Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
 
+ INDEX BERITA

22:24 - PT RAPP Salurkan Bantuan k...
15:31 - Alfedri Teken Komitmen Ber...
15:56 - BAZNAS Siak Distribusikan ...
20:35 - Dinkes segera Ambil Langka...
14:16 - KNPI Mempura Nilai Camat M...
21:45 - Lestarikan Budaya, KNPI Me...
16:24 - Bupati Apresiasi Aparat Ta...
20:48 - Hadiri Musrenbangnas, Sekd...
14:38 - Sidak Disperindag Siak: Ha...
18:09 - Pemkab Siak Kaji Skema Bar...
17:24 - Pantau Progres Smart City,...
12:25 - Lebih Dekat dengan Pengat,...
17:18 - Pemkab Siak Asesmen 50 Pej...
13:23 - Sambut Bulan Suci Ramadan,...
19:17 - PT AA-SMF/IKPP Gandeng Mar...
19:43 - Pantau Isu Pokok Usai Pemi...
19:06 - Siak Berduka, Dua Orang Pe...
18:11 - Manfaatkan Buah-buahan Lok...
17:36 - Siak Bersiap Jadi Pilot Pr...
15:19 - Prabowo-Sandi Masih Unggul...
 
Terindikasi Jadi TKI Non Prosedural, Imigrasi Siak Tolak 16 Permohonan Paspor
Senin, 25/03/2019 - 16:40:03 WIB
Ilustrasi Paspor.
Ilustrasi Paspor.
TERKAIT:

SIAK - Kantor Imigrasi Kelas II tempat pemeriksaan Imigrasi Kabupaten Siak, Provinsi Riau menolak 16 permohonan paspor selama 2019 ini karena terindikasi akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia non prosedural.

Dalam hal ini mereka mengurus paspor dengan tujuan melancong ke Negara Malaysia. Namun ketika dalam proses wawancara tidak bisa menjelaskan rencana tujuan serta aktivitasnya di sana.

"Dari persyaratan administrasi semua terpenuhi, tapi saat diminta keterangan data berupa tiket dan kemana tujuan di Malaysia mereka tidak bisa membuktikan," kata Kepala Imigrasi Kelas II TPI Siak Anak Agung Bagus Narayana melalui Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan, Harapan Nasution di Siak, Senin(25/3/2019).

Sebanyak 16 permohonan yang ditolak masing-masing delapan pada Januari dan Februari. Sedangkan umur pemohon semuanya usia produktif atau berada di bawah 25 tahun yang lebih banyak berkelamin laki-laki.

"Yang perempuan ada dari Kecamatan Minas dan Kandis. kemudian yang laki-laki banyak dari Kecamatan Sungai Apit dan Bunga Raya," imbuhnya.

Selain wawancara, pihak Imigrasi juga melakukan pengecekan di lapangan ke alamat si pemohon. Hal ini seperti melihat kondisi ekonomi pemohon apakah memang memiliki kemampuan untuk tujuan berwisata ke luar negeri.

Imigrasi kemudian juga mempertajam bagi yang laki-laki untuk membuat surat pernyataan dengan materai. Untuk perempuan bahkan dilakukan dengan lebih ketat lagi yakni harus ada penjamin di luar negeri tersebut.

"Kalau ada saudara di Malaysia dimana? Coba hubungi dan buktikan apakah ada. Kalau tidak berarti ada indikasi akan bekerja," ujarnya.

Dikatakannya, harapan prosedur ini dilakukan dalam rangka melaksanakan instruksi nasional untuk antisipasi TKI non prosedural. Pasalnya memang banyak modusnya ada saudara lalu menggunakan paspor kunjungan wisata, tapi ternyata bekerja.

Penulis : Diana Sari
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Hasil UN SMP Sederajat di Kuansing Bakal Diumumkan 29 Mei 2019
  • Tiba di Lokasi Pemakaman, Warga Berdesakan Sambut Jenazah Ustaz Arifin Ilham
  • DPRD Kuansing Soroti Kosongnya Tenaga Dokter Umum di Puskesmas Inuman
  • Sidang Perkara Pemalsuan SK Menhut, JPU: Majelis Hakim Tolong Adil
  • Kembangkan Tasik Nambus, Disparpora Meranti MoU dengan Pilar Pariwisata
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved