Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

16:14 - Peni Herawati Berharap Ket...
14:00 - Bupati Rohul Tutup Tournam...
20:32 - Penjaringan Balon Bupati d...
16:46 - Arfizal Anwar Juru Kunci K...
16:00 - Sekda Rohul Bangga Kegiata...
06:15 - Bupati Sukiman Ajak Masyar...
17:50 - Berbatasan Langsung dengan...
14:40 - Sukiman Kembalikan Formuli...
13:36 - Jelaskan Tujuan Bawa Air S...
13:19 - Aparat Akan Cek Izin Senja...
16:59 - Satgas Satria Kresna Dikuk...
15:49 - Bupati Bangga Keberadaan B...
17:33 - Bupati Sukiman Bangga Desa...
14:41 - Bupati Rohul Janji Perbaik...
17:51 - Bupati Rohul Lantik dan Ku...
19:29 - Gustian Riau Orang Pertama...
13:31 - Pengurus PMI Kecamatan Pen...
19:57 - Disos P3A Sosialiasi TPPO,...
19:29 - Masuk Komisi VIII DPR RI, ...
15:28 - Bupati Rohul Tebar Benih I...
19:32 - ‎Dinsos P3A Rohul Sosial...
16:53 - Seragamkan Pengelolaan Ase...
16:11 - Selama Sepekan Operasi Zeb...
15:51 - Kena Pangkas, Kuota Pupuk ...
20:15 - Dinas TPH Sosialisasi Peng...
16:05 - Pemkab Rohul Raih LKPD WTP...
17:00 - TP PKK Rambah Samo Jadi Du...
16:13 - Peringati Sumpah Pemuda, B...
18:53 - Hari Santri Nasional ke-4 ...
09:10 - Bupati Sukiman Buka Musanc...
19:02 - Sekda Rohul Akui segera Um...
16:06 - Dalam Hajatan Akbar, LAMR ...
17:26 - Calon Dirut dan Dewan Peng...
16:25 - 5.359 Murid PAUD di Rohul ...
21:42 - Begini Tanggapan Sekda Ter...
18:37 - Tim Hoki Putri Rohul‎ Di...
16:08 - Sekda Rohul Minta OPD Susu...
18:30 - 32 Anak Dapat Pelatihan Ko...
14:52 - Sekda Imbau Kepala OPD Tur...
15:05 - Majelis Hakim Kabulkan Gug...
14:16 - BLP Barang/Jasa Setdakab R...
11:57 - Demi Negeri Seribu Suluk, ...
21:59 - Antisipasi Kamtibmas, Pols...
21:26 - Klaim Bekas Perladangan, W...
16:41 - RPH Pasir Pangaraian Sudah...
16:03 - Penghapusan Denda Pajak, W...
17:46 - Review Data Penyusunan FIS...
15:06 - Disnakbun Rohul Kembali Ba...
19:59 - Siapkan 475 Unit Rumah Lay...
19:44 - Pengalaman di Birokrasi, P...
18:00 - Tanggulangi Stunting, DKPP...
19:13 - Bupati Rohul Lantik 5 Angg...
12:33 - SK Pengangkatan 275 CPNS P...
12:27 - 249 CPNS Pemkab Rohul Golo...
10:33 - Wagubri Mengaku Bangga den...
09:37 - Dalam Perawatan RSUD Rohul...
17:58 - Empat Qori Asal Rohul Raih...
17:22 - Pertemuan Rutin, Kadivpas ...
15:35 - Saat Hadiri Pengajian Akba...
18:06 - Kini Warga Bisa Lakukan Se...
 
Klaim Bekas Perladangan, Warga Surga Tuntut 20 Persen HGU PT SAI
Jumat, 18/10/2019 - 21:26:24 WIB
Masyarakat Surga dan Rambah Samo gelar musyawarah, sikapi akan berakhirnya HGU PT SAI.
Masyarakat Surga dan Rambah Samo gelar musyawarah, sikapi akan berakhirnya HGU PT SAI.
TERKAIT:
 
 

PASIR PANGARAIAN - Masyarakat Desa Rambah Samo (Surga) Kecamatan Rambah Samo, Kamis (17/10/2019) sore, gelar musyawarah, menyikapi akan berakhirnya Izin Hak Guna Usaha (HGU) PT Sawit Asahan Indah (SAI) per 31 Desember 2019 mendatang.

Musyawarah digelar di Pasar Surga, dihadiri ratusan masyarakat serta tokoh masyarakat dan pemangku adat di Desa Rambah Samo.

Dalam musyawarah itu, masyarakat sepakat meminta pemerintah tidak memperbarui atau memperpanjang HGU PT SAI, sebelum pimpinan PT SAI memfasilitasi pembuatan  kebun sawit masyarakat sekitar perusahaan termasuk Desa Rambah Samo, sesuai Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 98 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri ATR BPN Nomor 7 Tahun 2017.

Kemudian, bila perusahaan tidak bersedia memenuhi permintaan masyarakat hingga 31 Desember, maka pada 1 Januari tahun 2020 masyarakat Surga akan melakukan pemancangan hak perladangan mereka di HGU PT SAI.

Ketua Panitia Musyawarah Barman menyatakan, sesuai Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 98 Tahun 2013 dan Peraturan Menteri ATR BPN Nomor 7 Tahun 2017, PT SAI memiliki kewajiban membuatkan kebun masyarakat seluas 20 persen dari luas HGU yang akan diperpanjang.

“Dari informasi yang kami dapatkan, luas HGU PT SAI sekitar 5.200 hektare. Artinya, mereka punya kewajiban membangun kebun rakyat seluas 1.040 hektar untuk desa yang bersimpadan termasuk Desa Surga dan Rambah Samo," ucap Barman.

Meski tidak bersimpadan langsung dengan lahan HGU PT SAI, masyarakat Rambah Samo memiliki alasan yang kuat masih memiliki hak atas HGU PT SAI tersebut. Karena lahan PT SAI tersebut 50 persen di antaranya merupakan bekas perladangan masyarakat Rambah Samo, yakni masyarakat Surga.

“Apalagi, diawal PT SAI berdiri pada tahun 1990 melibatkan Ninik Mamak Surau Gading, namun sekarang masyarakat Rambah Samo dan Surga sama sekali tidak dilibatkan dalam proses perpanjangan Izin HGU PT SAI tersebut," ucap Amsiardi salah seorang tokoh masyarakat.

Pernyataan salah seorang tokoh masyarakat Desa Rambah Samo tersebut juga dikuatkan dengan pengakuan Ketua LKA Rambah Samo Muhamad Nuh. Menurutnya, lahan bekas peladangan masyarakat Rambah Samo yang menjadi HGU PT SAI tersebut, adalah lahan ulayat Kerajaan Rambah yang dihibahkan kepada ulayat Sigatal bersama Surga.

“Kami punya bukti dokumen perjanjianya dan sebagian besar tokoh-tokohnya masih ada sampai saat ini," tegasnya.

M Nuh mengaku, meski Desa Rambah Samo saat ini sudah dimekarkan jadi 6 desa, namun hal tersebut tidak serta merta membatalkan hak-hak Tanah Ulayat Desa Rambah Samo dan Surga, sesuai kesepakatan Ninik Mamak Desa Rambah Samo sebelum Desa Rambah Samo  dimekarkan menjadi 6 desa.  

“Kami masyarakat Rambah Samo merasa ditinggalkan, padahal sebelum pemekaran, ada ketentuan dimana pemangku adat baru bisa menyetujui pemekaran Desa Rambah Samo, bilamana desa pemekaran tersebut mengakui hak adat," ucapnya.

M Nuh berharap, PT SAI dan pemerintah dapat menyelesaikan persoalan ini dengan baik serta memberikan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Desa Rambah Samo.

"Harapan masyarakat tidak muluk-muluk mereka hanya minta perusahaan membantu memfasilitasi supaya mereka juga memiliki kebun atau setidaknya memberikan kompensasi kepada masyarakat jadi mari selesaikan ini dengan kebersamaan,” imbaunya.  

Diawal PT SAI berdiri pada Tahun 1990, Desa Rambah Samo merupakan daerah sempadan dengan HGU PT SAI. Namun setelah dimekarkan jadi 6 Desa, hanya ada 3 desa pemekaran Rambah Samo yang menjadi daerah sempadan dengan HGU PT SAI yakni Desa Lubuk Bilang, Teluk Aur dan Sungai Kuning. 

Penulis : Feri Hendrawan
Editor : Fauzis


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Peni Herawati Berharap Ketua TP PKK Pusat Perbanyak Program Kesejahteraan Keluarga
  • Kadiskes Riau Harapkan Program dan Pelayanan Kesehatan Jadi Lebih Baik
  • Densus 88 Grebek Persembunyian Terduga Teroris di Kampar, 5 Orang Diamankan
  • 44 Desa di Meranti Terancam Tak Terima Bankeu dari Provinsi
  • Sosialisasi HIV/AIDS, Ayat Cahyadi Minta Warga Tidak Jauhi ODHA
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved