Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

18:51 - Kodim 0313 KPR Masih Berji...
15:55 - Penutupan MTQ XVIII, Ini P...
15:56 - Pemkab Pelalawan Bangun 36...
15:16 - MPC PP Pelalawan Minta Per...
17:00 - Kabut Asap Makin Pekat, Ka...
14:07 - Bupati Harris Resmikan Kan...
13:45 - Lahan PT Adei Kembali Terb...
13:32 - Wabup Zardewan Buka MTQ XV...
16:29 - Gara-Gara Asap, Pemkab Pel...
15:25 - Udara Memburuk Akibat Asap...
10:20 - Kabut Asap Makin Tebal di ...
17:24 - Wujudkan Pelalawan Emas, D...
13:27 - Ditargetkan 30 Ribu, Perte...
15:58 - Kapolres Pelalawan Pimpin ...
19:47 - Inilah Foto Kegiatan Pemad...
17:02 - Pelantikan Anggota DPRD Pe...
19:14 - Selasa Lusa, 35 Anggota Le...
21:14 - Makin Luas, Kapolres Pelal...
12:30 - Dokumen Evajab Kabupaten P...
20:43 - Beri Jaminan Perlindungan,...
 
Advertorial
Lima Tahun Program Desa Bebas Api PT RAPP Berhasil Tekan Karhutla di Riau
Rabu, 26/06/2019 - 18:01:25 WIB
Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Aritonang, memberikan reward 100 juta pada desa binaan PT RAPP yang berhasil sebagai desa bebas api saat apel siaga pencegahan karhutla di Bandara Sultan Syarief Haroen Setia Amanah Kabupaten Pelalawan.
Presiden Direktur PT RAPP, Sihol Aritonang, memberikan reward 100 juta pada desa binaan PT RAPP yang berhasil sebagai desa bebas api saat apel siaga pencegahan karhutla di Bandara Sultan Syarief Haroen Setia Amanah Kabupaten Pelalawan.
TERKAIT:
 
  • Lima Tahun Program Desa Bebas Api PT RAPP Berhasil Tekan Karhutla di Riau
  •  

    PELALAWAN - Tahun ini adalah tepat lima tahun PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengimplementasikan Program Desa Bebas Api atau Free Fire Village Program (FFVP) yang diinisiasi oleh perusahaan yang merupakan bagian dari APRIL Group, yang dinilai telah efektif menekan angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    Digagas sejak 2014, FFVP merupakan respon PT RAPP dan APRIL Group terhadap anjuran pemerintah, termasuk Kementerian LHK, POLRI, TNI dan BNPB untuk  ambil bagian dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, unit usaha APRIL Group, untuk mencegah karhutla dengan turut mengajak dan menumbuhkan kepedulian masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar wilayah operasionalnya akan bahaya dan dampak dari api, terutama penggunaan metode tebang bakar (slash-and-burn) untuk membuka lahan pertanian.

    Hasilnya, tingkat insiden kebakaran setiap tahun di daerah FFVP terus berkurang. Pada  tahun 2014, area yang terbakar mencapai 0,18% dari total area yang dicakup. Sedangkan pada tahun 2015, 2016, dan 2017 turun masing-masing menjadi 0,01%, 0,07% dan 0,03%. Pada 2018, area yang terbakar kembali berkurang menjadi 0,02% dari total area yang dicakup.

    FFVP merupakan bentuk kontinuitas dalam mendukung pencegahan kebakaran PT RAPP. Program ini telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat sekitar berkat kolaborasi bersama pemangku kepentingan. Selain berkontribusi dalam mendukung program pemerintah, FFVP juga telah  berhasil menurunkan angka kebakaran serta menekan angka terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam skala provinsi Riau.


    Presiden Direktur PT RAPP Sihol P Aritonang menandatangani MoU di acara apel siaga pencegahan Karhutla dan peringatan 5 tahun program desa bebas api.

    Direktur Utama PT RAPP Sihol Aritonang pada acara Apel Penanggulangan Karhutla 2019 di Hanggar Bandara Khusus Sultan Syarif Harun Setia Negara PT RAPP, Kabupaten Pelalawan mengatakan bahwa program ini berawal hanya 4 desa dari tiga kabupaten di Riau yang terlibat dalam program ini sejak pertama kali dicetuskan di tahun 2014, di tahun 2015 melonjak menjadi 18 desa, di tahun 2016 27 desa. Sedangkan tahun 2017 dan 2018 program tersebut diikuti masing-masing oleh 18 desa dan 9 desa. Dan kini di tahun 2019, PT RAPP kembali melakukan MoU dengan sembilan desa yang berada di wilayah operasional perusahaan.

    Di acara tersebut, PT RAPP juga menggelar penandatanganan MoU dengan sembilan desa yang berada di bawah PT RAPP dan supply partner perusahaan untuk berpartisipasi dalam program FFVP. Dari 9 desa, tiga desa diantaranya merupakan binaan RAPP yaitu Ransang, Sungai Ara dan Pangkalan Terap yang berlokasi di Kabupaten Pelalawan.

    PT RAPP juga memberikan penghargaan kepada 9 desa yang menjadi peserta pada tahun 2018 dan terbukti dapat menjaga desanya dari karhutla. Setiap desa diberikan apresiasi sebesar Rp100 juta yang digunakan untuk keperluan pembangunan infrastruktur desa setempat. Kesembilan desa tersebut yaitu Dedap, Kudap, Bagan Melibur, Mayang Sari, Mekar Sari, Mekar Delima, Pelantai, Bumi Asri, Teluk Belitung.

    FFVP terus mengalami kemajuan signifikan dilihat dari jumlah desa yang berpartisipasi pada program tersebut dan dampaknya terhadap penurunan angka kebakaran. Tercatat, hingga tahun ini, PT RAPP telah bermitra dengan 53 desa di 5 Kabupaten di Provinsi Riau. 30 desa diantaranya menjadi peserta tahap desa bebas api, yang  mencakup total wilayah sekitar 600.000 hektar.

    Program ini memiliki 5 elemen utama yaitu penghargaan kepada desa yang tidak terjadi kebakaran selama 3 bulan, keterlibatan crew leader untuk mendukung pencegahan kebakaran, memberikan bantuan pembukaan lahan melalui peralatan pertanian, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar serta pemantauan kualitas udara melalui perangkat PM10 di 7 desa.

    Perwakilan Direktorat Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Kementerian LHK RI, Ir Sunarno MP didampingi Presiden Direktur PT RAPP Sihol P Aritonang, Direktur Operasional PT RAPP Ali Shabri, dan Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi berfoto bersama Kades penerima reward Desa Bebas Api.

    Dalam impelementasinya, ada tiga program dalam FFVP yang menjadi fokus utama yakni Fire Aware Community (FAC) dengan konsep penyadaran dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam pencegahan Karhutla, kabut asap dan kesehatan.

    "Dalam FAC, program yang kita laksanakan yakni Fire Free Goes to School, Fire Free Goes to the Movies, Fire Free Religious Leaders dan Haze and Health Monitoring FAC yang mencakup 50 desa di lima kabupaten," katanya.

    Kemudian program Free Fire Village (FFV) yakni program komprehensif dengan keterlibatan langsung masyarakat dalam menggeser ketergantungan pada api sebagai alat pengolahan lahan. Dalam FFV ini, program yang dilaksanakan yakni No burn rewards, Crew leader, Alternative agriculture, Community awareness dan Haze and health monitoring.

    "Dan program yang ketiga dalam FFVP yakni Fire Resilient Community (FRC) yaitu program pendampingan berkelanjutan degan keterlibatan masyarakat yang telah mengikuti FFV selama 2 tahun. Dalam FRC ini, program yang kita laksanakan yakni Crew leader, Joint fire patrols, Community awareness dan Haze and health monitoring," ujarnya.

    Dia juga menyampaikan rasa terima kasih pada TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggala Agni, Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi dan kabupaten, Kecamatan, Desa, Karyawan RAPP, Crew Leader serta seluruh masyaralat yang aktif. Sihol juga mengucapkan selamat kepada 15 desa yang berhasil mendapatkan reward dalam bentuk infrastruktu senilai Rp 100 juta dan 1 desa senilai Rp 50 juta. Ia berharap bentuk apresiasi ini bermanfaat untuk masyarakat desa.

    "Namun, kita jangan cepat puas dengan apa yang telah dicapai, marilah bersama-sama kita terus tingkatkan kerjasama dan kerja keras kita agar angka 0 kebakaran bisa dipertahankan," katanya.

    Sementara itu, Perwakilan Direktorat Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Kementerian LHK RI, Ir. Sunarno MP, menyatakan apresiasinya atas program Desa Bebas Api yang ditaja oleh PT RAPP. Menurutnya, program yang ditaja oleh PT RAPP dinilai telah berhasil menurunkan tingkat karhutla yang terjadi di Riau.

    "Bulan Juli sampai September ini adalah masa-masa kritis karena diprediksi akan berlangsung iklim gejala el-nino. Kalau kita berhasil mengatasi karhutla dalam tiga bulan ini, insha Allah tahun ini takkan terjadi karhutla," tandas Sunarno.

    Dia mengatakan bahwa saat ini Kementerian LHK lebih fokus pada tindakan pencegahan dalam penanganan karhutla di wilayah Indonesia. Artinya, pencegahan lebih diutamakan tenimbang pemadaman. Karena pemadaman yang dilakukan di lahan gambut akan memerlukan waktu lama dan tidak efesien.

    "Pembuatan Kanal Bloking adalah salah satu upaya pencegahan agar tidak terjadi karhutla," ujarnya.

    Lanjutnya, bahkan saat ini dalam Permen No 32 LHK dinyatakan secara tegas bahwa setiap pemegang konsesi lahan harus bertanggung jawab dengan lahannya tersebut. Hal ini juga akan diperkuat dengan akan dilakukannya audit untuk persoalan ini.

    "Kita harapkan program desa bebas api ini dapat menular ke perusahaan-perusahaan lain. Karena dengan upaya seperti inilah, dibanding tahun 2014-2015 lalu terjadi penurunan kebakaran hutan sebesar 80-90 persen," tegasnya.

    Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger, saat dimintai komentarnya soal program Desa Bebas Api yang ditaja oleh PT RAPP. Menurutnya, program ini sangat efektif sekali dalam merangsang masyarakat dan desa agar bersama-sama menjaga lingkungannya dari karhutla.

    "Apalagi PT RAPP memberikan reward bagi desa yang berhasil menjaga daerahnya dari karhutla. Ini jelas menjadi penyemangat yang nyata bagi desa dan masyarakat dalam menjaga wilayahnya agar tak terjadi karhutla," tukasnya.

    Sementara itu, salah satu Kepala Desa binaan PT RAPP yang berhasil meraih reward 100 juta atas komitmennya dalam menjaga wilayah desa dari karhutla yakni Kepala Desa Kudap Pulau Padang Kabupaten Kepulauan Meranti, Sutrino, mengatakan bahwa sejak lima tahun terakhir kebakaran hutan dan lahan di Desa Kudap dapat ditekan, sehingga di desa tidak ada lagi yang namanya kebakaran hutan dan lahan, itu semua berkat program desa bebas api yang diprakarsai Oleh PT. RAPP.

    "Kami berharap program-program seperti ini akan berkelanjutan. Dengan reward-reward yang telah diberikan perusahaan PT.RAPP ke desa-desa, Alhamdulillah, infrastruktur di desa kami sudah banyak yang terbenahi. Dengan kondisi keuangan desa yang minim kami sangat merasa terbantu dan diperhatikan", terang Sutrisno, saat memberikan sambutan pada acara Apel siaga pencegahan karhutla dan peringatan 5 tahun program desa bebas api, Rabu (26/06/2019).

    Pada kesempatan tersebut, Sutrisno juga meminta kepada Perwakilan Direktorat Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Kementrian LHK agar kegiatan program desa bebas api ini terus didorong, sehingga bisa terlaksana dan merambah ke desa-desa yang lain. Dia berharap agar diberikan pengarahan dan bimbingan tentang pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, karena pengalaman selama ini di desa bagi masyarakat yang majalankan aktifitas seperti membuka lahan, mengambil madu dan sebagainya, dapat dicegah agar tidak dengan cara membakar dan berhati-hati.

    "Berkat program desa bebas api, masyarakat kami antusias untuk perduli dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Atas nama rekan-rekan kepala desa saya ucapkan terima kasih, dan program ini terus berjalan dengan baik", pungkas Sutrisno.

    Perlu diketahui, APRIL Group merupakan produsen fiber, pulp dan kertas terkemuka yang beroperasi di Provinsi Riau, Indonesia. Yang selalu berkomitmen terhadap keberlanjutan dalam berbisnis serta di lanskap yang lebih luas di mana kami beroperasi. Di bawah model perlindungan produksi, APRIL Group mengadopsi tujuan 1 untuk 1, dimana setiap satu hektar hutan tanam dilakukan konservasi dan restorasi 1 hektar ekosistem hutan alam dan telah berhasil memulihkan sekitar 370.000 hektar hutan, termasuk proyek restorasi lahan gambut terbesar di Indonesia. (Adv/ndy)



    Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
    Silakan SMS ke 0813 7176 0777
    via EMAIL: redaksi@halloriau.com
    (mohon dilampirkan data diri Anda)

     
    Berita Lainnya :
  • Pendaftaran Ditutup, Ini Deretan 15 Nama Peminat Kursi Sekdaprov Riau
  • BMKG Terus Himbau Warga Pekanbaru agar Waspada Penurunan Kualitas Udara dan Jarak Pandang
  • Bahas Karhutla, Bupati Bengkalis Hadiri Rapat Terbatas dengan Presiden Republik Indonesia
  • DPRD Inhu Gelar Sidang Paripurna Pengesahan 8 Fraksi
  • Viral 'Anaconda' Terpanggang saat Karhutla, LIPI Ungkap Faktanya
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved