Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

18:53 - Soal Pembentukan Pansus Ta...
17:08 - Karyawan RAPP dan Masyarak...
15:48 - Kantor Sekretariat Pramuka...
13:58 - Bupati Serahkan Sertifikat...
17:20 - Siswa SMP Negeri di Pelala...
16:17 - Kapolres Pelalawan Sebut P...
17:16 - BPN Pelalawan Targetkan Te...
15:49 - Hari Ini Terdeteksi 8 Hots...
10:40 - DPMPTSP Pelalawan Raih Pen...
18:10 - Tunjang PAD, Diskominfo Pe...
16:14 - Dishub Pelalawan Permudah ...
15:03 - Lantik PJ Kades Bagan Lagu...
18:00 - Pemkab Pelalawan Komit Ben...
16:44 - RAPP Lepas 38 Karyawan Nai...
13:42 - Posbakumdin Pelalawan Siap...
18:00 - Tegur PGRI Pelalawan Sulit...
14:56 - Instiawaty Ayus Berikan So...
17:28 - Sambut Baik Program Desa B...
18:01 - Lima Tahun Program Desa Be...
17:29 - Kerjasama dengan Perusahaa...
 
Tahun Ini, Pelalawan Dijadikan Kawasan Pengembangan Padi
Selasa, 30/04/2019 - 14:26:56 WIB
Bupati Pelalawan HM Harris   Meyerahkan Alat Panen Padi Kepada Kelompok   Tani
Bupati Pelalawan HM Harris Meyerahkan Alat Panen Padi Kepada Kelompok Tani
TERKAIT:

PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan terus berbenah dan berpacu dalam mempercepat pembangunan salahsatu diantaranya pada sektor pertanian. Kesejahteraan petani merupakan skala prioritas yang fokus perhatian, dimana Pemkab Pelalawan berkomitmen dalam mengejar produktifitas hasil pertanian. Hal ini dibuktikan dengan terus dilakukannya pembinaan pada masyarakat petani. Selain melakukan pembinaan, pemerintah juga memberikan bantuan peralatan, bibit, memperluas lahan persawahan demi suksesnya kemandirian pangan di daerah ini.

Tak hanya itu, guna meningkatkan hasil pertanian tersebut terutama hasil padi (beras), Pemkab Pelalawan juga memberikan sejumlah bantuan berupa peralatan untuk mengolah sawah seperti hand traktor, alat tanam, alat panen, bantuan bibit unggul sampai melakukan pelatihan terhadap para petani. Dari 8.902 Ha luas pertanian padi yang ada di Kabupaten Pelalawan, 7.380 Ha diantaranya berada di Kecamatan Kuala Kampar, Teluk Meranti 786 Ha, Kerumutan 224 Ha, Bunut 154 Ha, Bandar Petalangan 142 Ha, Pangkalan Kuras 85 Ha, Pangkalan Lesung 71 Ha dan Kecamatan Pelalawan 60 Ha. Dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan, hanya 4 kecamatan yang tidak memiliki lahan pertanian padi yakni kecamatan Pangkalan Kerinci, Ukui, Bandar Seikijang dan kecamatan Langgam. Serta dari luas lahan pertanian padi tersebut, 6.637 Ha merupakan sawah pasang surut dan sawah tadah hujan 1.005 Ha.

Demikian disampaikan Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir Syahfalefi  Msi pada media ini mengatakan, bahwa sejalan dengan kebijakan pembangunan di era Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo dan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla yakni 9 agenda atau nawacita, maka setidaknya ada tiga prioritaa pembangunan Kabupaten Pelalawan. Bilamana yang menunjang atau menjadi bagian implementasi nawacita yakni pembangunan kawasan tekno park, pembangunan destinasi wisata bono di Kecamatan Teluk Meranti dan pengembangan kawasan padi di Kecamatan Kuala Kampar.

Bupati Pelalawan HM Harris Hasil    Meninjau Kualitas Beras Penyalai Karya Kabupaten Pelalawan

"Sebagai daerah yang terletam di Pesisir Timur Pulau Sumatera yang berhadapan dengan alur pelayaran Selat Melaka dan merupakan perbatasan negara, maka membangun Pelalawan bearti membangun Indonesia dari pinggiran. Untuk pengembangan padi di Kabupaten Pelalawan khususnya di Kecamatan Kuala Kampar ini dengan skala agribisnis akan berdampak bagi peningkatan produktivitas  dan kesejahteran petani serta terwujudnya kedaulatan pangan sebagaimana menjadi target dari nawacita. Sudah sejak lama Pulau Mendol  dengan luas wilayahnya kurang lebih 30.000 Hektare, meruoakan lumbung padi bagi kawasan pesisir bagian tengah di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)," terangnya.

HM Harris juga mengatakan, bahwa penanaman dilakukan dengan pola tradisional dan sebagian telah terjangkau oleh program dari pemerintah, sebelumnya pada tahun 2015 lalu produktivitas padi mencapai kurang lebih 18.000 ton CKG dengan luas baku lahan 7.380 Ha dan luas tanaman 4.799 Ha. Tingkat produktivitasnya yang sebelumnya atau Tahun 2014 lalu  sangat rendah hanya 3,75 Tin Perhektar, dengan pola tanam sekali setahun. Selain infrastruktur yang kurang memadai, sehingga kesulitan dalam mewujudkan  tata kelola aie yang memungkinkan untuk meningkatkan pola tanam menjadi IP 200, juga kesulitan mendapatkan benih unggul.

"Saat ini, dengan kerja keras, kerja nyata segala upaya terus dilakukan, melalui sinergiritas upaya khusus (Upsus) nasional secara bertahap telah membuahkan hasil signifikan. Dimana dengan luas lahan 7.380 Ha, menghasilkan produktivitaa lebih dari 5 Ton per hektar,"ujarnya.

Bupati Pelalawan HM Harris Menerima   Penghargaan Bidang Pertanian Yang Diwakili Oleh Kepala Bappeda Kabupaten   Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi

Dilanjutkannya, bahwa Kabupaten Pelalawan dengan upaya inovasi telah memiliki 5 varietas padi unggul  pasang surut yang telah dilepas dan launching yakni varietas cekau, karya, boni, mendol dan inpara Pelalawan mempunyai potensi 8,2 Ton. Dengan segala keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta dan infrastruktur pembenihan pada tahun 2013 lau, pihaknya mulai menghasilkan 5,5 Ton benih bersertifikat.

"Dan pada tahun 2018 sudah mencapai lebih dari 4,1 ton atau sekitar 24 persen dari kebutuhan, sehingga keyergantungan dari daerah lain semakin berkurang. Untuk itu saya mengucapkan terima kaaih  kepada para oetanj penangkar, mari kita wujudkan Kabupaten Pelalawan mandiri benih serta kita tingkatkan kedepannya pengembangan kawasan padi nasional difokuskan pada lahan rawa yaitu melalui program serasi (selamatkan rawa sejahterakan petani), sehingga varietas kita punya peluang pasar yang cukup besar," jelasnya.

Namun untuk peningkatan produksi dan produktivitas  perlu adanya peningkatkan infrastruktur lahan dan air, alsinta  dan sarana prasaran pendukung lainnya yakni untuk mendukung upaya peningkatab IP100 ke IP200. Apabila kendala ini dapat diatasi, setidak-tidaknya dari Kecamatan Kuala Kampar ini berpotensi menyumbangkan produksi padi lebih dari 60.000 ton meningkat dua kali dari kondisi saat ini. Untuk itu, dirinya berharap  dengan telah ditetapkan Kabupaten Pelalawan sebagai kawasan padi oleh keputusan Menteri Pertanian yang juga merupakan wilayah perbatasan dengan posisi geografis yang strategis.

"Dengan berbagai potensi tersebut, kami siap menerima penugasan  dari pusat  dan saya berharap kawasan padi di Kabupaten Pelalawan menjadi bagian roadmap Indonesia lumbung pangan dunia 2045, untuk itu dalan percepatan mewujudkan kesejahteraan petani, saya memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi  maupun Pemeeintah Pusat. Sasaran akhir dari pembangunan menyeluruh adalah peningkatkan kesejahteraan petani, oleh karena itu dalan rangka modernisaai pertanian dan menyongosng revolusi industri 4.0 perlu  dilakukan inovasi atau terobosan baik dari sarana produksi maupun manajemen usaha tani yang memberikan efesiensi pengelolaan usaha tani, baik nelalui usaha tani sistem korporasi ataupun dengan sistem terobosan lainnya seperti halnya penyediaan benih unggul dan pembentukan kelembagaan cooperative farming yang telah kita luncurkan beberapa waktu lalu. Dan yang saat ini kita lengkapi dengan sentra pelayanan pertanian padi terpadu (SP3T) yang beberapa waktu lalu juga kita resmikan. Semiga menjadi semakin berkembang, untuk itu perlu adanya dukungan semua pihak, bumdes, BUMD, bulog  dan perbankan, sehingga kesejahteraan petani segeelra meningkat, terwujudnya Pelalawan makmur untuk menuju Pelalawan EMAS (Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera) untuk kedaulatan pangan," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir Syahfalefi  Msi mengatakan, bahwa kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Pelalawan selalu disinergikan  dengan kebijakan pusat, yang mana Kabupaten Pelalawan  melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 380 Tahun 2016 sampai saat ini ditetapkan sebagai kawasan  pengembangan padi dan juga khususnya kawasan padi Kecamatan Kuala Kampar masuk kedalam grand design lumbung pangan berorientasi ekspor wilayah perbatasan. Oleh karena itulah melalui program strategis Pelalawan makmur, pihaknya terus bersinergi dengan berbagai pihak mewujudkan Pelalawan EMAS melalui pembangunan jangka menengah dalam rencana strategis 2016-2021.

"Padi di Kecamatan Kuala Kampar, manggis di Kecamatan Langgam dan cabai di beberapa Kecamatan, untuk itu kita terus berupaya melakukan percepatan pengembangan kawasan pertanian diantaranya untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi. Isu strategis peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani secara nasional juga menjadi isu strategis di Kabupaten Pelalawan, maka dari itu, kami sadari bilamana pembangunan pertanian tidak bisa lagi sepenggal-penggal, harus komprehensif, mulai daro hulu budidaya sampai  hilir pasca panen,"katanya.

Ir Syahfalefi menambahkan, bahwa pihaknya menyadari kalau perkembangan teknilogi pertanian begitu pesat, oleh karena itu kelembagaan tani dan gapoktan yang ada harus didorong untuk bertransformasi menjadi kelembagaan petani yang berorientasi agribisnis. Maka dengan semangat gerakan inovasi menuju Pelalawan Emas harus melakukan terobisan pengembangan model cooperative farming yang telah dilakukan belum lama ini.

"Di kawasan padi Kecamatan Kuala Kampar ini sejak tahun 2014 ini telah dibagi dalam sembilan blok ddngan luasan lebih dari 400 Ha sampai 700 Ha, sati blok terdiri dari 1 gapoktan yang membawwhi beberapa poktan yakni Desa Sei Upih sebanyak 5 blok, Desa Sei Solok sebanyak 3 blok dan gabungan Desa Teluk Bakau, Desa Teluk Beringin dan Desa Serapung sebanyaj 1 blok. Namun dengan pertimbangan teknis dan sumber daya manusia kita fokuskan blok 3 Desa Sei Upih sebagai model terlebih dahulu, kedeoan  akan kita duplikasi keblok lainnya. Pengembangan padi secara bertahap satu demi satu sudah dijawab dengan lima varietas antara lain permasalah produktivitas dan ketersedian benih unggul sudah dijawab dengan lima varietas dengan umur pendek, permasalahan lahan dan tata kelola air selain koordinasi dengan PUPR, adanya program serasi juga dalan tahap pengajuan kepusat melalui Provinsi.

Hal ini diharapkan dapat dipertimbangkan menjadi program khusus wilayah perbatasan, serta yang terakhir permasalahan pasca panen secara sudah dibangun melalui APBD Kabupaten Pelalawan Tahun 2018 swbanyak 2 unit mesin enggineering vertikal dryer kapasitas 10 Ton di Desa Sei Upih dan satu unit lagi berada pada satu paket SP3T.

"UPPO 1 unit (rumah pengolaha  kandang ternak, alat pengolahan pupuk organjk, kendaraan roda 3 dan terbak sapi) dan untuk menambah amunisasi pertanian kita, dimana pada tahun ini kita mengajukan alat pertanian ke Kementerian Pertanian tahun 2019 ini. Semoga pengajuan kita mendapat respon baik oleh Pemerintah Pusat Nantinya," tutupnya.(Adv/ndy)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Dugaan Korupsi Retribusi Kempang, Kejari Geledah dan Segel Kantor Dishub Kepulauan Meranti
  • XL Axiata Terus Perluas Jaringan Data di Kalimantan
  • Satreskrim Polres Inhil Berhasil Bekuk Pria Penghina Bupati Wardan
  • KPU Pekanbaru Pernah Beri Sanksi Ketua KPPS Kelurahan Pesisir Soal Kode Etik
  • Minta Maaf, Mahyuddin Minta Pengurus Cabut Nama Wartawan yang Diduga Dicatut FWKLA Pekanbaru
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved