Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

14:21 - Samakan Persepsi dan Keari...
15:03 - Tim Penilai Diskes Rohil L...
14:13 - Kunker ke Sinaboi, Wabup J...
06:54 - Tingkatkan Akuntabilitas K...
16:34 - Kerusakan Jalan Dalam Kota...
15:43 - Warisan untuk Anak Cucu, S...
14:29 - Rohil Usulkan 21 Pengemban...
13:45 - Budidaya Perikanan di Rohi...
15:39 - Keindahan Pulau Jemur Akan...
14:40 - Pemkab Rohil Diminta Seriu...
15:36 - Wacana Merumahkan Honorer ...
09:14 - Pelantikan PWI Rohil Digel...
16:10 - Warning dari Satpol PP-Lin...
16:13 - Deteksi Dini Kanker Servik...
12:27 - Bupati Siak Lakukan Kunjun...
14:58 - Wabup Harapkan Sepakbola d...
15:45 - Peredaran Narkoba di Rohil...
15:01 - Pendaftar Assesment JPT Pr...
15:21 - Meski Tak jadi Penentu Kel...
14:56 - M Hasbi Resmi Jabat Lurah ...
15:02 - Guru di Rohil Harus Bekerj...
14:11 - Disperindagpas Rohil Mulai...
20:36 - BPKAD Rohil Bakal Usulkan ...
15:02 - Kasus Pencabulan Anak di R...
12:51 - Seluruh Perusahaan Wajib M...
15:11 - Perkenalkan Wisata Berseja...
12:50 - Pasar Bintang Hilir Akan D...
14:17 - Balai Latihan Tenun Rohil ...
15:27 - Karya Bakti Kodim Rohil Ta...
14:39 - 1.634 Siswa di 7 SMK se R...
14:16 - Lahan Pertanian di Bangko ...
14:16 - Bagansiapiapi of Heritage...
14:46 - Anggaran Minim, Diskes Roh...
16:01 - Anggaran Pelaksanaan Pilka...
15:35 - Kepengurusan Baru PWI Roka...
14:28 - Tahun Ini Rohil Dapat Jata...
20:39 - 2017, Pemkab Rohil Fokus S...
15:08 - Perayaan Cheng Beng, Warga...
13:46 - Isi Kekosongan 9 OPD, BKD ...
10:39 - April, Kantor PSDKP Rohil ...
14:24 - PLN Rayon Bagansiapiapi Fo...
13:32 - Penertiban PKL di Rohil Be...
06:35 - Berada di Peringkat 11, Pe...
14:35 - Pjs Penghulu se Bangko Dim...
13:44 - Masyarakat Rohil Diminta T...
15:25 - Wabup Rohil Ingatkan Datuk...
14:54 - Hari ini, Satpol PP Rohil ...
14:43 - Satpol PP Rohil Kerahkan D...
06:33 - TPA Full, Sampah Berseraka...
14:45 - Tangani Orang Gangguan Jiw...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Pertamina RU II Sei Pakning Sukseskan Ajang MTQ Kecamatan Bukit Batu
  • Reses di Kampung Halaman, Abdul Kadir Tampung Aspirasi
  • Kesalahpahaman antara DPRD Kuansing dan Kadis Perikanan Sudah Diselesaikan
  • Honda Perkenalkan Generasi Baru CR-V di Pekanbaru Bulan Depan
  • Pelaku Usaha Distribusi Bahan Pokok Wajib Miliki TDPUD
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved