Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

19:09 - RSUD Selasih sudah Punya A...
16:20 - Munadi : Kerjasama adalah ...
10:49 - 25 Anggota PWI Pelalawan B...
09:58 - Karyawan Wajib Didaftarkan...
18:34 - Dewan Minta Realisasi APBD...
18:13 - Perusahaan di Pelalawan Di...
09:58 - Minim PPL, Pertanian Pelal...
18:38 - RAPP Berkomitmen Kembangka...
19:09 - Pameran dan Lomba Meriahka...
21:05 - Peringatan Bulan K3 Nasion...
20:34 - 212 Peserta Lulus CPNS Pel...
08:13 - Antisipasi Karhutla, BPBD ...
20:30 - Pemprov Riau Kucurkan Rp5,...
19:16 - 10 Hotspot Terpantau di 3 ...
18:14 - Sepanjang 2014, PN Pelalaw...
10:49 - LPTQ Dikukuhkan, Tidak Ada...
18:55 - Pekerjaan Tak Selesai, 16 ...
16:13 - Sore Ini, BKD Pelalawan Um...
19:54 - IKSB Pelalawan Gelar Lomba...
18:39 - LPTQ Sebagai Wadah Pembina...
 
Pasca Pembakaran Eskavator
Wah..Camat Ukui Tak Tahu Keberadaan PT Rimba Lazuardi
Selasa, 09/07/2013 - 20:07:52 WIB
Tiga Eskavator dibakar massa yang marah terhadap arogansi PT RL pekanlalu.foto:rtc
TERKAIT:
 
  • RSUD Selasih sudah Punya Alat Cuci Darah
  • Munadi : Kerjasama adalah Kunci Utama
  • 25 Anggota PWI Pelalawan Bakal Hadiri HPN 2015
  •  

    PELALAWAN - Pasca konflik lahan antara warga Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui dengan PT Rimba Lazuardi (RL) yang berujung pada aksi pembakaran tiga eskavator milik perusahaan, tersingkap beberapa fakta baru.  

    Diantaranya adalah keberadaan PT RL yang tidak pernah diketahui oleh Camat dan Kepala Desa Setempat sejak pertama beroperasi didaerah itu.

    Camat Ukui, Edwardo saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurut Edwardo, dirinya baru mengetahui keberadaan perusahaan pemegang izin Hutan Tanaman Industri (HTI) itu setelah adanya konflik perusahaan dengan warga setempat.

    "Sama sekali kita tidak mengenal perusahaan itu. Bahkan, jangankan untuk mengenalnya, masuk di wilayah saya saja mereka tidak pernah meminta izin dengan pihak Kecamatan. Sangat disayangkan ketika terjadi gejolak, barulah kita tahu ternyata ada investor yang berinvestasi di bumi Pelalawan ini," ungkapnya, Selasa (9/7/2013).

    Padahal, sambung Edwardo, setidaknya pihak perusahaan disaat melakukan aktivitas di wilayah Kecamatan Ukui mestinya minta izin dan melakukan koordinasi maupun komunikasi. Maksudnya, agar sesuatu yang tidak diinginkan seperti yang terjadi aksi Minggu kemarin bisa dihindari.

    "Sudah selayaknya jika kita ingin bertamu ke rumah orang lain, maka setidaknya mengucapkan salam dengan tuan rumah terlebih dahulu. Sangat kita sesali sesungguhnya atas aksi pembakaran alat berat milik perusahaan tersebut. Namun, masih beruntung situasi itu cepat ditangani oleh Polda Riau maupun Polres Pelalawan yang melakukan proses mediasi di Kantor Bupati pada Senin kemarin itu," bebernya.

    Pada pertemuan mediasi di Kantor Bupati Senin kemarin itu (8/7), memang telah dicapai beberapa kesepakatan. Namun menurut Edwardo, masih ada lagi serangkaian pertemuan agar persoalan menjadi tuntas. Dengan begitu, diharapkan di kemudian hari takkan terjadi lagi peristiwa pembakaran-pembakaran atau hal serupa lainnya.

    Sementara itu, menurut tokoh masyarakat Lubuk Kembang Bunga, yang meminta namanya dirahasiakan, membeberkan bahwa jangankan
    Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat lainnya, seorang Bupati Pelalawan saja tidak mengetahui persis keberadaan PT Rimba Lazuardi berinvestasi di bumi Seiya Sekata.

    "Perusahaan itu sangat arogan, sehingga aksi kemarahan masyarakat pada Minggu kemarin (7/7/2013) telah sampai ke puncaknya.

    Pasalnya, sebelum kemarahan warga itu meletus, pihak perusahaan juga ada melakukan ancaman melalui karyawannya terhadap warga yang menguasai lahan yang telah ditanami kelapa sawit berumur tiga tahun itu.

    Menurutnya, jika hanya konflik lahan, diyakini aksi warga melakukan tindakan pembakaran tersebut.

    Ditambahkannya, bahwa PT Rimba Lazuardi yang mengklaim bahwa lahan yang telah ditanami warga dengan kelapa sawit itu juga miliknya. Menurutnya, ancaman lainnya yang juga ditunjukkan pihak perusahaan adalah tatkala melakukan pengrusakan kebun kelapa sawit milik warga tersebut.

    "Intinya, PT Rimba Lazuardi ini sangat arogan, mestinya diusir saja dari Bumi Pelalawan ini. Sementara kewajibannya untuk memberikan tanaman kehidupan kepada masyarakat, hingga kini tidak pernah terealisasi", ujarnya.(Andy/MRnwtwork)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0813 6503 1931 atau
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
    bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Selebrasi Sujud Sukur Torres Bikin Heboh
  • Dunia Tekno Banjir Promo hingga Akhir Februari
  • Kuansing Terus Genjot Produksi Ikan
  • Mangkir, Budi Gunawan Dipanggil Lagi Pekan Depan
  • Meleset! Mobdin DPRD Riau Digunakan untuk Angkut Sawit
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
    Other : Iklan Baris
    Management : Redaksi Disclaimer Pedoman
        © 2010-2014 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved