Pelalawan
Pemkab Pelalawan | DPRD Pelawan
 
 
+ INDEX BERITA

15:09 - Tak Ada Titik Api, BPBD Pe...
18:31 - Cegah Karhutla, Polres Pel...
15:52 - Sambangi Kantor PWI Pelala...
17:31 - Bupati HM Harris Gelar Rap...
18:15 - PT RAPP Raih Stand Terbaik...
18:29 - Bupati Pelalawan Beri Peng...
17:16 - Tak Ingin Karhutla Terulan...
16:02 - SMKN 1 Pangkalankerinci Pa...
15:04 - Bupati Harris Terima Pengh...
16:40 - Tingkatkan Perputaran Ekon...
15:24 - Malam Ini, Sempena HUT Pel...
17:51 - Peringatan Hari Batik Nasi...
17:20 - Kapolres Letakkan Batu Per...
13:46 - Nihil Hotspot di Pelalawan...
18:01 - Posbakumadin Pelalawan Pap...
16:18 - Kesbangpol Verifikasi Fakt...
06:05 - Tak Ada Sumber Air, Relawa...
13:50 - Kabut Asap Makin Pekat, Di...
12:20 - Dukung Pengeboran Bingo, P...
16:29 - Bukti Komitmen Pemberdayaa...
 
Advertorial
Setelah Batik Andalan, Kini PT RAPP Bina dan Kembangkan Para Penenun
Rabu, 23/05/2018 - 19:06:51 WIB
Perwakilan PT RAPP sedang berdiskusi dengan Sri Mardiyah (30), salah satu pengerajin Tenun Pelalawan, beberapa waktu lalu, di rumahnya, Pangkalan Kerinci
Perwakilan PT RAPP sedang berdiskusi dengan Sri Mardiyah (30), salah satu pengerajin Tenun Pelalawan, beberapa waktu lalu, di rumahnya, Pangkalan Kerinci
TERKAIT:

PELALAWAN - Tidak hanya meluncurkan Batik Andalan, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kini telah mulai mengembangkan para pengrajin penenun di Kabupaten Pelalawan. Awalnya, program yang menjadi bagian dari Community Development (CD) perusahaan kayu yang berbasis di Pangkalankerinci ini bermula dari Kabupaten Kepulauan Meranti, dimana PT RAPP telah memiliki pengrajin tenun binaan mereka.

"Lalu ide itu melebar, kenapa hanya di Kabupaten Kepulauan Meranti saja, kenapa di Kabupaten Pelalawan tidak ada pengrajin penenun yang bisa dibina seperti di Kabupaten Meranti," terang Koordinator Mitra Offline CD PT RAPP, R Adhe Pramono, memulai ceritanya pada media ini via selulernya, Selasa (22/5/2018). 

Adhe kemudian bertanya ke Dekranasda Pelalawan soal keberadaan para penenun yang ada di daerah ini. Pucuk dicinta ulam pun tiba, karena ternyata Dekranasda Pelalawan rupanya pernah membina dan mengembangkan para pengrajin penenun yang ada di Kabupaten Pelalawan. Namun karena berbagai kendala, pembinaan dan pengembangan yang dilakukan oleh Dekranasda pada para penenun ini tidak berjalan.

"Akhirnya, program yang kita mulai di akhir tahun 2017 kemaren itu, kita laksanakan. Kita rekrut penenun yang telah dibina oleh Dekranasda, kemudian kita latih kembali di Pekanbaru," ujarnya.

Awal tahun 2018, Management PT RAPP lewat program CD-nya kemudian fokus membina 2 perajin penenun di daerah ini. Rahmi dan Siti Mardiyah merupakan dua penenun pioner yang kini dibina oleh PT RAPP. Siti Mardiyah sendiri merupakan penenun yang telah memiliki dasar menenun, karena ia sebelumnya telah mengikuti dasar-dasar pelatihan menenun yang diadakan oleh Dekranasda.

"Sedangkan Rahmi benar-benar dari nol. Kita kirim Rahmi untuk belajar atau mengikuti pelatihan di Pekanbaru. Lamanya pelatihan antara dua sampai tiga minggu," ujarnya.
Salah seorang pengerajin tenun Pelalawan,  Rahmi (30), yang dibina oleh program CD PT RAPP. Berkat PT RAPP, Rahmi mendapat bantuan peralatan dan pelatihan, serta bisa menambah penghasilan rumah tangganya.

Berbeda dengan pembuatan kain batik yang dikerjakan di lokasi, jika penenun bisa dikerjakan di rumah. Artinya, sebagai seorang Ibu mereka jadi tidak melupakan kewajibannya untuk melayani suami. Proses pembuatan satu helai kain tenun memakan waktu sekitar 4-5 hari, dan paling lama satu minggu.

"Jadi setelah mereka menyelesaikan satu kain, kita bayar dulu upahnya sebesar Rp 250 ribu. Harga kain kita jual rata-rata Rp 600 ribu, setelah kain terjual maka akan kita berikan lagi sisanya. Intinya, kita membantu dalam hal memasarkan kain yang mereka buat," ungkapnya.

Namun karena mereka telah menjadi binaan PT RAPP, otomatis perusahaan yang telah membina mereka membantu dalam hal peralatan, tidak hanya sekedar pemasaran saja. Dari situ, mereka bisa menambah pneghasilan rumah tangganya.  

Indonesia memiliki kain tradisional lain yaitu tenun. Sayangnya, hingga saat ini masyarakat Indonesia belum sepenuhnya peduli akan kebudayaan yang dimiliki, termasuk kain tenun. Sejauh ini, meski baru berjalan 4-5 bulan, prospek pengembangan kain tenun ini cukup menjanjikan. Perlahan namun pasti sudah banyak permintaan kain tenunan dengan motif khas Melayu yang diminta.

"Kita simpan juga di Hotel Unigraha, dan kebanyakan bule-bule justru banyak yang menyukai kain tenun kita yang merupakan ciri khas budaya Melayu," tandasnya.

Ditanya soal target ke depan, Adhe menjelaskan bahwa dirinya menargetkan lokasi yang berada di Gang 2000, Pangkalankerinci, menjadi Sentra penenun di Kabupaten Pelalawan. Karena itu, pihaknya juga tengah mengembangkan untuk merekrut perajin tenun ke masyarakat sekitar.

"Jadi kalau ada tetangga yang ingin mendapatkan penghasilan sampingan dengan menjadi pengrajin tenun, bisa diajarkan oleh Rahmi dan Siti Mardiyah. Tapi menjadi perajin penenun harus benar-benar serius, jangan nanti sudah kita beri bantuan namun tidak serius dijalankan. Karena menjadi pengrajin penenun jelas butuh keseriusan dan ketelitian di atas rata-rata," ungkapnya. (Adv)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Sah, Jokowi-Ma’ruf Amin Presiden dan Wapres RI Periode 2019 – 2024, Bupati Bengkalis Ucapkan Selamat
  • Jelang Konfercab IV, Calon Ketua PWI Rohil Mulai Bermunculan
  • Usai GP Jepang, Pebalap Petronas Yamaha Quartararo Raih Gelar Rookie Terbaik MotoGP 2019
  • KPU Gelar Lomba Desain Logo dan Maskot Pilkada Kota Dumai 2020
  • Tradisi Mandi Safar Akan Disuguhkan 4.000 Keping Kue Apam dan Hiburan Belacan Aromatic
  •  
    Komentar Anda :

     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved