Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

16:05 - Bersama Gubernur Riau, Pj ...
16:59 - Diusulkan Rp3,1 Triliun, A...
15:51 - Sertifikasi Produk, BPOM W...
14:06 - Pupuk Subsidi di Siak Kec...
21:01 - Bertambah 19 Orang, Pasien...
14:33 - Empat Pegawai Dishub Bengk...
19:16 - Terus Meningkat, Pasien Co...
15:27 - Di Pakning, Sampah Jadi Ma...
17:11 - Empat Pelaku Usaha Garam T...
15:13 - DAK Fisik Bengkalis Tahun ...
17:56 - 26 September Mulai Kampany...
16:55 - 2021 Ada Tiga Agenda Penti...
15:11 - Perbup Penegakan Protokol ...
13:38 - Swab Massal Sasar ASN Dina...
09:48 - Jangan hanya Sekedar Wacan...
11:44 - Bocah 4 Tahun Ditemukan Te...
17:27 - Standar Pelayanan Publik B...
16:08 - Bappeda Bengkalis Gelar Ko...
17:36 - Selama Agustus, BPBD Bengk...
17:08 - UPT Pelabuhan BSL Bengkali...
 
Sosialisasi Kurang, Penerapan PSBB di Bengkalis Tak Optimal
Senin, 18 Mei 2020 - 16:29:25 WIB

BENGKALIS –  Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Bengkalis hingga hari Senin  (18/5/2020) dirasakan tak optimal. 

Salah satu penyebabnya adalah kurangnya sosialisasi sehingga masyarakat tidak tahu apa  yang diperbolehkan dan apa yang dilarang selama PSBB berlangsung.
            
Tidak optimalnya penerapan PSBB, khususnya di Kota Bengkalis dapat dilihat dari aktifitas masyarakat yang tidak jauh berbeda dari hari-hari sebelumnya. Hampir semua toko buka seperti biasa baik itu kedai kopi, toko sembako, toko harian/kelontong, toko alat listrik, toko besi dan bangunan, toko pupuk, pasar, toko buah dan sayuran, dan toko perhiasan.
            
Kemudian toko jam, toko kaca/aluminium, toko alat olahraga/pancing, toko kacamata, toko variasi/dealer motor, toko mainan anak, toko buku, alat tulis dan foto kopi, toko barang bekas, toko barang pecah belah, salon/pangkas rambut, dan pakaian. Padahal berdasarkan Perbup Nomor 39 Tahun 2020 tentang  panduan bagi penerapan PSBB di kabupaten Bengkalis toko yang tidak berhubungan dengan bahan dan barang pangan atau kebutuhan pokok serta barang penting tidak boleh melaksanakan kegiatan selama PSBB berlangsung.
            
Kemudian untuk transportasi juga masih seperti hari-hari biasa. Tidak ada pemblokiran jalan-jalan utama, kendaraan roda dua berboncengan dengan mudah ditemukan di jalanan. Bahkan masyarakat tak terhitung jumlahnya berseliweran tanpa menggunakan masker. Nyaris sama seperti hari-hari biasa, tidak ada pengawasan, tidak ada teguran dari Tim Gugus Covid-19 apalagi penindakan.
            
Mirisnya lagi, sebagian besar pemilik toko tidak tahu apa-apa saja yang dilarang untuk dilakukan dan apa yang diperbolehkan. 

“Informasinya tak ada sampai ke kita, jadi kita tetap bukalah,” ujar salah seorang pemilik salon yang enggan namanya diekspos.
            
Hal senada diungkapkan pemilik usaha pangkas rambut. Pria yang akrab disapa Anto ini juga mengaku tidak tahu apa saja yang dilarang. “Kalau pangkas rambut dilarang, tentu harus jelas hitung-hitungnya. Saya mau saja tutup, tapi kompensasinya tentu harus ada,” ujarnya.
            
Ketidaktahuan sebagian besar pemilik usaha dinilai wajar karena selain penerapannya yang terkesan mendadak, juga  kurang sosialisasi. Sosialisasi hanya dilakukan secara terbatas, tidak langsung turun ke banyak titik dan juga tidak melibatkan media  massa sebagai partner.
            
“Penerapan PSBB ini kan terkesan dipaksakan, sosialisasinya pun seadanya jadi banyak juga yang tidak tahu. Seharusnya (sosialisasi,red) lebih gencar lagi  dengan  memanfaatkan semua komponen yang ada, termasuk media massa,” ujar salah seorang  pengamat media, Indra Jaya saat dimintai tanggapannya.
            
Bahkan, sambung pria yang akrab disapa Pak De ini, KPK sendiri dalam website resminya menyampaikan pentingnya pemberdayaan media massa  lokal sebagai salah satu pilar pengawasan dalam program penanganan covid-19. 

"Di situ KPK menyampaikan bahwa partisipasi media massa  di daerah penting.  Tidak saja dalam kerangka pengawasan, tetapi juga bisa menjadi sarana keterbukaan informasi mengenai penanganan pemerintah daerah di  masa pandemi ini,” ujarnya.



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Emil Dardak dalam Future Leader Challenge 2020: Pemuda harus Out of The Box!
  • Malam Ini Riau Berpotensi Hujan, BMKG: Waspada Angin Kencang dan Petir
  • Begini Ceritanya hingga Pelajar Kuansing Tewas Tertimbun di Tambang Emas Ilegal
  • Bukan untuk Pasien Covid-19, Rumah Sakit Apung Nusa Waluya segera Layani Warga Pekanbaru
  • Umrah Pertama Dimulai November, Arab Saudi akan Tentukan Negara Mana Saja yang Bisa Kirim Jemaah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved