Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

16:33 - Perbaikan JTM, Besok Terja...
15:20 - Takut Dikarantina, Rapid T...
18:20 - Jabatan Direktur PDAM Beng...
17:38 - Harusnya Bisa Lebih Murah,...
17:04 - Bahas Pilkada 2020, Pemkab...
16:55 - Pasca Rasionalisasi, Pemka...
12:42 - Makmun Murod Masuk Nominas...
16:37 - Terkait Gaji Honorer, Pemk...
19:22 - Dampak Covid, Honor Guru M...
15:47 - Nasib Honorer Pemkab Bengk...
20:56 - Nekat Beraksi Saat PSBB, 4...
15:45 - Plh Bupati Bengkalis Tinja...
15:26 - 108 KK Warga Desa Sei Sela...
21:32 - PSBB, Akses Menuju Wisata ...
18:22 - Alhamdulillah, 3 Pasien Po...
14:52 - Delapan Kali Swab Tetap Po...
15:04 - Hari Kedua Idul Fitri, Bel...
06:18 - Terseret Arus, RA Ditemuka...
15:51 - Target Penerimaan Pajak Da...
17:37 - Tanpa Sosialisasi, Daftar ...
 
Sembunyi di Hutan TKI Bakal Ditembak Pemerintah Malaysia, KJRI: Jangan Percaya Hoax
Selasa, 24 Maret 2020 - 17:03:50 WIB
Postingan di Facebook yang membuat resah WNI yang ada di Malaysia.
Postingan di Facebook yang membuat resah WNI yang ada di Malaysia.
TERKAIT:

BENGKALIS – Kebijakan lockdown oleh Kerajaan Malaysia membuat banyak WNI terutama asal Bengkalis berbondong-bondong  pulang kampung. Bahkan muncul berita bagi yang sembunyi di hutan akan ditembak oleh militer Kerajaan Malaysia.
Informasi tersebut salah satunya dimuat media suarapriangan.com yang kemudian dishare ke Facebook. Kontan, berita yang terkesan menakut-nakuti TKI tersebut membuat heboh warganet. Terutama mereka yang memiliki keluarga maupun sahabat di Malaysia. Sementara untuk pulang ke Indonesia, khususnya ke Bengkalis makin sulit. 

Menurut salah seorang warga Bengkalis di Malaysia kepada wartawan melalui whatsapp mengatakan, kalau Polisi Kerajaan Malaysia melakukan patroli dimana-mana dan mereka jadi ketakutan. 

“Untuk sementara kami diam dulu kat rumah,” ujar warga tersebut yang enggan namanya dipublish. 

“Nanti kalau agak aman baru keluar, ke Kukup,” ujarnya yang berniat balik ke kampung halamannya di Bengkalis.
Menanggapi pemberitaan yang terkesan menakutkan tersebut,  KJRI Johor Bahru melalui Koordinator Fungsi Pensosbud, Anang Fauzi Firdaus kepada wartawan bahwa informasi tersebut tidak benar alias hoax. 

“Jangan percaya berita yang belum terkonfirmasi mas. Isu-isu penembakan ini juga muncul di Sarawak, tapi sudah dibantah oleh KJRI Kuching,” ujarnya Senin (23/3/2020).
Dalam kesempatan itu, Anang juga mengharapkan kepada  wartawan untuk ikut bersama-sama mengedukasi masyarakat. 

“Mana mungkin pemerintah menembaki orang sampai mati,” ujarnya lagi.

Antrean Lancar
Terkait dengan arus kepulangan WNI dari Malaysia melalui Kukup dengan tujuan Tanjung Balai Karimun, Anang mengatakan saat ini sudah ini antrean sudah landai. 

“Di Kukup aman..malah bisa diatur jaraknya..antrean sudah landai,” katanya sambil mengirimkan postingan foto warga yang  sedang antri sambil duduk di kursi.

Penulis: Zulkarnaen
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Desa, Ini yang Dilakukan Camat Bandar Petalangan
  • Kabar Gembira, Pakar Akui Minyak Kelapa Dapat Membunuh Virus Corona
  • Hasil Swab Satu PDP Rohil Negatif, Kini Masih Dirawat di Rumah Sakit Pekanbaru
  • Helikopter Militer Jatuh dan Terbakar di Kendal, 6 Orang Sempat Menyelamatkan Diri
  • Warga Natuna Pasien Positif Corona di Riau Sempat Keliling Pekanbaru, Akan Dilakukan Tracing Kontak
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved