Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

11:54 - Pemkab Rohil Gali dan Pole...
15:26 - Bupati Suyatno Intruksikan...
15:24 - Puluhan Calon Peserta Oper...
12:30 - Dinsos Rohil Verifikasi Ul...
14:58 - Pemcam Pujud Dukung Pemkab...
16:52 - Pemkab Rohil Terus Benahi ...
13:11 - Gaji Bidan PTT Dibayarkan ...
13:34 - Sekda Rohil Lantik 44 Peja...
18:40 - Pelelangan Aset Mobil Mili...
15:38 - Polres Rohil Gelar Pengaji...
14:47 - Diskes Rohil Tekankan agar...
13:17 - Sudah Lama Dambakan Islam,...
11:56 - Perekaman e-KTP di Rohil s...
16:32 - Akhir Tahun Ini, Lion Club...
11:18 - Polres Rohil Gelar Sertija...
15:39 - Tutup TMMD Reguler ke-100 ...
13:23 - Bupati Suyatno Resmikan Po...
16:10 - Bupati Suyatno Terima Pene...
13:10 - Pemkab Rohil Sejahterakan ...
17:17 - Peringati Hari Santri Nasi...
14:12 - Dokter RSUD dr RM Pratomo ...
11:45 - Kodim 0321/Rohil Kebut Pem...
11:59 - Rangkaian HUT ke-67, IDI R...
17:19 - Tingkatkan PAD, Situs Peni...
15:50 - Tiga Sasaran Fisik TMMD Ko...
17:04 - IDI Rohil Ajak Seluruh Dok...
11:44 - Kanker Otak, Ayah 3 Anak d...
14:03 - Bupati Suyatno Pimpin Lang...
15:47 - Bupati Rohil Lantik Pengur...
14:26 - Pemkab Rohil Sejahterakan ...
13:09 - Lepas Peserta Fun Bike, Wa...
13:05 - Hari ke 10 TMMD Rohil, Pra...
12:14 - Bupati Suyatno Terima Ulos...
15:37 - Parit N 15 Dinormalisasi, ...
17:57 - Bupati Rohil Minta Pembang...
13:54 - KPA Rohil Gencarkan Sosial...
10:46 - Prajurit Bersama Warga Roh...
12:44 - Keempat Terbanyak se Riau,...
16:47 - DPRD Rohil Apresiasi Pelak...
14:22 - Bikin Bangga, 5 Anak Nelay...
14:47 - Alhamdulillah, 4 Puskesmas...
14:21 - 53 Guru Bantu Garis Depan ...
15:28 - Tinjau Lokasi Banjir, Wabu...
14:14 - Dihadiri Ribuan Jamaah, Sy...
15:52 - Selama 8 Bulan, 8 Kasus DB...
17:10 - Dua Perusahaan PKS di Rohi...
15:05 - Tahun Ini, Pemkab Rohil Ta...
12:34 - Antisipasi Banjir, Pemkab ...
16:45 - Wah, Keuangan Rohil Bikin ...
14:07 - Bupati Rohil Resmikan Kant...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Saat Ditangkap Sat Reskrim Polres Kuansing, Pelaku Curas Kedapatan Sedang Pakai Narkoba
  • Indonesia Kutuk Serangan Teror Bom yang Tewaskan 184 Orang di Sinai Utara
  • Geledah Kontrakan, Polisi Inhu Tangkap Wanita Diduga Pengedar Sabu dan Ekstasi
  • Pemkab Rohil Gali dan Poles Kembali Situs Peninggalan Sejarah
  • Zulaikhah Wardan Lantik Pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Pelangiran
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved