Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
 
+ INDEX BERITA

10:46 - Ribuan Masyarakat Ramaikan...
15:46 - Dermaga Tanjung Buton Ambr...
14:36 - BREAKING NEWS. Pelabuhan T...
12:09 - Hujan Tak Kunjung Turun, B...
18:58 - Bupati Alfedri Buka Musda ...
15:02 - BAZNas Siak Adakan Rakor P...
17:26 - Dinas Perpustakaan Siak Do...
14:23 - Buka Jambore Pustaka Siak ...
21:18 - Siak akan Punya Taman dan ...
18:01 - Ingin Hujan segera Guyur S...
17:07 - Bupati Alfedri Yakin denga...
16:15 - Bupati Siak Ajak Masyaraka...
15:38 - 54 Bakal Calon Pengulu se ...
14:36 - Nihil Titik Api, Namun Kab...
17:30 - Bupati Alfedri Berharap Tu...
10:05 - Sayangkan Sikap PN Siak Bu...
16:41 - Libatkan Perusahaan, BPJS ...
09:55 - Heboh, Buaya Sungai Naik k...
14:40 - APP Sinar Mas Lakukan Pena...
20:02 - Bupati Siak Siap Pulihkan ...
 
Pertama di Indonesia, Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture
Kamis, 13/06/2019 - 16:59:51 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Pertama di Indonesia, Pemkab Siak Kembangkan Teknologi Aero Hydro Culture
  •  

    SIAK - Untuk meningkatkan hasil perkebunan kelapa sawit di lahan gambut, dan juga menjaga ekosistem gambut, Pemerintah Kabupaten Siak bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG), lakukan kajian hydrologi gambut dan pengembangan Teknologi Aero Hydro Culture, hasil penemuan Prof Ozaki dari jepang. 

    Hal tersebut dikatakan Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan, saat membuka kegiatan pelatihan Pembuatan Kompos di lokasi Riset Aerohydro Culture, di Kampung Koto Ringin, Kecamatan Mempura, Kamis pagi (13/6/2019). 

    Dalam hal ini, BRG juga bekerjasama dengan Word Research International (WRI) Indonesia, LIPI, UNRI (UR), Balitbang, Pertanian Pusat, Badan Penelitian Kehutanan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (LHK), serta melibatkan NGO (LSM) yg tergabung dalam Sedagho Siak, seperti Winrock, WRI, dan Elang.

    Selanjutnya, Hendrisan mengatakan bahwa Pemerintah Daerah menyambut baik dan sangat mendukung dengan adanya kegiatan pengembangan teknologi terbaru ini.

    "Jika ada kendala dalam pengembangan teknologi ini, kami Pemerintah Daerah akan memfasilitasi dan siap membantu", jelas Hendrisan.

    Hendrisan juga berpesan kepada kelompok tani yang mengikuti kegiatan ini agar mengikutinya dengan sebaik mungkin agar teknologi ini benar-benar bisa diterapkan di lahan gambut di daerah ini. 

    "Semoga dengan teknologi terbaru ini, nantinya hasil perkebunan kelapa sawit masyarakat akan meningkat, sehingga akan meningkatkan penghasilan mereka," harap Asisten II tersebut. 

    Kemudian Prof Anton dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, menjelaskan bahwa Teknologi Aero Hydro Culture, merupakan teknologi yang berfungsi untuk memancing akar tanaman untuk naik keatas, sehingga lebih mendapat makanan dari pupuk organik yang telah disediakan. 

    "Teknologi Aero Hydro Culture, terbuat dari pupuk organik yang dibuat dari rumput, tanda sawit yang kosong (tangkos), dan campuran kotoran hewan," kata lelaki yang kerap dipanggil Profesor itu. 

    Setelah semua bahan dicampurkan, sambungnya, bahan tersebut akan didiamkan atau diendapkan kurang lebih dua bulan, kemudian baru dicampurkan dengan pupuk lain seperti Pupuk Mikorisa, dan pupuk PGPR.

    Kepala Dinas Pertanian Budiman Safari menambahkan, Teknologi ini akan coba dikembangkan terlebih dahulu di lahan Koperasi Beringin Jaya, Kampung Koto Ringin, dengan luas kurang lebih 400 hektare. 

    "Setelah teknologi ini berhasil dikembangkan, saya berharap Koperasi Beringin Jaya menjadi pengembang usaha primadona, bagi pelaku usaha sawit di daerah lain," kata budi.

    Penulis : Diana Sari
    Editor : Fauzia

    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Dompet Dhuafa Riau dan Komunitas Tangan di Atas Beri Layanan Kesehatan Gratis
  • Asap Makin Tebal, Kualitas Udara Berbahaya untuk Kesehatan, Warga Pekanbaru Pilih ke Sumbar
  • Menang Mudah, Marquez Dominasi Balapan MotoGP Aragon
  • Tiga Kali Penjajakan, Status Lahan Pasar Modern Belum Ada Kata Sepakat
  • Api Makin Besar, Kebakaran Hutan Lindung Bukit Betabuh Kuansing Sulit Dipadamkan
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved