Bengkalis
Pemkab Bengkalis | DPRD Bengkalis
 
+ INDEX BERITA

19:22 - Dampak Covid, Honor Guru M...
15:47 - Nasib Honorer Pemkab Bengk...
20:56 - Nekat Beraksi Saat PSBB, 4...
15:45 - Plh Bupati Bengkalis Tinja...
15:26 - 108 KK Warga Desa Sei Sela...
21:32 - PSBB, Akses Menuju Wisata ...
18:22 - Alhamdulillah, 3 Pasien Po...
14:52 - Delapan Kali Swab Tetap Po...
15:04 - Hari Kedua Idul Fitri, Bel...
06:18 - Terseret Arus, RA Ditemuka...
15:51 - Target Penerimaan Pajak Da...
17:37 - Tanpa Sosialisasi, Daftar ...
16:29 - Sosialisasi Kurang, Penera...
10:21 - THR Belum Dibayar, Ratusan...
05:37 - Temuan Pansus Covid-19, Ma...
17:26 - Bengkalis Terapkan PSBB Ef...
17:40 - PSBB, Aktivitas Masyarakat...
19:17 - Beredar Daftar Ruas Jalan ...
15:09 - Rapid Test Reaktif, 34 Peg...
15:43 - Pansus Pengawasan Covid-19...
 
Pembagian Sembako Murah di Simpang Ayam Tuai Kontroversi; Janda Miskin Malah Tidak Dapat Kupon
Senin, 13 Mei 2019 - 18:36:40 WIB
Masinah (65) yang miskin malah tidak kebagian kupon sembako murah.
Masinah (65) yang miskin malah tidak kebagian kupon sembako murah.
TERKAIT:

BENGKALIS – Pembagian kupon sembako murah di Desa Simpang Ayam Kecamatan Bengkalis menuai kontroversi. Persoalan muncul setelah 80 kupon paket sembako yang dibagikan, terdapat warga miskin yang tak kebagian.

Ironisnya lagi, kupon sembako pasar murah itu juga diterima oleh pegawai pemerintahan desa maupun Kadusnya bahkan yang sudah naik haji. Sementara warga setempat dengan kategori miskin tidak kebagian, salah satunya seorang janda bernama Masinah (65). Masinah ini hanya tinggal berdua bersama anaknya.

"Kami tidak ada mendapat kupon pasar murah yang dibagi bagikan di kantor desa kemarin. Kito ni orang susah mano dipandangnya," ujar Masinah kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Desa Simpang Ayam, Mujiono ketika dikofirmasi, Senin (13/5/2019) mengatakan mengenai permasalahan sembako pasar murah tersebut, yang sudah mendapatkan raskin, raskin otonom, dan PKH tidak lagi mendapatkan sembako.

"Yang tidak tepat sasaran itu yang dimananya, kalau soal permasalahan sembako pasar murah itu, memang kemaren, kita di Desa Simpang Ayam itu mendapat bantuan sembako murah dari Disdagperin sebanyak 80 paket. Yang ditebus dengan harga Rp50 ribu, dan kesepakatan kami bersama Kepala Dusun yang ada karena ini sembako tahunan, jadi kami sepakat bagi orang orang yang sudah menerima raskin, otonom dan PKH tidak lagi mendapatkan sembako murah," ujar  Mujiono.

Saat disinggung alasan apakah pihak desa tidak memberikan sembako murah tersebut kepada warga miskin. Lanjut Mujiono berkilah, bahwa pihak desa berpikir, karena orang - orang yang disebutkan itu tadi mereka setiap bulan sudah menerima beras raskin.

"Warga miskin itu kan setiap bulan sudah menerima beras raskin. Jadi biarlah sembako murah ini diterima oleh orang lain. Artinya dari kesepakatan kepala dusun, aparatur yang ada di desa kami memilah-milah. Saya juga tidak bisa melihat mana yang susah mana yang senang, soalnya janda di sini banyak kireteria diantaranya yang senang dan yang susah. Saya pun tidak tau mana yang susah dan yang senang dan masalah ini sudah saya serahkan ke aparatur desa saya," ujarnya.

Saat kembali disinggung bahwa yang menerima sembako pasar murah tersebut adalah keluarga yang memang sudah mampu, Mujiono menjawab bahwa itu sudah menjadi kesepakatan pihak desa diantaranya Kepala Dusun.

"Jadi beginilah, saya memang tidak tau keriteria orang sini kan tidak tau mana yang susah mana yang senang, yang dianggap susah betul itu seperti apa, yang dianggap setengah susah itu seperti apa, kami memang tidak tau,"imbuhnya.

Terpisah, Ketua RT 01 RW 02 desa Simpang Ayam, Norawi mengaku tidak tahu tentang permasalahan pembagian sembako pasar murah tersebut. "Soal pembagian sembako murah itu, saya pribadi memang tidak mengerti dan tidak dilibatkan apalagi diberitahu. Diri saya sendiri tidak diberi tahu dan alasan pihak desa pun saya tidak tahu," ujar Norawi.

Penulis : Zulkarnaen
Editor : Yusni Fatimah



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Meski PSBB Sudah Berakhir, Riau Perpanjang Tanggap Darurat Covid-19
  • Kasus Corona Naik Lagi, Korsel Kembali Tutup Sekolah
  • Geger, Pria di Pekanbaru Ditemukan Gantung Diri dalam Rumah Kontrakannya
  • Pemko Pekanbaru Gesa Perwako Penerapan New Normal
  • Kadiskes Meranti Berkoar-koar Anggaran Covid-19 Tidak Cair, Eh...,Ternyata Tak Diurus
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2020 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved