Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

15:28 - Tinjau Lokasi Banjir, Wabu...
14:14 - Dihadiri Ribuan Jamaah, Sy...
15:52 - Selama 8 Bulan, 8 Kasus DB...
17:10 - Dua Perusahaan PKS di Rohi...
15:05 - Tahun Ini, Pemkab Rohil Ta...
12:34 - Antisipasi Banjir, Pemkab ...
16:45 - Wah, Keuangan Rohil Bikin ...
14:07 - Bupati Rohil Resmikan Kant...
16:49 - Tahun Ini, Warga Rohil Waj...
12:55 - 21 Balon Penghulu di Rohil...
15:30 - 372 Calon Penghulu di Rohi...
12:47 - Masalah TKI, Kemenlu Jalin...
11:57 - Basaruddin: e-KTP sudah 87...
16:08 - Jumlah Hewan Kurban di Kec...
09:18 - Dishubkominfo Rohil Koordi...
05:46 - Bupati Suyatno Ajak Camat ...
17:25 - Kapolsek Bangko Kurban 1 S...
15:48 - Perangi Pekat, Tokoh Agama...
05:23 - Akhirnya Basarudin Dilanti...
15:54 - KPM Rohil Terima Dana PKH ...
16:06 - Tahun Ini Pemkab Rohil Fok...
16:47 - DPRD Rohil Minta Panitia P...
11:05 - Sempena Hari Ulang Tahun, ...
19:10 - Disnaker Rohil Ikut Bahas ...
16:32 - Dinilai Ramah Lingkungan, ...
13:48 - Mantab! Rohil Masuk Lima B...
15:33 - Sekda Rohil Bahas Pembukaa...
14:02 - Disdikbud Rohil Umumkan Pe...
17:48 - Berlangsung Tertib dan Khi...
10:23 - Ribuan Peserta di Rohil Ik...
14:03 - Tangani 396 Perkara Selama...
12:30 - Deteksi Masuknya WNA, TIMP...
15:40 - Perekaman e-KTP di Rohil T...
14:09 - Kenaikan Harga Garam di Ro...
05:50 - Kibarkan Bendera di Pulau ...
15:33 - Sakit, 4 JCH Rohil Ditunda...
14:46 - Jadi Irup Upacara HUT Riau...
05:49 - DOB Kuba Terkendala Peneta...
17:20 - Sekda Rohil Lepas 360 JCH ...
13:39 - Kubu Tumbangkan Kuba di Aj...
15:30 - Bupati Suyatno Minta Wabup...
15:42 - 2018, Jalan Rigid Ujung Ta...
14:21 - Pendatang dari Sumut Tingg...
16:53 - CJH Rohil Segera Diberangk...
14:50 - Stan DKP3 Rohil Pamerkan B...
14:07 - Musim Kemarau, Bupati Suya...
11:32 - Tingkat Kunjungan Wisatawa...
16:27 - Meski Tanpa Stand Bazar, M...
14:03 - Polres Rohil Gelar Wirid Y...
16:04 - Berbasis Elektronik, Bimte...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Inilah Data dan Kronologis Lengkap Peritiwa Satu Keluarga di Meranti Tewas Terbakar
  • Wardan Berharap Turnamen Bupati Cup Lahirkan Atlet Sepakbola yang Handal
  • Mau Test Drive, Trade In dan Uji Emisi Gas Gratis? Buruan Kunjungi Puncak Avanza Fest
  • Ratusan Pemuda Rumbai Siap Perang Menolak Paham Komunis
  • Tragis, Tiga Rumah di Selatpanjang Ludes Terbakar Bersama Penghuninya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved