Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
+ INDEX BERITA

13:29 - Pelayanan Satu Pintu Siak ...
12:38 - Siak Terima Penghargaan Ko...
14:00 - Warga Temukan Bunga Bangka...
15:39 - Pemkab Siak Evaluasi Perce...
15:03 - Tepati Janji, Syamsuar Ser...
13:29 - 24 Wirausaha Pemula Siak T...
16:43 - Syamsuar-Edy Menang Telak ...
10:40 - Data BPS Tahun 2015-2016 T...
07:14 - H+3 Lebaran, Pengunjung Is...
12:48 - Kabupaten Siak Masuk Lima ...
10:30 - Lebaran Tahun Ini Tarif Ma...
15:46 - Disdagprin Siak Temukan Ca...
13:11 - Pemkab Siak Gelar Paket Se...
12:44 - Gemar Siak Berzakat Target...
16:47 - Pasca Teror Bom, Masyaraka...
19:50 - Tim IKKON Lakukan Survey T...
15:51 - Siak Peroleh Opini WTP unt...
11:55 - Tim PORA Siak Sidak TKA di...
14:39 - 25 Tahun Menderita Tumor P...
08:51 - Ternyata Budidaya Nenas Bi...
 
Pemkab Tandatangani MOU, Siak Dinobatkan Sebagai Kota Pusaka oleh Kementerian PUPR RI
Jumat, 15/12/2017 - 11:10:01 WIB
TERKAIT:

SIAK - Pemerintah Kabupatan Siak dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI sepakat menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU), terkait Siak sebagai Kota Pusaka.

Penandatangan ini berlangsung di Ruang Rapat lantai II Kantor Kementerian PU PR, Jalan Pattimura No. 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2017), sekitar pukul 09.20 WIB, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Selain Kabupaten Siak, empat daerah lainnya juga melakukan penanda tanganan MoU yang sama yakni, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sambas, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutanya usai menanda tangani sertifikat MoU Kota Pusaka, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU PR RI, Ir Sri Hartoyo, Dipl. SE, ME, mengatakan, sangat mengapresiasi lima daerah kabupaten yang komitmen dengan Kota Pusaka ini.

Tentunya, sambung Sri, dengan penanda taganan sertifikat Kota Pusaka ini akan meningkatkan daya tarik kota masing-masing dan hal ini akan menjadi multiplier effect.

"Kota Pusaka ini, adalah bagian dari perjalanan sejarah kota dan tentunya kita tidak boleh melupakan sejarah. Generasi kita harus tau tentang kota pusaka mereka yang mengandung perjalanan sejarah. Selain itu Kota Pusaka juga menarik wisatawan dengan situs-situs budaya yang kita lindungi," ungkap Sri.

Sri juga menjelaskan, Kota Pusaka ini juga berfungsi edukasi dan perekonomian masyarakat. "Sedangkan terkait masalah
pendanaan bisa kita bicarakan dengan pemerintah pusat dan daerah. Kita juga berharap dalam penangan Kota Pusaka perlu melibatkan pemangku kepentingan," ungkap Sri.

Usai penandatangan MoU, Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSI, mengatakan, Kota Pusaka merupakan program dari Kementerian PU PR pada Dirjen Cipta Karya dalam upaya pelestaraian dan penataan situs peninggalan sejarah.

"Tujuan Program Kota Pusaka adalah agar menjaga identitas kota berdasarkan sejarah awal berdirinya kota tersebut, serta mengantisipasi terhadap lajunya pembangunan infrastruktur dan semakin menglobalnya budaya luar yang cenderung menyebabkan budaya lama hilang," ungkap Syamsuar.

Alhamdulillah, kata Syamsuar bersyukur, perjuangan panjang Kota Pusaka Siak Sri Indrapura ini diridhoi Allah SWT.

"Selanjutnya kita berjuang untuk mendapat dukungan Unesco sebagai kota warisan dunia atau heritage city. Mari berjuang untuk membahagiakan anak cucu kita dimasa yang akan datang," ajak Syamsuar.

Tak lupa Syamsuar mengucapkan terika kasih kepada pihak yang telah gigih memperjuangkan Siak menjadi Kota Pusaka. Seperti Kadis PU Turakim Siak, Irving Kahar dan Kasatker PBL Riau, Ikhwanul, dan dibantu Yan Prana.

"Ada juga sejumlah nama lagi yang sangat berperan dalam mewujudkan Siak sebagai Kota Pusaka, misalnya Kadri Yavis, Hendrisan, Lukman, Fauzi, SHC, Bapak OK Nizami, Pak Themas dan Pak Yo dan lain-lain yang tidak dapat saya uraikan satu per satu namanya yang selalu mendukung semangat kami untuk membangun Kota Pusaka Indonesia," ucap Syamsuar.

Siak sebagai kota peninggalan Kerajaan Melayu Islam terbesar di abad 18-20, jelas Syamsuar, tercatat banyak peninggalan infrastruktur dan budaya Melayu yang masih melekat di masyarakatnya.

Dikhawatirkan peninggalan itu jika tidak dilestarikan dan tidak dipelihara akan hilang dari masyarakat Melayu. Apalagi bila menyalah artikan semangat otonomi daerah yang semata-mata menjadikan pembangunan infrastruktur, sehingga bisa menyebabkan musnahnya bangunan bersejarah yang telah dibangun para sultan.

Menyikap hal itu, Kabupaten Siak sudah menyiapkan regulasi perlindungan cagar budaya. Seperti Perda Kampung Adat Nomor 2 tahun 2015, Perda Bangun Gedung Nomor 1 tahun 2014.

Selain itu, Siak juga membentuk Tim Ahli Cagar Budaya yang diketuai Ok Nizami Jamil, dan tim ini satu-satunya ada di Riau. Selain itu juga ada Perbup RTBL kawasan Menpura dan Perbup TACB No 614/HK/Kpts/2017.

Jadi, ucap Syamsuar, program Kota Pusaka lah yang akan memelihara, melestarikan, menata dan mewariskan kembali ke generasi berikutnya dengan memberikan nilai tambah (added value) terhadap bangunan sejarah tersebut.

Misalnya, menjadikan bangunan tersebut sebagai museum, hotel, caffe, restaurant dan sebagainya.

Terhadap program Kota Pusaka ini, akan dibuatkan deliniasinya sebagai pembatas kawasan yang pola pembangunannya harus betul-betul diatur dan ditata dengan tetap menonjolkan bangunan aslinya sebagai ikon dari kota pusaka.

Selain itu, pengelolaannya juga harus ditetapkan dalam bentuk badan pengelola, segala bentuk pembangunan dan perizinan harus mendapat rekomendasi dari badan pengelola.

Penulis : Mg1
Editor : Yusni Fatimah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Tahun Depan Imam Masjid di Pekanbaru Dapat Insentif
  • Walikota Dumai Resmikan Pantai Teluk Makmur
  • Satres Narkoba Polres Rohul Gerebek Rumah Pelaku Narkoba di Mahato
  • Dishub Pekanbaru Tertibkan Parkir di Pasar Pagi Arengka
  • Sabtu Depan, 230 JCH Bengkalis Kloter 4 Menuju Batam
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved