah kami sekarang kerepotan mendapatkan pupuk bersubsidi," kata Jumani mewakili kelompok tani (Poktan) dari desa Langkat.

Langkanya pupuk subsidi tentu sangat memukul usaha petani. Suburnya tanaman dan hasil panen sangat tergantung dengan kecukupan pupuk. 
"Tanpa pupuk tanaman tak berbuah, kalau kami pupuk harga non subsidi hasil panennya tak sesuai dengan harga pupuk alias rugi, maka kami petani berharap betol adanya pupuk subsidi," kata Jumani.

Sementara itu masih banyak petani yang kebingungan cara untuk mendapatkan subsidi. Terutama setelah adanya kebijakan pemerintah mengubah tatacara dan syarat dari data manual menjadi basis data daring. Untuk input data diketahui petani terkendala untuk kelengkapan administrasi. "Dulu ada alokasi untuk petani pangan dan petani kebun. Pupuk lancar, sekarang petani kawatir gara gara administrasi tambah langka pupuk subsidi," ungkap Maryono 

Berkenaan kelangkaan pupuk Kepala UPT Astud Iponi mengakui memang pupuk subsidi untuk tahun 2019 ada kendala yang mengakibatkan kelangkaan pupuk subsidi. "Untuk mendapatkan pupuk subsidi itu ada administrasi yang harus dipenuhi, mulai dari tingkat PPL dengan Kelompok Tani (Poktan) menyusun RDKK. Setelah RDKK tersusun, baru terdata, dasar inilah kami Dinas Pertanian mengajukan usulan, ini juga sebagai basis data untuk mendapagkan kartu Tani,” jelasnya.

Sementara itu Penasehat Koperasi Bagus Santoso mengajak semua pihak saling menguatkan untuk lancarnya pupuk subsidi. Kedepan supaya semua petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi caranya harus terinput dalam data. "Kuncinya bagaimana berkomunikasi yang baik antara Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dengan petani. PPL proaktif petani dibimbing tatacaranya Insya Allah kedepan pupuk lancar petani senang," saran Bagus Santoso 

Lebih lanjut Bagus Santoso yang pada pilkada serentak tahun ini maju sebagai Bakal Cawabup berpasangan dengan Bakal Cabup Kasmarni mengatakan, sekarang Pemerintah 
akan menyempurnakan program Electronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (e-RDKK) dan Kartu Tani guna memperbaiki penanganan pupuk bersubsidi.

"Asal tahu saja, saat ini masih ditemukan permasalahan-permasalahan terkait pupuk bersubsidi.
Diketahui di Indonesia terdapat dua harga pupuk, harga subsidi dan non-subsidi. Harga pupuk non subsidi harganya sangat tinggi sedangkan harga pupuk non subsidi harganya lebih murah," katanya. 

Khusus di Kecamatan Siak kecil pada tahun 2020 mendapatkan alokasi pupuk subsidi 225 ton. Siak Kecil yang dulunya dikenal sebagai sentral pangan dengan luasan lahan 2.955 H saat sekarang hanya tinggal 1.291 H bergeser menjadi kebun sawit.


Penulis : Zulkarnaen
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Kualifikasi MotoGP Teruel, Nakagami Raih Pole Position
  • Cegah Covid-19, Satpolair Polres Meranti Pasang Stiker Imbauan Pakai Masker di Kapal
  • Menolak Didata, Oknum Anggota DPRD Kepulauan Meranti Kasari dan Omeli Petugas
  • Pemprov Riau Akan Ajukan APBN untuk Perbaikan Jalan di Pulau Rupat
  • Polsek Seberida Terus Sosialisasikan Adaptasi Kebiasaan Baru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved