Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

17:19 - INGAT!! ASN Pelalawan Dila...
17:16 - Bupati Pelalawan Harapkan ...
16:29 - Hari Ini, Bupati Harris Bu...
08:56 - Gara-gara Perbaikan Jalint...
18:15 - Juni, Disdik Pelalawan Bak...
12:31 - Pemkab Pelalawan Diminta T...
18:29 - Masuki Bulan Suci Ramadan,...
10:22 - Wujudkan Masyarakat Sehat ...
08:54 - Satpol PP Pelalawan: Selur...
06:45 - Kebhinekaan Tercermin Dala...
16:24 - IKDD PT RAPP Taja Kegiatan...
18:43 - Tingkatkan Perekonomian, ...
15:55 - Agar Jadi Contoh, Pelalawa...
06:42 - Diskominfo Pelalawan Ikuti...
17:03 - Ketua PKK: Anak-anak Pelal...
17:47 - Curangi Pemakaian Listrik,...
16:56 - Metro Riau dan Halloriau.c...
08:55 - 9-23 Mei, Polres Pelalawan...
11:44 - Lazis IMRA PT RAPP Kembali...
16:22 - 8.000 Blanko Tiba di Pelal...
 
Soal Kasus Perbudakan, PT Arara Abadi 'Lepas Tangan'
Minggu, 02/06/2013 - 18:43:10 WIB
Delapan remaja mengaku diperbudak saat bekerja sebagai pengisi polyback pembebibitan Akasia di Pulau Muda Pelalawan Riau.<b>FOTO: Kompas.com</b>
Delapan remaja mengaku diperbudak saat bekerja sebagai pengisi polyback pembebibitan Akasia di Pulau Muda Pelalawan Riau.FOTO: Kompas.com
TERKAIT:

PANGKALAN KERINCI - Kasus perbudakan kembali terjadi. Kali ini menimpa delapan remaja asal Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Delapan remaja ini bekerja sebagai buruh pengisi polyback pembibitan akasia PT Arara Abadi di Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten.

Humas PT Arara Abadi Musrizal Yatim yang dikonfirmasi wartawan, membantah pihaknya yang paling bertanggungjawab dalam kasus ini. Pasalnya, kedepalan buruh itu bekerja dibawah CV Tunas Nauli Basa yang merupakan rekanan PT Arara Abadi.

"Kita melakukan tender soal rekrut kerja di Pulau Muda untuk pembibitan akasia dan dimenangkan oleh CV. Tunas Nauli Basa,
lalu kita buat kontrak kerja. Tentunya kita tidak mengetahui sampai sistem kerja mereka, baik perekrutannya ataupun gajinya. Intinya
ini tanggung jawab CV.Tunas Nauli Basa yang direkturnya Ali Badra Harahap," katanya, Minggu (2/6/2013).

Karena itu, PT Arara Abadi katanya menyerahkan kasus perbudakan ini kepada pihak berwajib. Mengingat kasus ini terjadi diluar tanggungjawab perusahaannya.

"Jadi kita telah menyerahkan masalah ini ke Polres Pelalawan. Pihak kita sangat membantu pihak berwajib untuk menyelidiki masalah
ini," tandasnya.

Saat diminta nomor HP direktur CV. Tunas Nauli Basa yakni Ali Badra Harahap, Musrizal Yatim menyatakan bahwa nomor HP direktur tidak ada di ponselnya.

"Nomor beliau tidak ada pada saya, tapi tetap kami akan panggil beliau dan direksi perusahaan mereka untuk memberikan keterangan kepada kita. Inikan sudah mencemarkan nama baik kita, karena kita sendiri mempunyai kontrak kerja sama dengan mereka," ungkapnya.

Terpisah, saat hal ini dikonfirmasi ke Kasat Reskrim Pelalawan AKP Bimo Ariyanto melalui selulernya tidak dijawab namun memberikan

pesan bahwa akan kembali menghubungi media ini. Namun hingga berita ini diturunkan, Kasat Reskrim belum juga menghubungi. (andy/MRnetwork)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777 atau 0852 7897 5248
via EMAIL: redaksi@halloriau.com atau
bisa invite PIN halloriau.com: 2B2591DA
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • 8.000 Orang Mudik Bareng Telkomsel lewat Jalur Darat, Laut, dan Udara
  • Pemerintah Diminta Ciptakan SDM Hadal untuk Pekanbaru Smart City
  • Sisir Tempat Keramaian, Polda Riau Tekan Angka Premanisme Jelang Lebaran
  • Sebagian Besar Wilayah Riau Diprediksi Masih Diguyur Hujan hingga Hari Ini
  • DRP Ajak Pemuda Bangun Daerah
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2016 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved