Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

20:15 - Soal Petugas PPDP Reaktif ...
15:42 - 1.285 Petugas PPDP Jalani ...
15:39 - Pemkab Bengkalis Bersama K...
14:13 - Plh Bupati Bengkalis Tegas...
13:40 - MTQ Kabupaten Bengkalis ke...
14:57 - Diaktifkan Kembali Setelah...
21:33 - Satu PDP Covid-19 Asal Ban...
14:17 - Tim Relawan Kukerta Unri S...
18:18 - Forum CSR Bengkalis Diakti...
18:04 - Terkait Program Bantuan ke...
16:15 - Jaga Kualitas Air, PDAM Be...
17:18 - Peringatan Hari Bhayangkar...
17:04 - Bahas Gelper dan Warung Re...
14:22 - Vonis Bebas Nelayan WNA, H...
19:18 - Berdasarkan Keputusan Mend...
18:27 - Jejak Kaki Harimau di Desa...
09:38 - Tim Relawan Covid-19 Unri ...
20:58 - Seorang Pegawai Positif Co...
17:18 - Positif Covid-19, Diskes B...
19:06 - Sejak 30 Maret, Gugus Tuga...
 
Diiringi Isak Tangis, Penumpang dari Malaysia di Pelabuhan BSL Bengkalis Langsung Dikarantina
Senin, 23 Maret 2020 - 16:31:17 WIB

BENGKALIS -  Isak tangis kesedihan para penjemput di pelabuhan Bandar Sri Laksamana (BSL) Bengkalis mengiringi proses karantina terhadap para 87 (sebelumnya tertulis 81,red) penumpang yang berasal  dari Malaysia. Mereka berasal dari Bengkalis  dan Bantan ini akan mengikuti prosedur karantina selama 14 hari.
Pantauan media  ini di pelabuhan BSL Bengkalis, Senin (23/3/2020) kesiapan untuk melakukan karantina terhadap para warga Bengkalis dan Bantan yang baru  saja pulang dari Malaysia tersebut benar-benar terlihat. Seluruh stakeholder terkait yang tergabung dalam Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 tampak hadir di lapangan. Mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Kepolisian, TNI, RSUD, pihak kecamatan, dan KKP tampak hadir untuk memastikan segala tahapan proses karantina berlangsung lancar. Di luar pelabuhan, tampak 3 bus sudah disiapkan untuk membawa para penumpang dari pelabuhan menuju asrama Diklat di Desa Kelapapati.
Sekitar pukul 13.30 WIB Kapal Dumai Line yang membawa penumpang dari Malaysia via Tanjung Balai Karimun merapat. Di bibir pelabuhan tampak sudah bersiap-siap petugas yang akan melakukan proses penyemprotan desinfektan. 

Satu persatu penumpang  keluar dengan dengan wajah tertutup masker, ada masker benar-benar masker, tapi ada juga makser sekenanya dari baju kaos. Begitu keluar, dilakukan penyemprotan desinfektan  dan dilanjutkan dengan pendataan diri berupa pengisian kartu kuning. Usai mengisi bidoata, para penumpan diarahkan ke sebuah ruangan untuk dilakukan scan suhu tubuh dengan menggunakan thermo scanner.
Sementara di luar pelabuhan, tampak rampai warga. Diantara mereka ada yang  sekedar nonton ingin menyaksikan proses karantina. Namun, ada juga  warga yang berniat  menjemput. Tangis kesedihan tampak terpancar dari wajah para penjemput ini karena dipastikan hanya bisa melihat dari jauh. Apalagi sebagian ada yang belum faham dengan proses  karantina, dan merasa keluarganya yang di karantina tersebut memang sakit karena corona.
Dengan mata berkaca-kaca dan suara  tangis kesedihan, para penjemput ni menyaksikan satu-persatu warga Bengkalis dan Bantan yang berasal dari Malaysia masuk ke bus. Mulai dari kapal datang hingga penumpang masuk ke bus, tampak aparat kepolisian berjaga-jaga. Proses persiapan karantina ini memakan waktu 30 menit sebelum akhirnya mereka  dibawa ke asrama Diklat di Desa Kelapapati.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 87 penumpang asal Bengkalis dan Bantan yang baru pulang dari Malaysia akan dikarantina. pemkab telah menetapkan asrama Diklat sebagai lokasi karantina.  

"Sesuai dengan hasil rapat,  warga kita yang baru pulang dari daerah terjangkit Malaysia akan kita karantina. Mereka akan melalui protap penanganan Covid-19," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis,  dr Ersan Saputra disela-sela menunggu kedatangan penumpang di pelabuhan BSL Bengkalis,  Senin (23/3/2020).

Dikatakan, para penumpang akan melalui rangkaian proses administrasi,  pengecekan kesehatan, dan juga pengukuran suhu. "Kemudian mereka akan kita bawa menuju asrama diklat, " ujar Ersan seraya menambahkan kalau tim medis juga sudah mempersiapkan asrama Diklat untuk menampung para warga tersebut. 

Sesuai protap,  sambung Ersan lagi,  warga yang baru pulang dari Malaysia ini akan menjalani proses karantina selama 14 hari.  Selama itu, mereka tidak bisa dikunjungi oleh siapapun,  kecuali ada izin tertulis dari pihak dokter. 

Pantauan di lapangan,  tiga unit bus telah disiapkan untuk membawa para penumpang menuju asrama Diklat di Desa Kelapapati.  Tampak aparat kepolisian melakukan pengawalan secara ketat untuk memastikan semua berjalan lancar.

Penulis: Zulkarnaen
Editor: Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tingkat Kesembuhan Pasien Positif Corona di Riau Tembus 90,8 Persen, Paling Banyak di Pekanbaru
  • Segera Beroperasi, Tol Pekanbaru – Dumai Tingkatkan Konektivitas Kawasan Industri di Provinsi Riau
  • La Liga Spanyol: Madrid Kalahkan Alaves dengan Skor 2-0
  • Sekdaprov Riau Minta GTP Covid-19 Rohul Tidak Lengah
  • Kapolres Pelalawan Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Ukui
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved