Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

14:49 - 5.599 Siswa SMP di Pelalaw...
14:20 - Persyaratan Beasiswa Pemka...
16:04 - 2017, Pemkab Pelalawan Kem...
15:06 - Besok, Bupati Pelalawan Bu...
18:06 - SMP PGRI Sekarang Pindah k...
16:30 - Disperindagkop Pelalawan T...
10:17 - Mantab!! Tenaga Kesehatan ...
09:48 - Ganti Rugi Kawasan Teknopo...
07:48 - Terkait Penggunaan Dana BO...
17:20 - Pematang Tinggi Wakili Ria...
17:17 - Tiga Siswa SMK di Pelalawa...
19:05 - Bentuk Pengabdian pada Mas...
10:23 - Pemkab Pelalawan Tak Angga...
10:49 - Wabup Zardewan Imbau Masya...
10:12 - Bupati Pelalawan Apresiasi...
15:00 - Tingkatkan Kualitas, Kampu...
08:25 - Letnan Jendral Agus Sutomo...
20:07 - Toyota Brotherhood Communi...
14:54 - Pengukuran Jalan Lingkar T...
16:36 - Satu Ton Beras untuk Bantu...
 
Pasca Pembakaran Eskavator
Wah..Camat Ukui Tak Tahu Keberadaan PT Rimba Lazuardi
Selasa, 09/07/2013 - 20:07:52 WIB
Tiga Eskavator dibakar massa yang marah terhadap arogansi PT RL pekanlalu.<b>foto:rtc</b>
Tiga Eskavator dibakar massa yang marah terhadap arogansi PT RL pekanlalu.foto:rtc
TERKAIT:

PELALAWAN - Pasca konflik lahan antara warga Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui dengan PT Rimba Lazuardi (RL) yang berujung pada aksi pembakaran tiga eskavator milik perusahaan, tersingkap beberapa fakta baru.  

Diantaranya adalah keberadaan PT RL yang tidak pernah diketahui oleh Camat dan Kepala Desa Setempat sejak pertama beroperasi didaerah itu.

Camat Ukui, Edwardo saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurut Edwardo, dirinya baru mengetahui keberadaan perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) itu setelah adanya konflik perusahaan dengan warga setempat.

"Sama sekali kita tidak mengenal perusahaan itu. Bahkan, jangankan untuk mengenalnya, masuk di wilayah saya saja mereka tidak pernah meminta izin dengan pihak Kecamatan. Sangat disayangkan ketika terjadi gejolak, barulah kita tahu ternyata ada investor yang berinvestasi di bumi Pelalawan ini," ungkapnya, Selasa (9/7/2013).

Padahal, sambung Edwardo, setidaknya pihak perusahaan disaat melakukan aktivitas di wilayah Kecamatan Ukui mestinya minta izin dan melakukan koordinasi maupun komunikasi. Maksudnya, agar sesuatu yang tidak diinginkan seperti yang terjadi aksi Minggu kemarin bisa dihindari.

"Sudah selayaknya jika kita ingin bertamu ke rumah orang lain, maka setidaknya mengucapkan salam dengan tuan rumah terlebih dahulu. Sangat kita sesali sesungguhnya atas aksi pembakaran alat berat milik perusahaan tersebut. Namun, masih beruntung situasi itu cepat ditangani oleh Polda Riau maupun Polres Pelalawan yang melakukan proses mediasi di Kantor Bupati pada Senin kemarin itu," bebernya.

Pada pertemuan mediasi di Kantor Bupati Senin kemarin itu (8/7), memang telah dicapai beberapa kesepakatan. Namun menurut Edwardo, masih ada lagi serangkaian pertemuan agar persoalan menjadi tuntas. Dengan begitu, diharapkan di kemudian hari takkan terjadi lagi peristiwa pembakaran-pembakaran atau hal serupa lainnya.

Sementara itu, menurut tokoh masyarakat Lubuk Kembang Bunga, yang meminta namanya dirahasiakan, membeberkan bahwa jangankan
Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat lainnya, seorang Bupati Pelalawan saja tidak mengetahui persis keberadaan PT Rimba Lazuardi berinvestasi di bumi Seiya Sekata.

"Perusahaan itu sangat arogan, sehingga aksi kemarahan masyarakat pada Minggu kemarin (7/7/2013) telah sampai ke puncaknya.

Pasalnya, sebelum kemarahan warga itu meletus, pihak perusahaan juga ada melakukan ancaman melalui karyawannya terhadap warga yang menguasai lahan yang telah ditanami kelapa sawit berumur tiga tahun itu.

Menurutnya, jika hanya konflik lahan, diyakini aksi warga melakukan tindakan pembakaran tersebut.

Ditambahkannya, bahwa PT Rimba Lazuardi yang mengklaim bahwa lahan yang telah ditanami warga dengan kelapa sawit itu juga miliknya. Menurutnya, ancaman lainnya yang juga ditunjukkan pihak perusahaan adalah tatkala melakukan pengrusakan kebun kelapa sawit milik warga tersebut.

"Intinya, PT Rimba Lazuardi ini sangat arogan, mestinya diusir saja dari Bumi Pelalawan ini. Sementara kewajibannya untuk memberikan tanaman kehidupan kepada masyarakat, hingga kini tidak pernah terealisasi", ujarnya.(Andy/MRnwtwork)




Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Bupati Mursini Minta Guru Tak Bantu Siswa Saat Ujian Nasional
  • Pengadaan Barang dan Jasa Bakal jadi Korban Realisasi APBD
  • Masyarakat Dukung Polres Bengkalis Selidiki Penjualan Buku Siluman
  • Pulang Umrah, Habib Rizieq Dipanggil Polisi Lagi
  • Kapolres Kuansing Pimpin Pengambilan Sumpah dan Sertijab Perwira
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved