Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

16:00 - RSUD dr RM Pratomo Bangun ...
15:43 - Pemkab Rohil Terima Pengem...
15:20 - Pencetakan e-KTP di Rohil ...
15:11 - Dandim Didik Efendi: Kerja...
14:49 - Wabup Jamiluddin Kunjungi ...
13:53 - Bupati Rohil Harapkan ASN ...
14:37 - Pemkab Rohil Terus Lakukan...
16:06 - Suyatno: Selama Saya Cuti ...
15:04 - Irup Apel Terakhir, Bupati...
17:33 - Dandim 0321 Rohil Minta An...
16:28 - Kejari Rohil Warning Kepen...
14:01 - Wabup Rohil Lantik 5 Pejab...
10:20 - Suyatno: Mulai 15 Februari...
11:27 - Kepenghuluan di Rohil Siap...
15:42 - Pemkab Rohil Terima Pengha...
14:06 - 7 Pejabat Administrator da...
14:59 - Wabup Rohil Lepas 450 Pese...
13:55 - Tahun Ini Disnaker Rohil B...
11:13 - Jelang Pilgubri, Wabup Kem...
15:25 - Wabup Rohil Lantik 7 Datuk...
21:14 - Heboh, Ketua DPRD Rohil Ku...
16:59 - Wabup Rohil Serahkan Bonus...
13:20 - Data Rekam e-KTP Mengendap...
14:49 - Pedagang Diminta Tidak Ber...
11:05 - Telan Anggaran Rp4 Miliar,...
12:28 - Disdukcapil Rohil Permudah...
17:53 - Dispenda Rohil Data dan Pe...
11:22 - 13 Personel Polri dan 1 PN...
10:30 - DPRD Minta Pemkab Rohil Le...
11:55 - Launching Album Soni - Liz...
14:42 - Harga Elpiji 3 Kg Melambun...
14:07 - Amankan Perayaan Natal dan...
14:45 - Resmikan Renovasi Ruangan ...
15:43 - Penyaluran Rastra 2017, Wa...
17:04 - Kapolres dan Kapolsek Kunj...
16:32 - Wabup Jamiludin Lantik Pen...
16:07 - Pusat akan Transfer DBH Tr...
16:14 - Diserahkan Gubri, Sekda Ro...
13:28 - APBD Kabupaten Rohil 2018 ...
15:39 - Stan Bazar Rohil Juara 1 M...
14:39 - Akibat PJU Dipadamkan, Tin...
17:15 - Gas Elpiji 3 Kg Langka, Ka...
14:57 - Bupati Suyatno Lantik Pimc...
14:26 - Terhalang HPH PT Diamond, ...
11:08 - KPA Kembali Sosialisasikan...
10:28 - Pemkab Rohil Terima Pengha...
10:35 - Bupati Suyatno Apresiasi K...
17:28 - Amankan Pilpeng Serentak, ...
05:38 - Curah Hujan Tinggi, BPBD M...
15:01 - Bupati Suyatno Apresiasi B...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Peduli Sesama, 260 Orang Ikut Donor Darah Eka Hospital Pekanbaru
  • Rudianto: Saya Bangga Seribu Peserta Hadiri Kemah Prestasi Terpadu Kwarcab 04.02 Inhil
  • Sepanjang 2018 Kebakaran Lahan di Meranti Paling Luas, Belum Ada Tersangka
  • RSUD dr RM Pratomo Bangun Sistem IPAL Baru
  • Pembangunan Rumah Singgah di Pekanbaru Belum Jelas
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved