Siak
Pemkab Siak | DPRD Siak
 
 
+ INDEX BERITA

18:59 - Mahasiswa Kukerta UR Ikut ...
10:33 - Demi Masyarakat, Ini Terny...
18:26 - Bupati Alfedri Inspektur U...
21:24 - Bupati Alfedri Ingin Bumka...
11:51 - Pemadaman di Desa Rawang A...
10:35 - Tunggu Rekom Teknis, BKPRD...
18:06 - Melihat Perjuangan Satgas ...
20:47 - Bupati Siak: Apel Siaga Pe...
19:41 - PT KTU Turunkan Tim Bantu ...
13:48 - Bupati Alfedri: Hari Ini K...
19:01 - Bursa Inovasi Desa Jadi Ko...
18:36 - BPJS Beri Bantuan Pembangu...
16:47 - Alfedri Tegaskan Jangan Ad...
16:05 - Mahasiswa Unri Tanam 1.000...
05:52 - Karhutla di Siak Sulit Dip...
18:32 - Kebakaran di Siak Makin Pa...
17:36 - Gubernur Riau dan Bupati S...
13:12 - Syamsuar dan Alfedri Tinja...
16:26 - Bupati Siak Lantik Jamalud...
15:41 - 30 Hektar Lahan Gambut Ter...
 
Terindikasi Jadi TKI Non Prosedural, Imigrasi Siak Tolak 16 Permohonan Paspor
Senin, 25/03/2019 - 16:40:03 WIB

SIAK - Kantor Imigrasi Kelas II tempat pemeriksaan Imigrasi Kabupaten Siak, Provinsi Riau menolak 16 permohonan paspor selama 2019 ini karena terindikasi akan menjadi Tenaga Kerja Indonesia non prosedural.

Dalam hal ini mereka mengurus paspor dengan tujuan melancong ke Negara Malaysia. Namun ketika dalam proses wawancara tidak bisa menjelaskan rencana tujuan serta aktivitasnya di sana.

"Dari persyaratan administrasi semua terpenuhi, tapi saat diminta keterangan data berupa tiket dan kemana tujuan di Malaysia mereka tidak bisa membuktikan," kata Kepala Imigrasi Kelas II TPI Siak Anak Agung Bagus Narayana melalui Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan, Harapan Nasution di Siak, Senin(25/3/2019).

Sebanyak 16 permohonan yang ditolak masing-masing delapan pada Januari dan Februari. Sedangkan umur pemohon semuanya usia produktif atau berada di bawah 25 tahun yang lebih banyak berkelamin laki-laki.

"Yang perempuan ada dari Kecamatan Minas dan Kandis. kemudian yang laki-laki banyak dari Kecamatan Sungai Apit dan Bunga Raya," imbuhnya.

Selain wawancara, pihak Imigrasi juga melakukan pengecekan di lapangan ke alamat si pemohon. Hal ini seperti melihat kondisi ekonomi pemohon apakah memang memiliki kemampuan untuk tujuan berwisata ke luar negeri.

Imigrasi kemudian juga mempertajam bagi yang laki-laki untuk membuat surat pernyataan dengan materai. Untuk perempuan bahkan dilakukan dengan lebih ketat lagi yakni harus ada penjamin di luar negeri tersebut.

"Kalau ada saudara di Malaysia dimana? Coba hubungi dan buktikan apakah ada. Kalau tidak berarti ada indikasi akan bekerja," ujarnya.

Dikatakannya, harapan prosedur ini dilakukan dalam rangka melaksanakan instruksi nasional untuk antisipasi TKI non prosedural. Pasalnya memang banyak modusnya ada saudara lalu menggunakan paspor kunjungan wisata, tapi ternyata bekerja.

Penulis : Diana Sari
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Polda Riau Masih Selidiki Dugaan Prostitusi Hiburan Malam di SCH Pekanbaru
  • Korem 031/WB Gelar Komsos Kreatif, Beragam Alutsista Dipamerkan ke Masyarakat
  • Mahasiswa Kukerta UR Ikut Berjibaku Padamkan Api Karhutla di Desa Rawang Air Putih
  • MB BCK Duri Tampil di Istana Negara saat Peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia
  • Meriahnya Blue Core Yamaha Motor Show di Batam, Antusias Pengunjung dengan Promo Menarik
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved