www.halloriau.com  
BREAKING NEWS :
Red Ice, Jenis Sabu Baru Kwalitas Wahid yang Ditangkap Aparat di Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Hingga September, 1.921 Kasus TB Ditemukan di Pekanbaru
Rabu, 09/10/2019 - 14:53:59 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.
TERKAIT:
PEKANBARU - Hingga pertengahan tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru menemukan ada 1.921 kasus tuberkulosis (TB). Diyakini jumlahnya lebih banyak dari temuan Diskes.

"Ini hanya yang terdata melalui RS dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) milik pemerintah kota Pekanbaru. Di luar itu mungkin masih banyak lagi yang belum terdata," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Pekanbaru M Amin, Rabu (9/10/2019).

Kata dia, penemuan kasus Tuberkulosis Resistan Obat Gamda (TB RO) terhitung hingga Juli 2019 diketahui ada 24 kasus. Empat orang telah diobati dan sisanya sebanyak 16 orang masih dilacak oleh pihak Puskemas. Sedangkan untuk kasus TB HIV ada 52 kasus.

"Dan sudah dirujuk ke PDP (Perawatan. Dukungan, Perawatan) untuk pengobatan HIV," ujarnya.

Untuk meningkatkan cakupan penemuan pasien TB, kata dia, pemerintah jemput bola melalui penguatan jejaring layanan TB (Publik Private Mix) melibatkan fasilitas kesehatan Pemerintah dan Swasta untuk melaporkan kasus TB yang ditemukan dan diobati.

"Kami telah melakukan MoU dengan 21 RS pemerintah dan Swasta di Kota Pekanbaru. Masih ada 9 RS lagi yang belum Mou program TB ini. Tentunya kami berharap bisa segera bekerjasama, agar masalah TB ini bisa cepat ditangani," jelasnya.

Melalui kerjasama ini, lanjut dia, 21 RS bakal melaksanakan pencatatan dan pelaporan melalui sistem informasi informasi tuberkulosis (SITT). Karena hasil penemuan ada 2030 kasus yang missing case saat pihaknya melakukan penyisiraan kasus TB di rekam medis RS tersebut.

"Kasus TB itu tidak dilaporkan ke SITT. Ternyata data ini dikirim langsung ke kementerian kesehatan melalui Subdit TB. Makanya di Pekanbaru itu jadi data Laporan Missing Case," kata dia.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan perbaikan dalam pengobatan TB yang sesuai Standar, pencatatan dan pelaporan semua kasus TB di SITI. Serta penguatan jejaring internal dan eksternal RS dalam pelayan TB.

"Dengan program ini akan mempermudah Dinkes dalam menemukan kasus TB. Salah satu caranya untuk meningkatkan cakupan penemuan hasil pengobatan yang bermutu," jelasnya.

Perlu diketahui, TB masih menjadi salah satu dari masalah kesehatan utama di Indonesia. Bahkan untuk beban TB, Indonesia menempati urutan ketiga di dunia setelah India dan China.

Kemudian TB resisten obat (TB RO) dan TB HIV Indonesia menempati urutan ke tujuh di dunia. Di Pekanbaru tahun 2018 lalu ada sebanyak 4433 kasus dengan angka keberhasilan pengobatan capai 90,3 persen pada 2017.

Penulis : Zulkarnain
Editor : Fauzia


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

 
Berita Lainnya :
  • Red Ice, Jenis Sabu Baru Kwalitas Wahid yang Ditangkap Aparat di Riau
  • PTUN segera Eksekusi Putusan KI Riau Terkait Izin Reklame di Pekanbaru
  • Aturan Blokir Ponsel Black Market Pakai IMEI Diresmikan Hari Ini
  • BMKG Prediksi Hari Ini Hujan Kembali Guyur Riau
  • Pria Kekurangan Fisik Tikam Mati Wanita yang Sering Mengejeknya Jelek
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Potret Lensa
    Jaksa Agung Resmikan Gedung Kejati Riau
     
    Eksekutif : Pemprov RiauPekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
    Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
    DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
         
    Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
        © 2010-2019 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved