Meranti
Pemkab Rohil | DPRD Rohil
 
+ INDEX BERITA

20:39 - 2017, Pemkab Rohil Fokus S...
15:08 - Perayaan Cheng Beng, Warga...
13:46 - Isi Kekosongan 9 OPD, BKD ...
10:39 - April, Kantor PSDKP Rohil ...
14:24 - PLN Rayon Bagansiapiapi Fo...
13:32 - Penertiban PKL di Rohil Be...
06:35 - Berada di Peringkat 11, Pe...
14:35 - Pjs Penghulu se Bangko Dim...
13:44 - Masyarakat Rohil Diminta T...
15:25 - Wabup Rohil Ingatkan Datuk...
14:54 - Hari ini, Satpol PP Rohil ...
14:43 - Satpol PP Rohil Kerahkan D...
06:33 - TPA Full, Sampah Berseraka...
14:45 - Tangani Orang Gangguan Jiw...
14:23 - Waria di Rohil Resahkan Ma...
13:04 - Promosikan Pulau Jemur, Pe...
15:04 - Menpar Kenalkan Bakar Tong...
14:12 - Dinsos Terus Lakukan Penda...
16:23 - Disnaker Rohil Nilai Perus...
14:54 - Aksi Pencurian Organ Tubuh...
14:21 - Bupati Suyatno Ingatkan Ca...
14:47 - Kantor Baru Camat Palika A...
13:46 - Bahas Nasib Honorer, DPRD ...
14:52 - Datuk Penghulu Diminta Ber...
15:44 - Lapangan KONI Stadiun Baga...
13:49 - Miris...Nasib Ribuan Honor...
14:27 - Rohil Usulkan 21 Program k...
12:45 - Rusli Effendi: Masjid Buka...
14:34 - Dinsos Rohil Data Jumlah O...
16:12 - 100 Ha Lebih Lahan Pertani...
14:29 - Bupati Suyatno Lantik 10 P...
10:40 - Pemkab Rohil Diminta Seriu...
06:58 - Genjot Pendapatan Daerah, ...
15:15 - 14 WNA Asal Banglades Masi...
16:53 - Penuhi Kekurangan Tenaga P...
15:02 - 5.000 Blanko e-KTP Belum D...
14:03 - Disnaker Rohil Siap Berika...
14:17 - Lima Kepenghuluan di Pekai...
15:09 - Gedung Baru DPRD Rohil Dit...
14:29 - Danau Janda Gatal Bakal ja...
08:05 - ASN Rohil Dua Bulan Belum ...
15:39 - Pengurus TP-PKK Rohil Peri...
16:46 - Yasinan Bersama Tumbuhkan ...
13:44 - 52 Pj Penghulu Resmi Dilan...
16:13 - Dewan Ingatkan Pemkab dan ...
10:05 - DPRD Rohil Harapkan Satgas...
15:29 - Satgas Saber Pungli Rohil ...
13:44 - Pukat Harimau Semakin Mara...
20:06 - Potensi Perikanan Tangkap ...
11:24 - Gelar Sosialisasi ke Sekol...
 
Urine Sapi Jadi Mahal di Tangan Rizal
Rabu, 30/05/2012 - 15:37:50 WIB
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.<span style="font-weight: bold;">
Sang Inovator pengolahan urine sapi menjadi pupuk organik cair bernama Rizal yang tergabung pada Kelomok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud berbincang akrab dengan Kadistanak Ir Muslim mengenai proses pembuatan pupuk berbahan urine sapi itu.
TERKAIT:

BAGANSIAPIAPI - Ditangan sang motivator bernama Rizal, urine sapi yang semula terbuang percuma dari para peternak menjadi mahal harganya. Kini, urine sapi pun ditampung melalui kandang koloni dengan berlantaikan semen dan membentuk parit kecil yang menghubungkan aliran urine sapi hingga ke bak penampungan berupa wadah jerigen maupun drum setiap harinya.

Urine sapi ini lalu dibeli dari peternak oleh Kelompok Tani Karya Tani, Kepenghuluan Pondok Kresek, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir seharga Rp1.000 rupiah per liter. Selama masa proses pengolahan urine menjadi pupuk organik cair dengan cara fermentasi selama 20 hari. Urine sapi yang dikelola Rizal dipasarkan seharga Rp2.500 untuk wilayah sekitar dan hingga mencapai Rp3.000 rupiah untuk luar wilayah tergantung jarak tempuh.

Rizal sendiri menggeluti inovasi ini sejak beberapa tahun lalu. Pupuk Organik Urine yang dikelolanya itu bercampurkan bahan dari tanaman herbal melalui masa fermentasi tanpa bahan kimia untuk semua jenis tanaman. Sebab, urine sapi ternyata memiliki keunggulan kandungan  kadar Nitrogen dan Kalium yang sangat tinggi dan mudah diserap tanaman karena mengandung hormon pertumbuhan tanaman. "Kandungan urine tersebut sangat berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik yang ramah lingkungan," jelas Rizal kepada MRNetwork, Rabu (30/5).

Lanjut Rizal, Pupuk organik berbahan baku urine sapi dapat menjadi salah satu alternatif dan inovasi penunjang kesehatan tanaman yang ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah urine sapi yang mengandung zat hara dan tanaman herbal itu tentunya banyak pula mengandung zat aktif yang baik untuk tanaman. "Tentu memanfaatkan urine sapi menjadi bernilai ekonomis dapat pula menekan penggunaan pupuk berbahan kimia yang tidak ramah lingkungan," lanjutnya.

Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Syahwana didampingi Pembina Penyuluh Swakarsa, Abduh Azri Siregar, SP mengharapkan, usaha pengolahan pupuk yang dilakoni pihaknya itu benar-benar mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga, apa yang dilakukan pihaknya dapat terus dikembangkan hingga mampu mencukupi kebutuhan pupuk bagi para petani lokal di Rohil. Naj


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 2017, Pemkab Rohil Fokus Selesaikan Hutang Piutang
  • Toyota Brotherhood Community Promosikan Wisata Riau
  • Pelantikan DPP dan DPW AAI Riau Hadirkan Menteri LHK
  • Walikota Dumai Terima Penghargaan dari SPS Riau
  • Rumah Sakit Putra Spesialis Malaka Beri Kemudahan dan Pelayanan Berobat Warga Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved