Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

15:55 - Operasi Zebra Siak 2019, y...
15:09 - Tak Ada Titik Api, BPBD Pe...
18:31 - Cegah Karhutla, Polres Pel...
15:52 - Sambangi Kantor PWI Pelala...
17:31 - Bupati HM Harris Gelar Rap...
18:15 - PT RAPP Raih Stand Terbaik...
18:29 - Bupati Pelalawan Beri Peng...
17:16 - Tak Ingin Karhutla Terulan...
16:02 - SMKN 1 Pangkalankerinci Pa...
15:04 - Bupati Harris Terima Pengh...
16:40 - Tingkatkan Perputaran Ekon...
15:24 - Malam Ini, Sempena HUT Pel...
17:51 - Peringatan Hari Batik Nasi...
17:20 - Kapolres Letakkan Batu Per...
13:46 - Nihil Hotspot di Pelalawan...
18:01 - Posbakumadin Pelalawan Pap...
16:18 - Kesbangpol Verifikasi Fakt...
06:05 - Tak Ada Sumber Air, Relawa...
13:50 - Kabut Asap Makin Pekat, Di...
12:20 - Dukung Pengeboran Bingo, P...
 
Pejabat Negara dan Rombongan Pantau Karhutla di Langgam Pelalawan
Selasa, 13/08/2019 - 18:16:26 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Drs Tito Karnavian didampingi Bupati Pelalawan HM Harris dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi saat akan meninjau lokasi karhutla di KM 23, Langgam, Selasa (13/8).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Drs Tito Karnavian didampingi Bupati Pelalawan HM Harris dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi saat akan meninjau lokasi karhutla di KM 23, Langgam, Selasa (13/8).
TERKAIT:
 
  • Pejabat Negara dan Rombongan Pantau Karhutla di Langgam Pelalawan
  •  

    PELALAWAN - Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo, MM dan Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi, beserta anggota rombongan lain mendarat di kawasan Teknopolitan Langgam Pelalawan Riau sekitar pukul 10.00 WIB.

    Kehadiran para pejabat di Kabupaten Pelalawan pada 13 Agustus 2019 untuk meninjau lokasi lakasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau terkhusus di Kabupaten Pelalalawan. Sekitar 10.20 WIB, di halaman Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan Kawasan Teknopolitan Pelalawan rombongan tiba menggunakan helikopter Heli jenis EC-725 caracal.

    Setelah turun dari helikopter rombongan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal M Tito Karnavian, Menteri LHK Dr Ir Siti Nurbaya Bakar, MSc, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, SH, MTr, Kabaharkam Komjen Pol Condro Kirono, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal Aslog Panglima Mayjen TNI Kukuh Sudibyo, Asop Panglima Mayjen
    Ganip Warsito, Asop Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin, Danrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah, Kapolda Riau Irjen Pol Drs Widodo Eko Prihastopo, MM dan Gubernur Riau Drs H Syamsuar, MSi, beserta anggota rombongan lain menggunakan 1 Heli jenis EC-725.  

    Rombongan disambut Bupati Pelalawan HM Harris, Kapolres AKBP Kaswandi Irwan, SIK, Kajari Nophy T Suoth, SH, MH, Ketua PN Nelson Angkat, SH, MH, Kepala OPD, Perwakilan Perusahaan, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan undangan lainnya. Begitu tiba, rombongan langsung diarahkan ke bus yang telah disediakan untuk meninjau lokasi karhutla di KM 23 Jalan Poros PT RAPP.

    Terlihat di lokasi aksi pemadaman dan pendinginan sedang berlangsung. Rombongan juga ikut langsung melakukan aksi pemadaman. Terlihat juga Panglima TNI  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyerahkan pakaian ganti kepada personel yang tidak pulang ke rumah karena bertugas di karlahut.

    Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal M Tito Karnavian dan Menteri LHK Dr Ir Siti Nurbaya Bakar, MSc, bergantian menjawab pertanyaan wartawan di lokasi karhutla. Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa setelah meninjau di lapangan dengan menggunakan heli, pihaknya sudah melihat penanganan karhutla sudah cukup efektif.

    "Apalagi kita tengah menghadapi musim kemarau, jika penanganan darurat nanti kita akan tambah pesawat Hercules yang memiliki kapasitas sekali angkut sebesar 10 ton dengan sekali angkut kapasitas air sebanyak 108 liter. Kita juga akan latih pilotnya agar bisa masuk ke titik api. Sejauh ini, Heli Water Bombing masih dinilai efektif dalam penanganan karhutla. Kita akan tambah dengan pesawat hercules karena kondisi puncak musim kemarau ini, jadi kita akan berencana untuk menambah dengan pesawat hercules," tandasnya.
     
    Sementara Menteri KLHK, Siti Nurbaya, sedang mengumpulkan data-data terkait korporasi yang diduga lalai dalam menjaga areal konsesinya dari karhutla.

    Menteri Siti juga menjelaskan jika sampai dengan sekarang sudah diberikan peringatan kepada 55 perusahaan seluruh Indonesia bukan hanya di Riau karena di beberapa daerah juga terjadi Karhutla. Kemudian juga ditambahkan bahwa penegakan hukum kasus karhutla ini sejatinya harus mendapat dukungan semua pihak secara kolaboratif.

    Dalam menangani kasus karhutla menurut Menteri Siti menilai konsep penegakan hukum menjadi bagian penting, di samping juga mencari cara bagaimana agar menolong masyarakat dalam hal pembukaan lahan tanpa bakar.

    "Jadi kelihatannya memang aspek penegakan hukum dan bagaimana menolong pembukaan lahan untuk masyarakat di bagian itu yang secara konseptual harus diperkuat. Karena kalau monitoring sudah ada konseptualnya dan sudah jalan dengan baik, seperti monitoring hotspot, monitoring dengan sistem terpadu, apalagi akan disempurnakan oleh BNPB," ungkap Menteri Siti.

    Sedangkan Bupati Pelalawan HM Harris di hadapan para pemilik perkebunan sawit menegaskan harapannya agar semua perusahaan senantiasa menjaga arealnya masing-masing. Tak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini juga menginginkan agar peran perusahaan dalam menjalankan kewajibannya menangani karhutla disesuaikan dengan rayonisasi dan kluster-kluster yang telah ditetapkan.

    "Setiap perusahaan harus menjalankan kewajiban-kewajiban dalam penanganan karhutla sesuai dengan rayonisasi dan kluster-kluster yang telah ditetapkan," tegasnya.

    Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi, di kesempatan itu menjelaskan bahwa penanganan karhutla terus dilakukan oleh TNI dan Polri ke wilayah-wilayah yang masih terdeteksi karhutla. Apalagi situasi saat ini masih musim kemarau, sementara hujan intensitas turunnya pun kecil dan lahan-lahan perusahaan pun kering.

    "Saat ini, masih ada titik-titik api di daerah ini diantaranya di Langgam 3 lokasi hanya pendinginan saja, di Kecamatan Pelalawan yakni di Desa Sering, di Pangkalankerinci di Jalan Lingkar, di Pangkalankuras, dan di Ukui yakni di Desa Toro dan Desa Lubuk Kembang Bungo," ujarnya.

    Dalam penanganan karhutla, sudah dua minggu para personel Polres Pelalawan melakukan pemadaman di lapangan. Bahkan mereka diperintahkan untuk menginap di lokasi jika jaraknya jauh. Kapolres Pelalawan juga meminta agar semua perusahaan peduli terhadap wilayahnya masing-masing.

    "Begitu juga pada masyarakat dan perusahaan, kita dari Kepolisian tak segan-segan memproses para pelaku karhutla, baik dari perusahaan maupun dari masyarakat," tukasnya. 

    Penulis : Andi Indrayanto
    Editor : Fauzia
     



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Rusuh Unjuk Rasa Libanon dan Chile, WNI Diimbau Waspada
  • Kasus Suap Proyek Jalan, KPK Panggil Bupati Bengkalis Hari Ini
  • Makin Aman, All New Honda Jazz Punya 8 Sensor Sonar
  • Jaksa Agung Adik Pengurus PDIP, NasDem: Jadi Pertanyaan Publik Komitmennya
  • Tiga Kementerian Berikut Buka Lowongan CPNS 2019 untuk Lulusan SMA dan SMK se-Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved