Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

15:23 - Bupati Suyatno Lantik 64 P...
17:49 - BPOM Diminta Tarik Mie Men...
14:14 - Wabup Rohil: Pembayaran Bi...
08:24 - Jelang Idul Fitri, ASN Roh...
15:43 - Perusahaan, Kepolisian dan...
13:40 - Sempena Hut Bhayangkara ke...
14:37 - Empati, Galang Dibesuk Pen...
13:09 - Sekda Rohil Ajak Masyaraka...
12:12 - Alhamdulillah...DBH Triwul...
15:25 - Pasar Murah di Bagansiapia...
14:15 - Kemenag Rohil Sudah Tetapk...
06:38 - Jelang Idul Fitri, Masyara...
16:02 - Siswadja Muldjadi Jenguk P...
07:14 - Syafari Ramadan Rohil Diba...
13:44 - Terkait Jalin Ujung Tanjun...
19:15 - Tingkat Kunjungan Wisata R...
13:36 - Amankan Perayaan Ritual Ba...
20:30 - Warga Tionghoa Rohil Antus...
14:39 - Meriahkan RBT, Alumni Bint...
14:21 - Suyatno: Senin Depan Pusat...
16:15 - Makodim 0321 Serahkan 2 Te...
15:20 - Jalur Pulau Jemur - Malays...
10:37 - Bocah 10 Tahun di Rohil Id...
20:29 - Tour Pulau Jemur Semarakka...
19:01 - Kodim 0321 Rohil Gelar Pem...
12:45 - Pengerjaan Replika Kapal T...
09:21 - Pedagang Jajanan Buka Puas...
14:46 - SPPD Belum Dibayar, Kasi U...
15:33 - Danrem Buka Pelatihan Posk...
13:53 - Danrem Ditepung Tawar, Buk...
13:22 - Stok Sembako dan Elpiji di...
17:16 - Gedung Baru DPRD Rohil Tak...
18:22 - Tuntut Tunda Bayar Media M...
11:50 - Pembangunan Rutan Baru di ...
15:04 - PLN Bagansiapiapi Beri Jam...
14:51 - Sekda Rohil Pimpin Upacara...
11:16 - Bupati Rohil: Defisit Mela...
14:40 - Dinakhodai Rozali, Kadin R...
12:46 - Miliki 12 Lokal dan Keleng...
09:56 - MP Shooting Club Kini Hadi...
14:45 - Harga Sembako Merangkak Na...
16:18 - Prostitusi Terselubung di ...
09:15 - Pilkades Tahap II Rohil Di...
17:20 - UMKM di Rohil Tumbuh Subur...
15:19 - Di Rohil, Sekolah Swasta L...
16:50 - Tak Lunasi BPIH, Keberangk...
14:17 - Warga Rohil Minta PLN Tida...
15:27 - Jelang Ramadan, Satpol PP ...
15:17 - Rohil Terapkan Gerakan 'Su...
13:54 - Pembayaran Utang Rekanan B...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • "Nongkrong" di Warung Kopi, Gubri Asik Bercengkrama dengan Warga Kampar
  • Siap-siap!!! Satpol PP Bakal Razia Pendatang Baru Tanpa Identitas
  • Terjadi 27 Kasus Laka Lantas, 12 Orang Tewas
  • Idul Fitri, Inflasi Riau Normal
  • Arus Balik di Pelabuhan Sungai Duku Belum Alami Lonjakan Penumpang
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved