www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Pembunuh Dufi Ditangkap, Begini Sosoknya di Mata Tetangga
 
Bantu Disabilitas, Mahasiswa PCR Kembangkan Kursi Roda dengan Kendali Sinyal Otak
Jumat, 09/11/2018 - 15:33:55 WIB
Foto : Antara Riau
Foto : Antara Riau
TERKAIT:

PEKANBARU - Mahasiswa Politeknik Caltex Riau (PCR) bernama Muhamad Nurul Fikri berhasil mengembangkan kursi roda yang memungkinkan si pengguna menggerakannya dengan sinyal otak atau pikirannya.

Kursi roda berkendali pikiran itu menjadi pusat perhatian pada Kontes Proyek Akhir di PCR, Kota Pekanbaru, Jumat (9/11/2018). “Ini jadi tugas akhir saya, yaitu implementasi sensor neurosky untuk kontrol lima arah pergerakan,” kata Fikri.

Mahasiswa jurusan teknik industri itu mengatakan selama enam bulan mengembangkan kursi roda itu. “Tujuannya untuk teman-teman yang disabilitas, khususnya yang lumpuh total,” katanya seperti dilansir dari antarariau.com.

Lelaki 22 tahun itu menjelaskan sensor neurosky adalah piranti sensor untuk menangkap sinyal otak pada satu titik di area kening manusia. Menurut dia, ketika manusia dalam kondisi konsentrasi dan meditasi, bisa menghasilkan gelombang alpha yang amplitudonya bisa digunakan untuk menggerakan kursi roda.

Gelombang alpha ketika konsentrasi digunakan untuk pergerakan maju, sedangkan ketika kondisi meditasi yang menghasilkan sinyal stabil, digunakan untuk bergerak mundur. Kemudian, untuk gerakan belok, ia menggunakan gerakan otot sekitar mata, sehingga ketika berkedip tiga kali membuat kursi roda berbelok ke kanan.

Piranto sensor neurosky itu berbentuk tipis seperti bando yang diletakan di kepala, terdiri dari filter dan penguat sinyal. Sinyal otak kemudian ditangkap oleh sensor, kemudian dikirim datanya ke alat bernama dongle via bluetooth ke laptop untuk diolah lebih lanjut.

Data yang dihasilkan kemudian dikirim ke controler yang diletakan di belakang kursi roda yang berfungsi sebagai motor penggerak roda.

“Alat ini masih terus dikembangkan untuk mendapatkan interface yang lebih baik dengan mini PC (personal computer),” katanya.

Untuk bisa mengendarainya, Fikri mengatakan untuk awalnya butuh pelatihan untuk bisa fokus karena setiap orang punya sinyal otak yang berbeda-beda.

“Kecepatan maksimalnya hanya lima kilometer per jam, karena bukan kecepatan ya, karena ini didesain untuk orang disabilitas,” katanya.

Ia mengatakan ini adalah pertama kalinya mahasiswa PCR mengembangkan kursi roda yang digerakan dengan pikiran. Namun, untuk di Indonesia, kursi roda seperti itu sudah dikembangkan juga oleh peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Ada seperti ini di LIPI, tapi gunakan banyak sensor. Sensor otak yang banyak titik seperti tabung, bagi disabilitas jadi malu pakainya. Kalau neurosky lebih simpel jadi lebih pede (percaya diri),” katanya. (*)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pembunuh Dufi Ditangkap, Begini Sosoknya di Mata Tetangga
  • Harga TBS Sawit di Riau Turun Terus, Ternyata Ini Sebabnya...
  • Prostitusi Online 'Sukabumi Asyik' Ternyata Dijalankan di Gang Sempit Ini
  • BIN Sebut 41 Masjid Terpapar Radikalisme, Wakil Ketua Dewan Masjid Jamin Tak Ada
  • Rancangan Belanja APBD Meranti 2019 Lebih Besar dari Pendapatan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Uji Kompetensi Broker Properti
     
     
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved