Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

07:20 - Peringatan Hari Jadi Desa ...
06:09 - Bupati Sebut Syekh Ismail ...
21:52 - Rumah Penerima PKH di Rohu...
06:11 - Antisipasi Karhutla, Polse...
16:54 - Dibuka Bupati Rohul, Pemka...
20:35 - 43 ASN Ikut Uji Kompetensi...
19:44 - Sialang Jaya Ditetapkan Ja...
19:06 - OPD Rohul Percepat Persiap...
18:58 - Optimal Selesaikan Pemerik...
19:17 - Bupati Sukiman Pimpin Apel...
11:30 - Jelang HUT DWP ke-20, DWP ...
08:37 - Setelah 8 Tahun Dibahas, D...
15:28 - ‎Beasiswa Mahasiswa Berp...
15:09 - Bupati Besuk Keluarga Bali...
14:37 - Polda Riau Bantu Pencarian...
14:48 - Bulan Bhakti PU ke-73, Peg...
06:55 - Longsor di Rohul, Pencaria...
16:54 - Puncak HKN ke-55, Pemkab K...
15:48 - Mau Mandi dan Terpeleset, ...
15:14 - Bupati Sukiman Pimpin Rako...
15:05 - Januari Hingga Oktober 201...
19:46 - Batang Lubuh Meluap Lagi, ...
10:53 - MAMIC Rohul Terpilih Sebag...
08:18 - Kapolres Rohul Monitoring ...
18:13 - Baru Pertama Digelar di De...
15:58 - ATR BPN Rohul Genjot Kiner...
14:17 - HUT ke-74 HGN 2019, Sekda ...
16:37 - Jelang Lomba PKK KB Kes Ri...
15:48 - Bupati Rohul dan PMI Salur...
15:40 - Kategori Pemda Cukup Infor...
09:10 - Pendiri Projo Rohul Kecewa...
05:58 - PWI Rohul Salurkan Bantuan...
20:14 - Pisah Sambut Camat Rambah ...
18:38 - Wagubri Pantau Banjir dan ...
19:57 - Peduli Korban Banjir, PWI ...
17:56 - Pasca Banjir, Tim Gabungan...
17:04 - Giliran Bonai Banjir, 7 Km...
13:44 - Banjir Rohul Rendam Puluha...
22:41 - Sempat Kisruh, Apri Nando ...
20:32 - Tingkatkan Sumber Daya Par...
17:26 - Rohul Akan Keluarkan Darur...
16:38 - Pantau Kondisi Pasca Banji...
20:14 - Polri, TNI, BPBD, dan Dink...
20:41 - Polemik Larangan Cadar dan...
15:34 - Anggota MPR/DPR RI Achmad,...
15:16 - Destinasi Wisata Alam Suli...
08:41 - Peduli Lingkungan, K3L PT ...
18:42 - Sistem Jemput Bola, Disduk...
18:11 - Kurang Sadar Bersihkan Lin...
17:17 - Bupati Rohul Dapat Penghar...
22:39 - Sekda Lantik dan Ambil Sum...
19:49 - Melalui FGD, Polres Rohul ...
16:08 - Pemkab Buka Seleksi Calon ...
12:08 - PKB dan PAN Bakal "Berduet...
22:04 - Diterima Bupati Sukiman, R...
19:09 - RSUD Rohul Berharap Kenaik...
22:23 - Bupati Sukiman Sampaikan R...
16:52 - Manager PTPN V Salurkan Za...
17:31 - Bupati dan DPRD Tandatanga...
13:04 - Sambut HJK, TNI Polri Goro...
 
Jamin Daging Sehat dan Akan Aktifkan RPH, Disnakbun Rohul Segera Tertibkan TPH Ilegal
Minggu, 08/09/2019 - 09:41:36 WIB
Sosialisasi rencana penertiban TPH ilegal oleh Disnakbun Rohul, melibatkan tim gabungan yang dimulai di Kecamatan Rambah agar kembali mengaktifkan RPH yang sudah lama tidak dimanfaatkan.
Sosialisasi rencana penertiban TPH ilegal oleh Disnakbun Rohul, melibatkan tim gabungan yang dimulai di Kecamatan Rambah agar kembali mengaktifkan RPH yang sudah lama tidak dimanfaatkan.
TERKAIT:
 
  • Jelang Idul Adha, Stok Daging Sapi Cukup
  • Rohil Swasembada Daging
  • Distanak Rohil Bangun RPH Tahun Ini
  •  

    PASIR PANGARAIAN - Dinas Peternakan dan Perkebunanan (Disnakbun) Rokan Hulu (Rohul) bersama tim gabungan, akan menertibkan seluruh Tempat Pemotongan Hewan (TPH)‎ ilegal yang tersebar di 16 kecamatan se Kabupaten Rohul. Hal ini sebagai upaya mejamin daging sehat serta aktifnya kembali Rumah Potong Hewan (RPH). 

    ‎Diakui Kepala Disnakbun Rohul Ir H Sri Hardono MM,  penertiban TPH ilegal dimulai di Kecamatan Rambah, sebagai pusat Ibukota dari Kabupaten Rohul.

    Penertiban TPH di Kecamatan Rambah nantinya melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, mulai Disnakbun, Satpol PP dan Damkar Rohul, Pemerintah Kecamatan Rambah, Babinsa Koramil 02 Rambah dan Bhabinkamtibmas Polsek Rambah, serta Pemerintah Desa.

    Sebelum dilakukan menertibkan, nantinya seluruh TPH, Disnakbun Rohul telah mensosialisasikan Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) kepada tim gabungan se-Kecamatan Rambah yang dilaksanakan di Kantor Camat Rambah, Selasa sore (3/9/2019), termasuk ke pemilik TPH.

    Di sosialisasi itu, nantinya juga dihadiri Camat Rambah H Fhatanalia Putra SSos, MSi, Kapolsek Rambah Iptu P. Simatupang, perwakilan dari Satpol PP dan Damkar, para Bhabinkamtibmas, petugas Dinaskbun Rohul, serta tiga Kepala Desa (Kades).

    Sri Hardono mengakui, dalam sosialisasi sehari tersebut, Disnakbun Rohul bersama tim gabungan menentukan‎ langkah-langkah yang akan diambil untuk mengambil sikap atas beberapa masalah berkaitan dengan Rumah Potong Hewan (RPH) yang dimanfaatkan sekitar sepuluh tahun terakhir.

    "Selama ini RPH berlokasi di Desa Sukamaju Kecamatan Rambah yang sudah dibangun dengan biaya mahal dari uang rakyat‎ tidak dimanfaatkan maksimal, meski sarana dan prasarana pendukungnya telah ada. Karena‎ masyarakat cenderung lebih memotong hewan di TPH yang notabene tidak mengantongi izin," ujarnya.

    "Karena yang legal itu adalah yang dipotong‎ di rumah potong hewan bukan TPH, sehingga dagingnya itu terjamin, sehat, aman, bersih dan halal," jelas Sri Hardono, Sabtu (7/9/2019).

    Katanya lagi, baik dari teknis maupun dari syari-nya  agamanya, dan itu yang justru diinginkan masyarakat. Disamping‎ efek lain pihaknya tidak ingin menghapuskan lingkungan yang kurang bagus di TPH.

    Sebutnya, bau darah dapat menimbulkan anyir dan tentunya mengganggu kesehatan lingkungan sekitar, serta berpotensi menimbulkan bibit penyakit di TPH yang sembarangan.

    Sehingga, Sri Hardono mengatakan, sosialisasi dilakukan sudah cukup, bahkan Disnakbun Rokan Hulu telah mengeluarkan peringatan sampai tiga kali ke emilik TPH.

    "Sekarang ini kita melakukan langkah-langkah mungkin agak persuasiflah, kalau selama ini baru preentif terus, kita akan berikan bisa dikatakanlah semacam shock theraphy," tegas Hardono.

    Sambung Sri Hardono bukan hanya sekedar agar masyarakat manfaatkan RPH, namun memberikan pembelajaran ke masyarakat agar pemotongan hewan dilakukan secara benar, sehat dan tentunya aman serta layak konsumsi.

    Camat Rambah H Fhatanalia Putra, didampingi Kapolsek Rambah Iptu P. Simatupang mengaku, sangat menyambut baik‎ langkah dilakukan Disnakbun Rokan Hulu dan tim gabungan untuk menertibkan TPH.

    "Phak kecamatan bersyukur sekali, karena memang kalau RPH beroperasi artinya masyarakat punya jaminan untuk mendapatkan daging berkualitas," jelas Fhatanalia.

    Sambung Fhatanalia, dengan dioperasikan RPH, tentunya tidak adalagi TPH ilegal, dan hal itu akan menciptakan kenyamanan di tengah masyarakat karena tidak ada bau anyir atau kotoran hewan.

    "Karena TPH yang ada membuat sedikit ketidaknyamanan, seperti bau kemudian juga kotorannya kan," ujarnya.

    Fhatanalia mengaku sesuai data di pemerintah kecamatan, sedikitnya ada empat TPH yang ada di Kecamatan Rambah, dan semuanya digunakan untuk pemotongan hewan setiap harinya.

    "Jelasnya izinnya juga tidak jelas‎, tentu tingkat ke-higenisannya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Makanya ketika dinas terkait ingin menertibkan itu, kita pihak kecamatan sangat bersyukur sekali, dan kita sangat dukung itu," kata Fhatanalia Putra.

    Penulis : Feri Hendrawan
    Editor : Fauzia


    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pengamanan Natal Tahun 2019, Polres Inhil Antisipasi Orang Mabuk dan Pemotor Kebut-kebutan
  • Tujuh JPU Diturunkan pada Sidang Dugaan Korupsi Kredit Mantan Pimcab BRK
  • KPK Panggil Dua Saksi Korupsi Pembangunan Jembatan di Kampar
  • Smartfren Umumkan Pemenang Undian WOW Tahap Ketiga
  • Banjir Telan Korban Jiwa, Walhi Kritik Kampanye Gubernur 'Riau Green'
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved